Kata orang bulan dengan akhiran -ber tandanya sudah memasuki musim hujan. Dari bulan Oktober sampai dengan bulan Februari, hujan biasanya turun dengan intens. Benarkah?

Indonesia adalah negara tropis yang berada di sekitar garis khatulistiwa dan hanya memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Perbedaan musim ini karena perputaran bumi terhadap matahari dan bumi mengelilingi porosnya.

Menurut teori, angin yang bergerak pada bulan Oktober sampai dengan Februari adalah angin yang bergerak dari benua Asia ke Australia. Pergerakan arah angin ini mengakibatkan terjadinya musim penghujan di Indonesia.

Sementara itu, pergerakan angin dari benua Australia yang membawa udara kering ke Asia mengakibatkan musim kemarau di Indonesia. 

Bulan Oktober ini hujan sudah turun dengan intens. Banyak daerah yang sudah mulai waspada dengan musim penghujan ini. Akan tetapi, ada orang juga yang menyambut musim penghujan ini dengan suka cita.

Sebagai makhluk Tuhan, harus percaya bahwa segala sesuatu diciptakan ada manfaatnya. Tidak boleh menyalahkan segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada makhluk-Nya. 

Musim penghujan ini dapat menimbulkan dampak yang saling berlawanan. Ada dampak positif dan dampak negatif. 

Beberapa hari yang lalu, di daerah tempat tinggal saya terjadi hujan yang sangat lebat. Angin yang berhembus cukup kencang, menyebabkan pohon-pohon menari bergoyang-goyang. 

Suara petir menggelegar di tengah suara rintik hujan. Banyak orang cepat-cepat pulang untuk berlindung dari lebatnya hujan. Semua segera mengemasi barang-barangnya agar terlindung dari air hujan.

Akan tetapi, seperti menyambut suatu kemenangan. Sekelompok makhluk hidup lain yang bersembunyi, mulai bernyanyi dengan riang. Ya benar, si katak. 

Layaknya suatu musik paduan suara, kumpulan katak mulai bersenandung. Diamnya katak juga seperti sudah diinstruksikan. Mereka bersenang-senang dengan turunnya hujan.

Saat katak sudah mulai bernyanyi begitu, maka musim penghujan akan segera dimulai. Para petani mulai menyiapkan lahan persawahannya untuk segera ditanami padi.

Setiap malam hari turun hujan, para petani sudah menyiapkan peralatan untuk mulai menggarap sawah mereka. Itulah yang dilakukan beberapa petani di sekitar rumah saya.

Sesudah matahari terbit di pagi hari, petani mulai berangkat ke sawah. Tersenyum dan penuh semangat karena sawahnya bisa ditanami padi lagi. 

Di sisi lain, banyak orang mengeluh dengan kondisi musim penghujan ini. Mereka menganggap bahwa kegiatan mereka di luar ruangan akan terhambat. 

Tidak semangat untuk berangkat bekerja karena takut akan hujan atau merasa bahwa udara pagi hari yang sejuk membuat enggan berangkat.

Pernah ketika itu, saya dan ibu saya dalam perjalanan pulang ke rumah. Di tengah jalan, gerimis mulai turun membasahi bumi. Banyak pengendara lainnya yang mempercepat laju kendaraannya agar cepat sampai rumah.

Segala hal di sekitarnya tak mereka pedulikan. Tujuannya hanya satu agar cepat sampai rumah dan tidak basah kehujanan. Hal semacam inilah yang meningkatkan angka kecelakaan di jalan. 

Pengendara motor tidak mematuhi rambu lalu lintas, mereka melanggar lampu lalu lintas. Juga menakuti pengendara lainnya.

Di daerah yang rawan mengalami banjir, harus selalu waspada. Saat hujan mulai turun dengan intensitas yang tinggi, maka perlu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Misalkan saja membenahi barang-barang agar tidak terkena air banjir dan juga menyiapkan badan untuk menghadapi banjir.

Banyak sekali upaya yang telah dilakukan agar banjir tidak selalu datang ketika musim penghujan. Akan tetapi, masih ada juga perilaku warga yang tidak sadar atau merasa abai.

Ketika sudah memasuki musim hujan seperti ini, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh semua orang. Akan tetapi pertanyaannya, siapkah manusia untuk tidak mengeluh?

Musim kemarau, banyak manusia mengeluh. "Duh, panas banget udaranya", "Kok gak hujan-hujan si?", "Kapan ya musim hujannya perasaan dah bulan Oktober?", dan masih banyak lainnya.

Itulah manusia. Ketika musim kemarau, minta hujan segera turun. Akan tetapi, ketika sudah musim hujan, malah menyalahkan hujan yang sering turun.

Kita lihat hewan kecil yang sangat menantikan hujan, si katak, mereka pun terkadang masih mau bernyanyi saat musim kemarau. Hanya saja intensitasnya tidak seperti saat musim hujan.

Dari situ kita bisa belajar untuk selalu sabar dalam menghadapi segala sesuatunya. Dikarenakan Tuhan, Sang Pencipta telah mengatur yang terbaik bagi makhluknya.

Oleh karena itu, sudah seharusnya selalu mempersiapkan menghadapi musim yang akan terjadi. Di sini hanya ada 2 musim, tidak seperti di luar negeri yang mengalami 4 musim.

Selalu menjaga kesehatan adalah hak utama yang harus dilakukan ketika musim penghujan telah datang. Saat tubuh sehat, maka imun akan kuat, sehingga dapat menghadapi perubahan cuaca dengan baik.

Dan yang paling penting juga adalah selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk melindungi diri kita apa pun situasi dan kondisinya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kita akan selalu menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta.