Kehamilan adalah momen yang paling ditunggu oleh suatu keluarga, sehingga menjadi salah satu hal yang sangat dijaga, namun di samping itu juga menjadi hal yang paling dikhawatirkan oleh para ibu hamil. 

Kehamilan sendiri merupakan suatu peristiwa yang alamiah terjadi bagi wanita. Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum serta dilanjutkan dengan nidasi dan implantasi

Pada masa kehamilan sangat membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah dan mengetahui penyakit-penyakit yang dijumpai, baik pada masa kehamilan maupun proses persalinannya.

Perhatian khusus pada masa kehamilan ini terkadang membuat seorang ibu hamil merasakan kekhawatiran. Tak jarang para ibu hamil akan mencari berbagai informasi yang dibutuhkan untuk menjaga ataupun merawat kehamilannya. 

Dalam pencarian informasi tersebut, kebanyakan akan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar atau lingkungan masyarakat sekitar. Dari informasi yang didapat, bisa saja bersumber dari hasil pemikiran masyarakat itu sendiri, sumber terpercaya  seperti tenaga kesehatan, pengaruh dari gaya hidup masyarakat tersebut atau bahkan adat istiadat. Sehingga dari berbagai informasi yang didapatkan dapat berujung pada hal-hal yang berbau mitos.

Secara teori masa kehamilan tidak jarang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor fisik , faktor psikologis, faktor lingkungan sosial budaya, gaya hidup ekonomi, serta mitos yang termasuk dalam faktor gaya hidup. 

Di samping kita perlu mengetahui bagaimana mitos dapat masuk dalam kalangan masyarakat, dan menurut seorang pakar, mitos merupakan suatu cerita atau prasangka yang berasal dari suatu daerah atau budaya tertentu yang dianggap sebagai suatu hal yang benar pada cerita dahulu. 

Sehingga cerita mitos ini telah beredar di kalangan generasi sekarang dan tersebar di lingkungan masyarakat. Pada umumnya keyakinan akan mitos pada ibu hamil berawal dari cerita orang tua terdahulu atau nenek moyang kepada keturunannya yang dikemudian hari menjadi suatu hal yang dikhawatirkan sampai diyakini. 

Tidak terlepas dari faktor lingkungan sosial budaya serta gaya hidup merupakan pendorong terbesar beredarnya mitos-mitos ini masuk dengan mudah di lingkungan masyarakat. Sehingga setiap daerah memiliki cerita mitos yang berbeda beda.

Kembali pada kebutuhan informasi edukasi pada masa kehamilan yang diperlukan oleh seorang ibu hamil akan menjadi sebuah bentuk antisipasi seorang ibu hamil untuk menjaga kehamilannya tersebut. 

Jika seorang wanita hamil terlalu percaya akan mitos-mitos yang beredar, maka kemungkinan yang terjadi adalah ibu hamil tersebut akan melakukan atau menghindari suatu pantangan-pantangan yang ia anggap akan mengancam masa kehamilannya. Mulai dari pantangan untuk melakukan suatu aktivitas hingga pantangan mengonsumsi suatu makanan.

Pada kenyataannya ibu hamil yang terlalu mempercayai akan mitos-mitos yang beredar dapat memberikan dampak buruk pada kehamilan. Salah satu dampak dari terlalu percaya pada mitos adalah mengalami kekurangan gizi pada masa kehamilan. Pasalnya, banyak dari mitos yang beredar selalu berkaitan dengan jenis-jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil karena dipercaya dapat mengganggu kehamilan.

Mitos pada masa kehamilan yang sering dipercayai contohnya tidak boleh makan ikan, harus banyak minum air kelapa, nanas dapat memicu keguguran, dll. Pada kenyataannya jenis makanan yang dihindari ini memiliki kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dengan tetap memperhatikan tarakan kebutuhannya.

Pasalnya memenuhi kebutuhan zat gizi selama masa kehamilan merupakan persiapan terbaik untuk menyambut  kelahiran sang bayi. Agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi saat masa kehamilan, penting untuk memastikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. 

Kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan pada masa kehamilan yaitu jenis makanan yang mengandung banyak protein, kalsium, zat besi, dan vitamin.

Untuk menghindari terjadinya dampak kekurangan gizi akibat mitos yang beredar, sebagai seorang tenaga kesehatan perlu melakukan edukasi kepada ibu hamil agar lebih bijaksana dalam menyikapi informasi-informasi yang didapatkan mengenai seputar kehamilan. 

Selain bijak dalam mengelola informasi, ibu hamil diharapkan untuk melakukan konseling kepada orang yang tepat seperti bidan ataupun dokter, agar pada masa kehamilan ibu mendapat asuhan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil terutama kebutuhan gizi. 

Di samping itu, saat ini lingkungan masyarakat juga penting dalam mendukung pola kebutuhan ibu hamil, sehingga pemerintah perlu memberikan edukasi di lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, untuk menghindari dampak buruk kesehatan pada masa kehamilan ibu diharapkan tidak terlalu percaya akan mitos-mitos yang beredar dan lebih bijaksana dalam menyikapi informasi yang didapatkan. Selain itu peran keluarga dan lingkungan masyarakat juga penting untuk diperhatikan. 

Maka diharapkan pemerintah dapat ikut serta dalam menerapkan kebijakan pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti memberikan edukasi kesehatan yang tepat bagi masyarakat. 

Di samping itu, sebagai tenaga kesehatan juga perlu memberikan asuhan yang terbaik kepada ibu hamil, agar memastikan setiap kebutuhan ibu bisa terpenuhi sebagai persiapan terbaik untuk menyambut kelahiran sang bayi.


Daftar Pustaka

Iffah, Dewi P, Mariamu. (2020). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil  

Dengan Mitos Kehamilan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa. Akademia Kebidanan Harapan Ibu

Retnaningtyas E. (2022). Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui

Edukasi Mengenai Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil. Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia