Manchester United memetik kemenangan penting atas tuan rumah Everton 1-3 dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Goodison Park Sabtu malam WIB (7/11/2020). 

Sebelum laga ini, sebenarnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer berada dalam kondisi yang kurang bagus pasca dua kekalahan beruntun dari Arsenal dan Istanbul Basaksehir. Posisi Ole sebagai manager MU kembali disorot. Tak ayal, tagar #OleOut kembali menggema.

Tapi, bukan Ole namanya jika tidak bisa membuat pendukung "setan merah" ketar ketir dan waswas. Bagi fans MU, ada semacam siklus yang cukup menggelitik tapi cukup menarik. Permainan yang kurang konsisten membuat timnya kadang bermain baik kadang juga bisa sangat buruk. Ketika tertekan akibat serangkaian hasil buruk, pertandingan berikutnya bisa bermain baik.

Tapi tidak lama, beberapa pertandingan kemudian bisa bermain buruk. Sepertinya banyak fans yang kemudian mempercayai ini. Ketika mengalami hasil buruk pasca kekalahan memalukan di kandang atas Tottenham Hotspurs, karier Ole terselamatkan atas kemenangan mengejutkan di kandang Paris Saint Germain (PSG), lalu menang besar atas RB Leipzig di Liga Champions.

Namun, kemudian down lagi saat kalah dua kali berturut-turut dari Arsenal dan Istanbul Basaksehir. Siklus pun berputar lagi, ketika posisi sedang terjepit bisa menang lagi. Ya, entah itu kebetulan atau tidak, toh masih banyak yang percaya “mitos” tersebut walaupun hanya buat guyonan

Nah, hal lain yang saya soroti adalah hasil akhir pertandingan kandang dan tandang yang sangat bertolak belakang. Dalam empat pertandingan kandang musim ini, tidak satu pun kemenangan yang diraih. Manchester United mengalami tiga kekalahan saat berjumpa Crystal Palace (1-3), Tottenham Hotspurs (1-6), Arsenal (0-1) dan satu kali hasil imbang tanpa gol melawan Chelsea.

Sebuah catatan merah karena koleksi 1 poin dari 4 laga kandang awal musim ini merupakan koleksi poin kandang terburuk United di era Premier League sejak tahun 1992 atau 28 tahun yang lalu. Sebuah rekor yang cukup memalukan di kandang sendiri.

Untung saja saat ini masih tidak diperbolehkan suporter masuk stadion. Coba bayangkan betapa kecewanya mereka jika sudah mendukung langsung di stadion tidak ada kemenangan yang diraih dan sudah bayar tiket mahal pula.

Hasil sebaliknya justru didapat pada laga tandang. Dalam tiga laga tandang awal musim ini, semua dibabat habis dengan kemenangan. Berawal dari kemenangan dramatis atas Brighton & Hove Albion 3-2, disusul menang meyakinkan atas Newcastle United 4-1 dan terakhir atas Everton 3-1. 

Jika disambungkan dengan musim lalu, berarti ini menjadi pertama kali 7 kemenangan tandang beruntun di liga dalam 27 tahun terakhir.

Ada yang unik di sini. 28 tahun rekor buruk kandang dan 27 tahun rekor bagus di laga tandang. Tapi yang menjadi penasaran tentu mengapa Manchester United seperti "singa garang" saat bertandang di stadion lawan tapi justru menjadi "kucing" ketika bermain di rumah sendiri?

Terlepas dari kenyataan di lapangan bahwa antara laga tandang maupun tandang tidak berefek signifikan karena sama-sama digelar tanpa penonton. Namun tetap saja, menang di stadion kebanggaan akan menjadi lebih prestise dan kekalahan jadi hal yang memalukan.

Sumber: Wikipedia

Tapi memang sejak beberapa musim terakhir stadion Old Trafford sudah tidak terlalu menakutkan lagi seperti pada masa kejayaan United bersama pelatih legendaris Sir Alex Ferguson.

Sudah sangat sering United kehilangan banyak poin di Old Trafford, bahkan tidak jarang kalah dari klub-klub papan bawah. Apa mungkin pihak pengelola Old Trafford perlu sesekali untuk meruwat stadion barangkali ada yang perlu “dibersihkan” supaya tidak ketiban sial terus.

Bisa juga sebelum bertanding dikasih jampi-jampi atau apalah. Kalau masih gagal juga, bisa dicoba opsi terakhir menggunakan stadion atau lapangan lain. Hal ini sudah dilakukan oleh Real Madrid yang tidak menggunakan stadion utama mereka Estadio Santiago Barnebau selama masih ada larangan penonton.

Faktanya mereka juara Liga Spanyol musim kemarin, ya walau mungkin tidak ada hubungannya dengan pindah stadion, hehe. Siapa tahu United akan ketularan juara jika menirunya.

Nah, sebaliknya kandang lawan kini semakin akrab bagi squad Manchester United. Ingat juga beberapa waktu lalu menang secara mengejutkan di kandang Paris Saint Germain (PSG). Mengejutkan karena sebelumnya PSG diprediksi akan menang mudah mengingat United yang tidak konsisten di liga. Ternyata toh, Neymar Jr. dan kawan-kawan bisa dijungkalkan 1-2.

Kalau sudah begini, barangkali ada fans United yang berniat menghubungi petinggi FA atau operator Liga Primer Inggris supaya United jadwalnya tandang terus aja jika melihat fakta di atas. Soalnya kalo di kandang sendiri seringnya apes, sih.