Mahasiswa
6 hari lalu · 77 view · 4 min baca menit baca · Budaya 48665_38054.jpg

Negeriku Indonesia Sedang Baik-Baik Saja

Indonesia punya berjuta-juta masyarakat, beribu-ribu pulau, dan tentunya beberapa elite yang selalu disebut-sebut saat debat Capres dan Cawapres 2019 kemarin. 

Di tengah berbagai keragaman yang terjadi di negeri Indonesia ini, masyarakat Indonesia dan negeri ini ternyata sedang baik-baik saja. Walaupun banyak yang mengatakan negeri ini banyak masalahnya, tetapi tak ada masalah yang berarti. Semua masyarakat bahagia dengan kinerja wakil rakyatnya, bangga dengan pekerjaannya, hingga mencintai pemimpin dan elite yang melingkupinya.

Semua berbahagia dengan berbagai perbedaan. Kalau miskin, ya mereka disalahkan karena malas bekerja; kalau kaya, mereka dianggap sukses karena giat bekerja. 

Masyarakat bangsa ini sangat sederhana memandang arti si miskin dan si kaya secara filosofis. Kalaupun hendak berbagi terhadap yang tidak mampu, masyarakat negara Indonesia yang sedang baik-baik saja ini bisa memanfaatkannya sambil mengeruk keuntungan pribadi. Mantap.

Kondisi ekonomi negeriku Indonesia juga sangat membanggakan. Walaupun utang negara banyak, tapi tetap saja dijadikan kebanggaan saat kampanye dengan niat ingin melunasi. 

Padahal siapap un pemimpinnya dan sehebat apa pun dirinya dalam ekonomi, negara ini tidak akan pernah bisa lepas dari utang luar negeri. Kalau mau bebas, ya kita harus lepas dari semua kerja sama dengan antek asing. Tapi kalau dipikir-pikir, kerja sama bakal lebih menguntungkan daripada berjalan sendiri saat ini.

Kondisi masyarakat marjinal juga baik-baik saja. Indonesia sangat memperhatikan mereka yang ekonominya menengah ke bawah. Mulai dari kesehatan, pekerjaan, hingga masalah mengepulnya asap di dapur, negeriku Indonesia melalui pemerintahannya sangat peduli.

Bahkan sampai-sampai saking pedulinya kepada semua masyarakat menengah ke bawah, pemerintah sering lupa bahwa Indonesia ini ternyata luas. Niat hati ingin peduli ke semua masyarakat, ternyata yang dipedulikan hanya beberapa pulau saja. Padahal Indonesia memiliki beribu-ribu pulau, tapi yang dibantu hanya pulau yang ada ibu kota pemerintahannya saja. 


Banyak warga yang sering protes kalau pemerintah terlalu pilih kasih. Dan pemerintah memberikan alasan bahwa semua perlu waktu yang tidak sebentar. Waktu memang tidak bisa dilawan, yang penting proses kehidupan tetap berjalan.

Indonesia yang berbahagia ini juga memiliki politikus-politikus yang berwibawa nan cerdas dan pandai. Ditambah rakyat sangat mencintai mereka karena kinerjanya yang luar biasa kepada negara dan rakyat. 

Kalau soal korupsi dan kantong pribadi, politikus negeri ini lebih memilih katakan tidak pada dua hal tersebut. Politikus ini lebih suka mementingkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Mereka tidak mudah disuap apalagi mau jadi politikus hanya untuk melunasi utang kampanye. Tidak sama sekali.

Di tengah musim pemilihan pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan, negeriku yang sedang baik-baik saja ini punya dua pilihan pemimpin yang berkarakter. Keduanya sepakat bahwa agar bisa menjadi pemimpin ke depannya, setidaknya mereka harus pandai menggombal untuk kemajuan bangsa. 

Harapan Indonesia hebat tentu keinginan semua orang yang ada di negeri Indonesia ini. Punya integritas dan pengalaman yang luar biasa, dua calon pemimpin ini memberikan rayuan kepada masyarakat akan masa depan Indonesia yang lebih baik di masa depan. Padahal sekarang Indonesia sedang baik-baik saja, kok capek-capek mikirin Indonesia jadi baik di masa depan? Entahlah.

Kalau berkaca, tidak ada yang kurang dari negeri Indonesia saat ini. Standar negara yang sedang baik-baik saja sudah dimiliki Indonesia. Ekonomi mantap, politikusnya sangat peduli dengan rakyat, pemimpin-pemimpin negeri ini sangat berintegritas tanpa peduli kepentingan diri sendiri dan antek asing. 

Dari segi pendidikan, biaya sekolah murah dan mudah. Kalau mau sekolah dua belas tahun, tinggal sekolah tanpa perlu ribet memikirkan biaya SPP yang mahal dan mengurus surat yang bertele-tele.

Kalau mau lanjut kuliah, cukup ikut tes dan tidak perlu memusingkan biaya UKT yang kadang bikin bingung orang tua yang sampai harus menjual rumah atau ngutang sana-sini. 

Kondisi pendidikan kita sangat sehat, siapa pun bisa sekolah setinggi-tingginya. Yang tidak mampu tidak perlu takut lagi dengan si kaya karena kalah modal untuk sekolah tinggi. Negeriku Indonesia sangat memperhatikan pendidikan, mulai dari Sabang sampai Merauke. Sarana dan prasarana pun sangat luar biasa bagusnya.

Tidak ada sekolah yang rusak atapnya dan jalan becek yang harus ditempuh para murid karena sekolah dan daerahnya yang terpencil. Pemerintah negeri Indonesia sangat sadar akan pentingnya pendidikan. 

Komposisi akademik pun selalu mengalami perubahan demi satu tujuan: mendapatkan formula terbaik dengan menjadikan siswa dan siswi kelinci percobaan. Selalu ada pengorbanan untuk sebuah kemajuan. Tetap salut.


Pemuda-pemuda Indonesia juga sangat nasionalis. Mereka ternyata tidak terlalu menyukai lagu-lagu Korea dan menghafal lagu-lagu Barat. Pemuda Indonesia yang sedang baik-baik saja lebih senang menyelesaikan sebuah masalah dengan sebuah solusi. 

Mereka tidak terlalu suka berkoar-koar di media sosial ketika ada masalah. Pemuda Indonesia sangat mengutamakan sebuah solusi ketimbang membuat masalah di atas sebuah masalah. Luar biasa. 

Oh iya, pemuda Indonesia juga cinta produk Indonesia, bukan produk antek asing.

Kondisi lingkungan negeriku Indonesia saat ini sedang mengarah ke arah yang positif dan lebih baik. Pemerintah makin ketat memberantas perusak lingkungan. Lubang-lubang tambang yang ada di Bali, Sumatra, Kalimantan, Papua, hingga Jawa dianggap sebagai pelajaran bahwa semua perlu proses untuk menjaga lingkungan menjadi lebih baik. 

Tentu saja masyarakat sangat senang dengan berbagai kebijakan pemerintah yang sangat membatasi para pelaku yang merajalela merusak lingkungan. 

Kondisi lingkungan Indonesia yang sedang baik-baik saja ini tentu menjadi pencapaian yang sangat baik untuk masa depan Indonesia. Indonesia makin hijau dengan berkurangnya izin-izin pertambangan. Tidak ada lagi penggusuran paksa, pengambilalihan lahan secara paksa, maupun dibayar dengan harga rendah. 

Masyarakat makin leluasa menjalankan kegiatan bercocok tanam tanpa takut digusur oleh perusahaan tambang yang dibekingi pemerintah di belakangnya. Semua bahagia melihat lingkungan Indonesia saat ini. Sangat membanggakan.

Masyarakat yang tengah bahagia dengan kondisi Indonesia yang baik-baik saja ini tentu tidak pernah memikirkan untuk saling hujat dan menjatuhkan junjungannya masing-masing. Wong semuanya lagi baik-baik.

Lalu ngapain capek-capek saling menjatuhkan? Di negeriku Indonesia saat ini, masyarakatnya lebih peduli untuk bekerja demi kemajuan bangsa. Masyarakat lebih suka bukti ketimbang janji saat ini.

Pesta demokrasi yang telah berlangsung juga bisa menjadi tonggak baru membuat Indonesia yangs sedang baik-baik saja ini bisa menjadi sangat baik di masa depan. Jangan terlalu memusingkan masalah yang terjadi pada bangsa ini. 

Negeriku Indonesia saat ini sedang baik-baik saja. Tugas kita hanya santai sambil ngopi dan jangan lupa udud di mulut serta terus bermimpi.

Artikel Terkait