Novel sangat digemari oleh banyak kalangan. Dari yang muda hingga orang tua sekalipun sangat suka membaca novel. 

Kebanyakan orang mengisi waktu luangnya dengan membaca novel, sebab novel dapat memberikan hiburan dan ketenangan bagi pembaca. Pengemasannya yang menarik dapat membawa pembacanya masuk ke dalam alur cerita yang diciptakan oleh penulis.

Dalam karya fiksi, novel dikenal sebagai karya tulis fiksi (imajinatif). Dan novel dalam proses kreatifnya atau pengertiannya adalah sebuah karya tulis fiksi yang di dalamnya menceritakan banyak masalah (konflik cerita) pada setiap tokohnya. Karena itu, ketika seseorang membaca novel, ia seperti dapat mengenal tokoh-tokoh yang diceritakan penulis.

Drs. Jakob Sumardjo mengatakan bahwa novel ialah suatu bentuk sastra yang sangat populer di dunia. Bentuk sastra yang satu ini paling banyak beredar dan dicetak, karena daya komunitasnya yang sangat luas dalam masyarakat.

Beberapa genre novel banyak diminati oleh penikmatnya, seperti genre romantis, horor, misteri, humor, sains, fiksi, petualangan, dan sejarah. Dan setiap orang memiliki genre favoritnya masing-masing.

Banyak dari kita sangat suka membaca novel, hingga ada yang mengoleksi banyak novel dengan berbagai genre sekalipun. Tapi, apakah dari kita tahu siapa penulis novel pertama di dunia?

Menurut pencarian saya di berbagai sumber, ternyata novel pertama di dunia dituliskan oleh seorang wanita yang berasal dari Jepang. Ia bernama Murasaki Shikibu. Tetapi nama ini adalah nama pena, artinya tidak nama asli dari penulisnya. Sampai sekarang belum ada yang dapat memastikan nama asli dari wanita tersebut.

Murasaki lahir sekitar tahun 973. Ia terlahir dari keluarga yang cukup terpandang di Jepang, karena ia terlahir dari keturunan Bupati pertama di Fujiwara. 

Beberapa literatur menyebutkan bahwa Murasaki adalah wanita yang dikenal dengan kecerdasannya. Murasaki menikah pada tahun 998 dan memiliki satu orang putri. Pada tahun 1001, merupakan tahun yang berkabung bagi mereka, karena suaminya meninggalkan mereka untuk selamanya.

Dikenal dengan wanita dengan pemikiran yang cerdas dan memiliki kemampuan dalam menulis, karena itu ia diminta menjadi dayang di Istana Heian. Selama menjadi dayang di istana, Murasaki berhasil menyelesaikan novel pertamanya yang berjudul “Genji Monogatari,” jika dalam bahasa inggris artinya “The Tales of Genji,” dan bahasa Indonesia berarti “Hikayat Genji”. Novel ini berisikan 54 bab dengan 1.000 halaman.

Beberapa ahli beranggapan bahwa novel ini ditulis sebelum ia bekerja di Istana, dan ada juga yang memperkirakan novel ini ditulis sebelum suaminya meninggal, hingga sekarang belum ada yang mengetahui bagaimana kebenarannya. Dalam puitisnya, menulis sudah seperti bernapas dalam dirinya. Maka, tidak heran jika ia memiliki tulisan lain selain novel, seperti catatan harian dan puisi.

Novel ini memiliki tata bahasa yang cukup rumit dalam penyampaiannya, bahkan orang Jepang itu sendiri masih kesulitan untuk memahaminya. 

Dan perlu diketahui, pada zaman itu, karya sastra yang dihasilkan tidak boleh mencantumkan nama untuk tokoh dalam ceritanya, yang diperbolehkan hanya nama sebutan atau gelar saja. Seperti, pangeran, putri, raja, ratu, dan sebagainya. Hal inilah yang menjadikan para ahli bahasa harus mempelajari tata bahasa yang digunakan dalam novel tersebut.   

Bisa ditebak dari judulnya, novel ini menceritakan tentang Pangeran Genji, yang di mana novel ini mengisahkan sebuah istana kekaisaran dari 800 waka. Novel ini mulai diterbitkan dari tahun 1001, tetapi pada tahun itu proses penyelesaian tulisan dianggap belum selesai.

Pada awal cerita, novel ini mengisah tentang pangeran yang menjadi seorang warga biasa dan diberikan kehormatan “Genji,” hingga ia dikenal dengan sebutan Hikaru Genji, ia berperan sebagai tokoh utamanya. Sampai usianya menginjak dewasa, Hikaru Genji selalu dikelilingi oleh wanita. 

Di pertengahan perjalanan, Hikaru Genji dihadapkan dengan masalah tentang kerumitan kisah cintanya. Novel ini juga menceritakan tentang anak dan cucu dari Hikaru Genji. Sampai Hikaru Genji tutup usia.

Novel “The Tales of Genji” sangat populer di semua kalangan. Dan pada tahun 1021, diketahui novel pada setiap babnya telah selesai ditulis. Novel tersebut dicetuskan sebagai novel pertama di dunia dengan genre romance pertama di dunia. Hingga saat ini, “The Tales of Genji” sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan juga dipentaskan di berbagai kesempatan.

Tidak banyak yang mengetahui mengenai kehidupan Murasaki Shikibu setelah menulis novel ini. Namun, diketahui ia juga memiliki karya lain berupa buku harian yang diterbitkan dan kumpulan puisi-puisi ciptaannya.

Tetapi, biar bagaimanapun, ia merupakan wanita yang berpengaruh dalam dunia sastra. Ia adalah salah satu pelopor yang melahirkan karya sastra beraliran fiksi dan hingga kini masih membumi di dunia ini. Karena novel itu ia dapat mewariskan kepada para penulis, pengarang dan sastrawan dan bagi para penikmat fiksi garis keras.