Arsiparis
1 tahun lalu · 94 view · 1 menit baca · Puisi 44679.jpg
Foto: pxhere.com

Nelayan

Dingin angin pagi menusuk
jingga di ufuk timur belum utuh
kau langkahkan kakimu
merengkuh harapan lewat jaringmu

meski ketidakpastian di depan sana
namun kepercayaanmu menguatkan segalanya
telah tertulis apa yang harusnya untukku, katamu
aku hanya menjalani dan hasil adalah soal nanti

kadang penuh perahumu dengan tangkapan
tak jarang perahumu kosong tak bermuatan saat kembali
bagimu hidup adalah menerjang ombak, panas, dan badai
kau tak pernah risau
seperti biasa kau kan kembali ke laut setiap pagi

Artikel Terkait