Di berbagai kantor dan tempat kerja, seringkali disediakan berbagai macam fasilitas perusahaan untuk kepentingan karyawan. Fasilitas Perusahaan disediakan untuk tujuan menjalankan bisnis sehingga tidak boleh digunakan untuk kepentingan selain untuk menunjang kebutuhan Perusahaan. 

Perusahaan dan pengguna akan melindungi dan memperlakukan fasilitas tersebut dengan baik, tidak melakukan apapun yang dapat mengurangi nilainya apa lagi ingin mengubahnya.

Pentingnya melindungi fasilitas kantor tidak hanya semata-mata untuk kepentingan Perusahaan, tetapi juga diartikan sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pegawai untuk memudahkan melakukan aktivitas yang menjadi tugasnya, lebih dari itu ialah sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawan atas segala kontribusinya terhadap Perusahaan. Oeh karena itu sudah seharusnya pegawai melindungi dan menghargai fasilitas yang diberikan.

Penggunaan fasilitas kantor dalam praktiknya banyak ditemui kisah-kisah menarik, Berikut cuplikan pembicaraan atar pegawai perusahaan dengan temannya tentang penggunaan fasilitas kantor. Pada suatu hari sebut saja Ridwan sebagai pegawai perusahaan yang mendapat fasilitas kantor berupa mobil dinas pergi menuju ke kantor, pada saat bersamaan bertemu temannya sebut ssaja Mail yang sedang menunggu angkutan menuju ke kota.

Ridwan
:
Mau pergi kemana Mail, tumben pagi-pagi sudah ada di jalan,  hehehe
Mail
:
Hei Wan, ah kamu ini,  aku lagi nunggu angkutan mau ke kota.
Ridwan
:
Ya udah ikut aja, aku juga mau ke kantor, searah kita.
Mail
:
Oke lah, siap.
Selanjutnya dalam perjalanan, dimana Ridwan membawa mobil secara ugal-ugalan. Tidak tahan dengan keadaan seperti ini, Mail memberanikan bertanya kepada Ridwan.
Mail
:
Wan, maaf nih, kok kamu bawa mobil tidak  nyaman banget sih, itukan banyak lubang-lubang dijalan. Kok kamu sikat terus sih, bisa cepat hancur nih mobil. Apa tidak sayang dengan mobil ini Wan?
Ridwan:
:
Udah lah tenang aja bro, ini kan mobil kantor, nanti kalau rusak juga diperbaiki. Tenang Bro, kantor saya banyak duitnya, apa lagi ini mobil kan pake asuransi. Nikmati aja, kan jarang-jarang kamu naik mobil, he he.
Mail
:
iya sih. Tapi kayaknya bukan hanya itu Wan. Saya takut, kalo terjadi apa-apa, terjadi kecelakaan misal nya tertabrak atau terbalik, bisa berabe kita.
Kamu sih enak, perusahaan menangung perawatannya, kan ada asuransinya. Nah kalau aku bagaimana, siapa yang nanggung. Mana aku masih menganggur lagi. Ujung-ujungnya orang tua aku lagi yang repot
Ridwan
:
He he he. Tenang aja, semoga tidak terjadi kecelakaan ya. Banyak-banyak doa aja bro.
Mail
:
Ah, parah kamu Wan. Kalau begini mendingan aku turun aja di depan ya. Sepertinya lebih aman naik angkot daripada nebeng sama kamu.


Cuplikan cerita diatas mungkin banyak terjadi pada kasus-kasus lain misal penggunaan fasilitas-fasilitas elektronik, penggunaan sarana olahraga perusahaan, mulai dari yang hal yang paling remeh sampai ke hal yang lebih erat.

Pertanyaan besarnya, apakah kita yang menerima fasilitas dari perusahaan sudah menjaganya seperti kita menjaga barang milik kita pribadi? Tentu berbeda bukan, ketika barang yang dibeli dengan keringat kita sendiri, tentu kita akan menjaganya dengan sepenuh hati. 

Jangankan 'menghajar' lubang di jalan ketika kita memakai mobil pribadi, ketika bertemu jalan yang sedikit tidak rata saja kita akan memelankan laju kendaraan tersebut. Atau kita akan rajin merawat dan memastikan barang tersebut dalam kondisi baik, tidak akan kita biarkan menjadi rusak. 

Kita akan sayangi dan jaga dengan sepenuh hati, sebab untuk membeli yang baru belum tentu kita akan mampu.

Dalam kasus Ridwan dan mobil kantornya, menunjukkan adanya perilaku tidak etis. Perilaku tidak etis tersebut menunjukkan tidak bertanggungjawabnya pengguna fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan, seakan-akan merasa tidak memiliki fasilitas yang diberikan, tidak melindungi nilainya serta tidak menghargai apa yang sudah diberikan oleh Perusahaan. 

Sudah nyata pengguna seperti itu tidak pantas menerima fasilitas dari Perusahaan, dan tentunya banyak pegawai yang lain siap menunggu untuk menggunakan fasilitas tersebut serta menjaganya.

Diperlukan suatu aturan yang jelas dalam penerapan penggunaan fasilitas-fasulitas Perusahaan, termasuk penggunaan fasilitas Perusahaan untuk kepentingan pribadi harus juga diatur seperti meminta izin penggunaannya dengan memerlukan persetujuan terlebih dahulu. 

Ingatlah, bahwa ketika perusahaan dapat menekan beban pengeluaran, tentunya laba perusahaan akan lebih besar, dan seharusnya pegawai dapat menerima bonus-bonus yang lebih besar. 

Sudah menjadi kewajiban pengguna fasilitas kantor untuk memastikan setiap aset Perusahaan digunakan sesuai dengan peruntukkannya dan digunakan dengan semestinya dalam menunjang kegiatan sehari-hari.

Oleh karena itu, perlakukanlah fasilitas kantor dengan sebaik-baiknya. Ingat, kantor adalah tempat kita mencari sesuap nasi, mencari penghasilan demi kebutuhan keluarga kita. 

Kita seharusnya bersyukur bahwa kita masih memperoleh fasilitas tersebut. Jadi, jangan tunda lagi, jaga dan rawatlah aset kantor kita dengan sebaik-baiknya. Hiduplah penuh keberkahan, karena kantor atau perusahaan adalah rumah kedua kita.