Penulis
2 tahun lalu · 84 view · 1 menit baca · Puisi 11423239056_979e55888c_k.jpg

Natal Kita Dulu Kala

Tentu kau ingat hari-hari itu

Berjalan bersama memikul pohon cemara

Mendirikannya di atas setumpuk tanah dalam pot

Lalu berdiri bersama menghiasnya dengan kapas, lonceng, dan lampu.

Ehm... ya, tentu kau ingat

Apakah kau tersenyum ketika mengingat hari-hari itu?

Senyummu kuyakin masih sama ketika kita tersenyum melihat pohon itu berdiri indah di tengah gereja.

Tetapi sesungguhnya aku merindukan senyummu seperti ketika tersenyum puas melihat pohon itu dijadikan latar orang banyak untuk berpose.

Aku sangat merindukan hari-hari itu.

Kenangannya hadir setiap kali roda waktu membawa kita ke dalam bulan desember

Kenangannya hadir setiap kali aku menatap pohon cemara yang dihias begitu indah

Dan semakin merindukan, ketika natal diperdebatkan

Apakah kau mau mengenang hari-hari itu?

Kutahu kini kau semakin berbeda

Kita tak sedekat dulu lagi saat menyambut perayaan agamamu juga agamaku

Kota telah mengubahmu mungkin juga mengubahku

Zaman semakin memperlebar jarak kita.

Aku pasti akan melupakan hari-hari itu

Jika kau memintanya dan mengatakan saat itu adalah kesalahan.

Dan aku akan menguburnya dalam-dalam jika memang kau mau

Tetapi aku berharap aku salah menganggapmu

Aku berharap anggapanku hanya buah dari kecurigaan yang diumbar banyak orang.

Dan kita akan mengulang kisah di hari-hari itu

Artikel Terkait