1 bulan lalu · 27 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 38795_84466.jpg

Move On! Selamat Tinggal Plastik

Saat ini, penggunaan plastik makin marak di setiap lini kehidupan masyarakat. Plastik dianggap sebagai bahan yang efisien dan efektif bagi para pengguna tanpa mengetahui konsekuensi yang diakibatkan dari penggunaan plastik tersebut.

Plastik merupakan bahan yang sulit diproses oleh tanah. Selain sulit, kandungan-kandungan dalam plastik juga sangat berbahaya bagi tanah beserta ekosistemnya. Plastik pun membutuhkan waktu yang lama apabila ingin diproses untuk menjadi material lain yang mungkin masih dapat dirasakan manfaatnya.

Untuk menghentikan kebiasaan buruk masyarakat sebagai individu yang konsumtif akan penggunaan plastik, perlu dirancang dan digerakkan sebuah terobosan baru mengenai hal tersebut. Salah satunya yakni menggantikan plastik dengan kertas sebagai bahan ataupun alat penunjang kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia sendiri, umunya penggunaan kertas hanya digunakan dalam bidang-bidang tertentu saja, seperti dalam lingkup formal yakni institusi pendidikan, pemerintahan, perbukuan, komunikasi, dan lain-lain yang dalam kegiatannya menggunakan kertas sebagai alat utama penunjang aktivitasnya.

Meskipun demikian, penggunaan kertas kini pun mulai tergeser seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga membuat masyarakat beralih ke mode yang tentunya lebih canggih dan praktis.

Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap industri yang bersangkutan. Penurunan jumlah konsumsi mengakibatkan pula jumlah produksi menurun. Jika hal demikian terjadi, bisa dipastikan industri yang merupakan salah satu penyumbang devisa ini akan mengalami kemunduran yang mungkin cukup signifikan.

Beberapa persoalan yang timbul ini, alangkah lebih baik kita sebagai masyarakat mampu mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Masalah pertama adalah rusaknya lingkungan dengan adanya material plastik yang mencemari unsur-unsur tanah. Ini adalah persoalan yang cukup serius.


Dan kertas dipilih sebagai bahan yang dianggap aman dan ramah lingkungan. Kertas yang juga terbuat dari bahan-bahan alami seperti serat kayu dan pelepah tanaman merupakan bahan yang tepat digunakan sebagai bahan pengganti plastik. Kertas pun lebih mudah terurai dibanding plastik.

Yang tak kalah pentingnya adalah, kesadaran masyarakat itu sendiri. Selain memakai plastik, mereka juga gemar membuang sembarangan tanpa ada sedikit saja inisiatif untuk mengolah ataupun menempatkan plastik itu sebagaimana tempatnya. Dan tentunya membangun kesadaran inilah yang sulit dilakukan.

Saat ini, penggunaan kertas sudah mulai digunakan di beberapa pusat perbelanjaan sebagai kantung untuk membawa belanjaan menggantikan plastik. Sulit memang, setidaknya hal tersebut dilaksanakan sebagai gerakan perubahan agar masyarakat mau beralih dari plastik ke kertas.

Mungkin, masih sedikitnya masyarakat yang menggunakan kertas bisa dipengaruhi oleh harga kertas yang kurang terjangkau. Dan jenis-jenisnya pun belum banyak. Namun semua itu bukan suatu hambatan untuk Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan tanpa sampah plastik. 

Indonesia dengan keanekaragaman hayati, serta kreativitas mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan menggunakan plastik dan bisa menjadi negara lain yang lingkungannya bersih serta nyaman tanpa plastik.

Diperlukan sosialisasi, dan bentuk kegiatan pemahaman dimana penggunaan kertas menjadi prospek utama. Demi terciptanya lingkungan yang bersih serta aman, diperlukan gerakan perubahan. Dimulai dari diri kita sendiri, dengan tidak lagi berbelanja ataupun membawa barang dengan plastik, dan menggantinya dengan kertas, atau bisa juga menggunakan tas berbahan kain sebagai penggantinya. 

Hal demikian lebih baik, sebab akan mengurangi jumlah sampah yang dari hari ke hari semakin menumpuk sehingga membuat ruang yang ada semakin sempit, dan akan menimbulkan masalah yang serius juga dikemudian hari.

Tidak hanya berpengaruh pada segi lingkungan, penggunaan plastik juga akan berdampak pada industri kertas itu sendiri, sebagaima yang telah diterangkan sebelumnya. industri kertas itu sendiri, sebagaima yang telah diterangkan sebelumnya. Industri kertas meruapakan salah satu sektor andalan bagi Indonesia sebagai pemasok devisa negara. 


Industri kertas Indonesia cukup berkembang dalam bidang ekspor keluar negeri. Jumlah permintaan kertas keluar negeri lebih banyak ketimbang dalam negeri. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan kertas masyarakat Indonesia yang masih minim dengan jumlah sekitar 32,6 Kg di tahun 2016.

Namun diluar minimnya penggunaan kertas, masalah serius yang ditimbulkan dari penggunaan plastik ini lah yang menjadi fokus. Penggunaan plastik yang kian bertambah setiap hari, belum lagi sampah yang kemarin yang masih dalam proses penguraian, akan sangat berdampak bagi kehidupan kita beberapa tahun mendatang.

Lingungan akan rusak, biodiversitas akan mengalami dampak yang berpengaruh terhadap kehidupannya. Mungkin dari kita semua belum begitu sadar saat ini akan dampak yang ditimbulkan. Akan tetapi, perlahan tapi pasti, kehancuran itu akan tiba seiring bertambahnya sampah plastik dan ketidaktahuan kita dalam menangani masalah plastik.

Kesadaran, kemampuan serta pengetahuan sangat dibutuhkan untuk menghadapi permasalahan yang ada. kita terlalu santai dengan kenyataan yang ada, dan tidak berupaya untuk melakukan perbaikan sehingga di masa yang akan datang kita tidak akan menghadapi kesulitan.

Tanpa pengetahuan, kita akan terus mengulangi hal tersebut, tanpa kemampuan, kita akan diam tanpa sebuah aksi dalam upaya perbaikan, dan yang terpenting, tanpa kesadaran, kita senantiasa acuh dan tak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar.

Mari kita jaga tanah kita bersama, dengan beralih ke kertas, menggunakannya dan juga berkreasi dengannya. Membuat kreasi-kreasi unik juga bermanfaat, dan pastinya aman bagi lingkungan.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kertas mudah didapat dan dibuat. Dengan bahan yang mudah didapat dan diolah, tidak menghambat peralihan bahan. Keinginan dan kemampuan dapat kita manfaatkan untuk menciptakan terobosan baru.

Bukan hanya beralih menggunakan kertas saja untuk melindungi lingkungan, tetapi ada banyak cara. Hal tersebut adalah salah satu cara dari banyak cara yang dapat digunakan, dan cara tersebut dianggap cukup efektif, karena mengurangi jumlah plastik yang selama ini menjadi sumber utama masalah yang ada.


Bukan berarti sudah menggunakan kertas tugas kita sebagai manusia untuk menjaga lingkungan selesai. Terkadang kita tidak menyadari bahwasanya ada perilaku kita yang secara tidak sadar dapat merusak alam. 

Membuang sampah yang tidak hanya berupa plastik, juga bisa merusak lingkungan apabila dilakukan dalam intensitas yang cukup siginifikan. Maka dari itu, tetap buang sampah pada tempatnya, kendati sampah tersebut tidak berbahaya, namun akan sangat tidak bagus jika dipandang.

Akan ada banyak masalah jika kita tetap teguh menggunakan plastik, bukan hanya soal unsur tanah yang akan rusak, tetapi masalah lain seperti terganggunya kesehatan akibat zat kimia yang bercampur dengan air dari bawah tanah lantas digunakan oleh masyarakat, dan masalah lain yang cukup krusial menanti setelahnya.

Mari kita sayangi tanah ini, sayangi bumi dengan menjauhi plastik. Sayangi bumi dengan menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Sayangi bumi dengan menggunakan kertas. Tidak semua orang memiliki kesadaran, tetapi kesadaran sendiri harus dimulai dari individu itu sendiri.

Semoga kita semua bisa move on dari plastik, dan berlabuh ke kertas. Kertas tidak ribet dan susah untuk digunakan, asalakan ada niat untuk beralih demi kehidupan yang lebih baik dengan lingkungan bersih dan aman.

Artikel Terkait