Lampung adalah suatu provinsi yang cukup luas yang terletak dipulau sumatera dan Lampung juga memiliki kebudayaan yang unik, baik dari segi bahasa/aksara, adat-istiadat, dan juga sejarahnya. Diantaranya adalah sejarah perjuangan rakyat lampung yang dipimpin oleh pejuang muda bernama Raden Intan, kegigihannya dalam perjuangan melawan penjajah sangat didukung oleh para penduduk Lampung hingga akhirnya membuahkan hasil yang  bagi kesejahteraan rakyat Lampung.

Tokoh pejuang Lampung yang bernama Raden Intan II, merupakan keturunan dari Ratu Darah Putih, seorang yang memimpin daerah lampung pada zaman dahulu, ayah Raden Intan Lampung adalah seorang tokoh pejuang juga yaitu yang bernama Raden Imba II. Waktu itu Raden Imba II tidak menyaksikan langsung kelahiran putera nya dikarenakan pada saat Raden Intan II dilahirkan sang ayah di buang oleh pemerintah Kolonial Belanda didaerah Timor-timur. 

Kakeknya adalah seorang pejuang pada masanya yaitu bernama Raden Intan I, Raden Intan II berjuang melawan penjajah sejak berumur 15 tahun dan wafat pada umur 22 tahun. Tanpa memiliki seorang istri dan keturunan semasa hidup nya ia serahkan untuk mengabdi dan melawan para kolonialisme belanda didaerah lampung, mengapa pada saat itu Belanda sampai datang didaerah Lampung ? Karena Provinsi Lampung pada saat itu sangat baik dalam menghasilkan rempahh-rempah.

Pada zaman dahulu Lampung sangat produktif  menghasilkan rempah-rempah yang menjadi ekspor unggulan dunia (komoditas internasional), seperti lada, kopi, cengkeh, dan banyak lagi lainnya. Maka dari itu pemerintahan Kolonial Belanda pada saat itu sangat ingin menguasai daerah Lampung dengan bertujuan awal monopoli perdagangan namun dibalik maksud baik Kolonial Belanda ada tujuan ingin menguasai Provinsi Lampung, dari sinilah masyarakat  Lampung mengetahui bahwasannya hak-hak mereka sedang dirampas oleh penjajah.

Pada tahun 1850, Belanda mengirimkan pasukannya sebanyak  400 tentara guna merebut benteng pasukan Raden Intan II di Merambung, peperangan pun terjadi namun pada akhirnya tentara Belanda berhasil dipukul mundur oleh pasukan Raden Intan II. Namun setelah peristiwa tersebut terjadi Raden Intan II pun tidak berdiam diri mereka segera menyusun siasat untuk menyerang balik Benteng-benteng pertahanan milik Belanda yang dibantu oleh seorang tokoh dari Banten.

Hal buruk yang ada dalam pemikiran Belanda disinilah awal perjuangan melawan penjajah penduduk Lampung yang dipimpin oleh Raden Intan II melakukan perlawanannya, Dalam melakukan perlawanannya Raden Intan II dibantu oleh beberapa pejuang dari daerah tetangga seperti Banten. Salah satu tokoh dari Banten bernama H. Wakhia, beliau diangkat menjadi penasihatnya. Wakhia menggerakkan perlawanan didaerah Semangka dan Sekampung sembari menyerang pos-pos  militer Belanda.

Bersamaan dengan hal itu Raden Intan II berusaha memperkuat benteng-benteng pertahanan dan membangun benteng- benteng yang baru. Pada tahun 1856, pemerintah kolonialisme Belanda mengirim pasukannya dari Batavia menuju Lampung dengan menggunakan armada 9 kapal perang, 3 kapal pengangkut alat perang, dan puluhan armada kapal lainnya untuk membawa perbekalan perang. Pada saat itu pasukan Belanda dipimpin oleh Kolonel Wilson, dan pasukannya menyerang secara berutal penduduk Lampung.

Pasukan Raden Intan II, berupaya melawan Belanda secara geriliya namun pasukan belanda tidak ingin kehabisan akal orang-orang Belanda ternyata telah melancarkan ekspansi politik adu domba. Belanda juga telah membayar dan mempengaruhi sejumlah orang suruhan yang ada dalam pasukan perang Raden Intan II untuk mengetahui titik pos-pos kelemahan bagi pasukan Raden Intan. Disitulah para pasukan belanda langsung menyergap dan mengalahkan pasukan perang Raden Intan II.

Siasat yang telah diatur oleh Belanda sangat membuahkan hasil, pasukan mereka mampu mendesak dan membuat pasukan Raden Intan II tidak bisa berbuat banyak walaupun Raden Intan II telah berusaha sekuat tenaga menghalau serangan- serangan dari Belanda namun pada akhirnya perlawanan rakyat Lampung harus berakhir  disini dan akhir dari perjuangan Raden Intan karena beliau berhasil dibunuh oleh pasukan Belanda dan gugurlah sudah pahlawan muda yang berasal dari tanah Lampung Raden Intan II.

Atas jasa-jasanyalah, Radin Intan II dinobatkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden No. 082 Tahun 1986 tepatnya pada tanggal 23 oktober 1986. Dari kisah perjuangan rakyat Lampung diatas tentunya kita sebagai rakyat Lampung bangga karena kegigihannya dimedan laga mampu membuat provinsi Lampung dikenal dalam perjuangan kemerdekaan mengusir para penjajah dibumi pertiwi Indonesia. 

Harapan penulis, dengan diangkatnya judul artikel diatas, pertama mampu memotivasi diri penulis sendiri dan masyarkat  khususnya daerah Lampung akan kesadarannya dalam memplajari sejarah para pahlawan yang telah gugur mendahului kami karena tanpa adanya perjuangan kita belum tentu bisa menikmati apa yang telah kita rasakan hari ini, kedua masyarakat lampung sangat memiliki banyak warisan kebudayaan yang harus kita lestarikan.

Dan bahkan dari sejarah diatas terus kita kenang dan dijadikan sarana edukasi untuk masyarakat, pelajar, dan semua kalangan. agar sejarah ini tidak menghilang begitu saja dan bahkan seharusnya sejarah diatas akan kita terus ajarkan sampai anak  kita nanti.