Yesus adalah sang Juruselamat, Mesias, dan Putra Allah. Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa sama sekali. Yesus adalah Allah juga manusia, dan dari darahNya yang kudus itulah, kita diselamatkan olehnya, agar kita layak kembali di hadapan Allah dan memperoleh hidup yang kekal.

Jika kisah hidup Yesus dijadikan biografi, kita dapat melihat aksi Yesus yang mengagumkan. Yesus sebagai Allah dan manusia melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia sendiri. Hal ini disebut mukjizat Yesus. Di antaranya adalah mukjizat saat Yesus menyembuhkan orang, meredakan badai, mengusir setan, dan juga membangkitkan orang mati. Menurut saya mukjizat yang dilakukan Yesus ternyata ada juga makna tersembunyi, dan itu semua melebihi apapun dari kenyataannya. Makna tersebut juga merupakan pelajaran yang harus dapat diambil melalui iman.

Kita mulai dari mukjizat Yesus dimana ia meredakan badai. Setelah seharian lama mengajar, Yesus dan murid-muridnya berlayar di danau. Lalu badai mengamuk dan hampir menenggelamkan perahu Yesus. Sementara itu, Yesus sedang tidur karena lelah.

Seolah tidak peduli, salah satu muridnya membangunkan Ia dan berkata, “Guru, engkau tidak peduli kita binasa?”. Lalu ia terbangun dan menghardik danau itu dan berteriak, “Diam! Tenanglah!”. Ajaib, danau itu langsung tenang. Muridnya menjadi takut padanya dan heran.

Menurut saya, karena Yesus mati untuk menebus dosa kita, ibaratnya danau yang mengamuk itu adalah murka Allah. Karena Yesus telah menebus dan menyelamatkan kita, Allah menjadi tenang bahkan akan senang ketika kita ‘ditemukan’ kembali oleh Allah. Yesus juga akan bersukacita, jika kita kembali padanya. Ia memang marah pada kita karena melanggar dan tidak taat pada Allah, namun Yesus telah menguduskan kita sehingga kita bebas dari dosa dan diselamatkan.

Selanjutnya adalah ketika Yesus menyembuhkan orang. Ambil contoh seorang lumpuh yang digotong, lalu diturunkan melalui atap. Yesus lalu menemui dia dan berkata, “Hai anakku, dosamu telah diampuni”. Namun orang Farisi dan ahli Taurat berpikir mengapa Yesus berkata demikian, karena mereka tidak percaya Yesus adalah Mesias. Namun Yesus menghardik mereka, “Mengapa kamu berkata demikian dalam hatimu?

Manakah yang lebih mudah, berkata pada orang lumpuh ini, dosamu telah diampuni, atau bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?” Setelah berkata demikian, Yesus menyuruh orang lumpuh itu bangun dan pulang. Maka bangunlah ia dan pulang dengan bersukacita, orang yang menyaksikannya juga memuliakan Allah karenanya.

Orang lumpuh ini sudah pasti lumpuh karena sakit. Tidak mungkin ia berpura-pura sakit untuk bertemu Yesus dan meminta disembuhkan. Kita sebenarnya juga terserang penyakit, yaitu penyakit iman kita. Karena dosa kita, kita menjadi seperti orang sakit.

Kalau orang pilek terus-menerus bersin, ‘gejala’ penyakit ini adalah melakukan dosa terus menerus dan hanya satu orang yang bisa menyembuhkan, yaitu Yesus. Kematian Yesus merupakan kabar gembira karena kita disembuhkan dari penyakit dosa. Jika orang yang baru sembuh biasanya bersukacita, kita pun juga demikian. Kita bersukacita karena telah sembuh dari penyakit dosa.

Namun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat merupakan orang-orang yang tidak mengetahui, bahwa iman mereka sakit. Namun mereka tidak mau berobat pada Yesus. Mereka menganggap diri mereka baik-baik saja namun sebenarnya tidak. Jika orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mendengarkan Yesus, tentu Ia tidak akan mengecam mereka. Namun ketahuilah, iman kita semua sakit, jadi bertobat hanyalah satu-satunya obat agar sembuh.

Selanjutnya adalah ketika Yesus mengusir setan. Setelah Yesus sampai di salah satu rumah ibadah di Kapernaum, tiba-tiba ada seorang yang kerasukan setan. Setan itu menghardik Yesus dengan orang itu, namun Yesus menghardiknya balik dan berkata, “Diam! Keluarlah daripadanya!” Seketika itu juga, setan itu langsung keluar. Maka sekali lagi, takutlah orang-orang yang melihat itu semua.

Pendapat saya tentang peristiwa ini, kita sebenarnya hilang dan menjadi milik kuasa kegelapan karena kehilangan arah. Di saat inilah setan menguasai umat manusia sehingga kecenderungan manusia adalah melakukan dosa. Namun karena Yesus telah menyelamatkan kita, kita yang hilang menjadi ditemukan oleh Yesus.

Kita menjalani kehidupan baru yang berlawanan dengan kehidupan lama, jika kita datang pada Yesus. Kita juga diberi kekuasaan untuk melawan setan, namun kita juga perlu meminta pada TUHAN Allah agar Ia memberi kekuatan. Lawanlah setan dengan iman, maka ia akan pergi darimu!

Yang terakhir adalah ketika Yesus membangkitkan orang mati. Hal ini tentu sangat menakjubkan. Salah satu mukjizat ini adalah ketika Yesus sampai di Betania, kota tempat tinggal Maria dan Marta, serta saudara mereka Lazarus. Lazarus pada saat itu sedang sakit keras, lalu meninggal.

Setelah Yesus menemui Marta, ia berfirman, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepadaku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Dan orang yang percaya padaku, tidak akan mati selama-lamanya.”. Setelah Maria dan Marta mengantar Yesus ke kubur Lazarus, Ia membangkitkan Lazarus disana. Ia langsung bangun seperti orang bangun tidur. Lalu orang-orang langsung percaya pada-Nya.

Nah, anggaplah Lazarus adalah kita. Kita semua telah mati secara rohani karena hilangnya persekutuan kita dengan Allah. Karena kita mati, hubungan kita dengan Allah menjadi rusak. Namun kita dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus, sehingga kita hidup kembali. Seperti Lazarus yang dibangkitkan dari kematian, kita juga dibangkitkan dari kematian. Yesus menghidupkan kita kembali dengan mengalahkan maut yang menguasai kita dulu, dan sekarang Yesus Tuhan lah yang berkuasa atas kita.

Sungguh besar kuasa Yesus. Bahkan Ia tidak hanya mengajar, tapi oleh mukjizat ia juga mengajar. Ingatlah Yesus tidak hanya ingin menunjukan kuasaNya, melainkan Ia ingin menunjukan bahwa jika kita taat padanya, maka semua seperti yang telah dijelaskan diatas akan terjadi pada kita.

Yesus akan memadamkan murka Allah, menyembuhkan kita, mengusir setan yang menguasai kita, dan juga menghidupkan kita kembali. Ia adalah jalan yang benar dan sang anak domba Allah yang membawa kita, domba-domba yang hilang, menuju sang gembala yang kudus.

Yesus ingin kita merasa betapa besar cintaNya. Hanya saja kita yang merasa Allah mencintai kita tanpa sepengetahuan kita. Yesus mengetahui kita sejak dulu. Allah adalah Bapa yang MahaKuasa, tidak ada cinta yang melebihi cintaNya. Kerajaan Allah tidak tersembunyi, kita hanya ‘buta’ saja.

Kebutaan itu membuat kita berjalan tanpa arah, dan kita juga tidak akan tahu bahwa didepan kita adalah jurang. Yesus lah yang mengarahkan kita ke Kerajaan-Nya. Yesus pernah berfirman,” Tidak ada seorangpun yang akan datang pada Bapa, jika tidak melalui Aku”.