Bulan Ramadhan tak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga peluang menambah penghasilan. Ramadhan selalu membawa berkah bagi sejumlah pedagang musiman. Dari tradisi ini pulalah, akhirnya muncul fenomena bisnis musiman yang kerap dimanfaatkan para pengusaha dadakan semasa bulan suci. Mereka meraup keuntungan dengan berjualan kuliner khas Ramadhan.

Pedagang musiman adalah pedagang yang berjualan takjil, kembang api, dan beberapa barang dagangan lain yang hanya ada saat bulan Ramadhan. Beragam makanan pun disediakan mereka, mulai dari kolak, timun suri, kolang kaling, cendol, es teler, roti jala, sampai makanan berat maupun lainnya yang menjadi berkah tersendiri.

Ada banyak pedagang yang menjajakan dagangan pada saat bulan puasa. Apa aja ya?

1. Pedagang takjil

Saat bulan puasa gini pasti kamu sering sekali menemukan pasar kaget dadakan. Ya, pasar ini merupakan sebutan untuk tempat-tempat tertentu di mana kamu bisa menemukan segerombolan pedagang. Biasanya mereka menjual dagangannya di pinggir jalan, mulai dari makanan kecil dan minuman untuk menu buka puasamu.

2. Pedagang gorengan

Memang benar, meskipun tak bulan puasa kamu juga bisa menemukan pedagang gorengan. Namun, pedagang gorengan semakin melimpah saat bulan puasa bukan? Terkadang ibu-ibu rumah tangga yang tadinya bukan pedagang gorengan di hari biasa, ikut menjual gorengan pada saat bulan puasa.

3. Pedagang timun suri

Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa timun suri hanya ada di bulan Ramadhan. Padahal, penanaman timun suri tidak mengenal musim lho! Tanaman ini termasuk dibudidayakan setiap saat seperti melon, semangka, dan timun di pesisir barat Pulau Jawa. Namun, permintaan buah di hari biasa sepi, tidak banyak pembeli dan akan melonjak saat bulan puasa. Karena hal ini lah petani timun suri berbondong-bondong menanamnya di bulan Ramadhan.

Timun suri menjadi laris karena merupakan buah yang sangat segar jika dijadikan menu buka puasa. Apalagi kalau disajikan bersama sirup dingin. Oleh karena itu, timun suri pun ramai dijual hanya waktu-waktu tertentu, seperti saat ini.

4. Pedagang kuliner khas ramadan

Berbeda dengan takjil, kuliner khas Ramadan ini menyediakan makanan besar. Biasanya makanan yang dijual seperti sotong pangkong, mie glosor, gulai siput, godok batinta, pakat rotan, sate susu, dan masih banyak lagi lainnya.

5. Pedagang bunga

Pedagang bunga ini biasanya memanfaatkan momen di awal dan akhir puasa. Mereka banyak berjualan di kawasan pemakaman. Kenapa? Karena banyak orang yang berziarah untuk mendoakan keluarga yang telah tiada sebelum lebaran tiba.

6. Pedagang kembang api atau mercon

Saat Ramadhan, pedagang kembang api pun bermunculan. Momen yang identik dengan mercon, apalagi di kalangan anak kecil. Karena banyak anak kecil yang merayakannya dengan bermain kembang api dan mercon, padahal buat menyalakan saja terkadang mereka takut. Bagi mereka, ini adalah hal yang menyenangkan, berkumpul dengan teman-teman dan keluarga untuk bisa bermain bersama-sama. Siapa nih dulu yang abis tarawih suka main mercon?

7. Pedagang penukaran uang

Pedagang ini akan banyak kamu jumpai menjelang hari Raya Idul Fitri. Sebab, biasanya momen ini banyak dijadikan orang yang ingin bersedekah atau berbagi rezeki kepada keluarga dan saudara-saudaranya. Oleh karena itu, biasanya mereka akan menukarkan uang menjadi pecahan yang lebih kecil untuk dibagi-bagikan sehingga jasa ini sangatlah membantu. Jadi, tidak heran selama bulan puasa kita sering melihat pedagang penukaran uang di pinggir jalan.

Dan selain pedagang musiman yang membludak, hal yang dirindukan dari bulan suci ini adalah aneka makanan khas yang cuma muncul setahun sekali. Ada yang membuatnya sendiri di rumah, ada banyak juga yang menjualnya.

Inilah 8 Kuliner Khas Bulan Ramadhan yang selalu ngangenin :

1. Kurma

Buah yang berasal dari timur tengah ini, selalu hadir di Bulan Ramadhan. Meskipun di hari biasanya Kurma juga bisa kita dapat di toko oleh-oleh khas Arab, tapi di Bulan Ramadhan kita bisa dengan mudahnya menemui buah manis ini di toko-toko waralaba terdekat maupun di setiap acara buka bersama. Karena, memakan buah kurma saat berbuka puasa merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW bagi umat muslim.

Buah kurma sarat gizi yang tinggi dengan berbagai macam manfaat. Misalkan saja seperti mengatasi anemia, menjaga gigi dan tulang, mencegah stroke, mencegah jantung koroner, menjaga kesehatan mata, dan melancarkan buang air. Bahkan ternyata buah kurma mempunyai anti oksidan yang cukup tinggi. Buah kurma juga mempunyai kadar gula alami yang baik dan sehat.

2. Kolak

Menu dessert manis ini sangat populer sebagai takjil berbuka puasa. Rasa manis dengan kuah santan ditambah pisang dan ubi jalar yang legit mampu mengembalikan energi yang hilang. Tambahkan potongan kurma atau kolang kaling tentu semakin lezat rasanya.

3. Gorengan

Makanan khas Ramadhan lainnya yang menjadi favorit di setiap wilayah Indonesia adalah Gorengan. Gorengan terdiri dari bakwan, ubi, tahu, pisang dan lain-lain. Disajikan dalam kondisi masih hangat merupakan cara terbaik untuk menikmatinya. Namun, penting untuk diingat bahwa jangan terlalu banyak mengonsuminya demi mencegah kadar kolesterol.

4. Es Timun Suri dan Blewah

Es Timun Suri menjadi salah satu minuman berbuka puasa yang khas dan menyegarkan. Sajian sederhana berupa timun suri diserut dengan air gula atau sirup dan ditambah es batu menjadi pilihan yang tepat. Rasanya segar manis menjadi pelepas dahaga yang pas saat kita berbuka.

Entah mengapa es segar di atas selalu mengalami kejayaannya di bulan Ramadhan. Dua es itu sangat jarang kita temui selain di Ramadhan, kita bisa menemui penjual dadakan di sepanjang jalan yang menjajakan khas Ramadhan tersebut. Sekadar dicampur sirup dan susu kental manis, atau ditambah potongan agar-agar dan buah lainnya, baik timun suri maupun blewah memang begitu segar dan nikmat disantap untuk berbuka puasa.

5. Roti Jala

Roti jala merupakan hidangan asli dari Timur Tengah yang telah beradaptasi di lidah Melayu. Teksturnya tipis dan ringan, dengan bentuk seperti jala. Adonan utamanya tepung terigu dan telur, mirip seperti pancake atau crepes. Roti jala dihidangkan dengan kuah yang tersedia, bisa manis atau asin. Untuk rasa asin biasanya didapatkan dari kuah kari ayam atau kambing, sedangkan kalau manis dari gula manis santan atau durian.

6. Kue Lopis

Rasa manis yang legit membuat makanan ini diburu untuk berbuka puasa. Kepopulerannya si manis sudah dalam level nasional, hampir di setiap daerah ada. Tekstur kenyal dan lembut dengan bahan utamanya ketan putih. Umumnya berbentuk segitiga dan berwarna hijau, dibungkus dengan daun pisang. Jika dihidangkan, jangan lupa disiram dengan kuah gula merah dan juga taburan kelapa parut di atas kue lopis.

7. Kicak

Kicak adalah makanan yang terbuat dari singkong yang dikukus. Kicak terbuat dari beras ketan tumbuk, dicampur dengan taburan kelapa parut dan irisan nangka sebagai pelengkap. Rasa manis dan aroma nangka akan membangkitkan selera, terutama ketika dibungkus dengan daun pisang.

8. Bangka Kopyor

Satu lagi penganan khas Ramadhan yang berbahan baku buah Nangka, yakni Bangka Kopyor. Penganan manis ini merupakan kepanjangan dari bubur nangka dan kelapa kopyor. Menu yang hanya dapat ditemui saat Ramadhan tersebut terbuat dari tepung terigu, buah kelapa kopyor, pisang, nangka, santan serta roti tawar.

Hayoo, kalau kamu lebih suka berbuka dengan kuliner yang mana, nih? Pastinya jangan kebanyakan ya, makan dan minum secukupnya saja.