Seperti yang sudah kita ketahui bahwa literasi adalah kemampuan membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, mengamati, membuat penilaian, dan terlibat dalam pemikiran kritis. Literasi adalah proses multilangkah yang menumbuhkan pemahaman segar dan pemahaman yang mendalam.

Literasi berfungsi sebagai sarana komunikasi antara individu dan masyarakat umum serta sarana bagi individu untuk menjadi anggota masyarakat yang aktif. Orang terpelajar dalam pandangan ini adalah mereka yang bisa membaca, menulis, dan tidak buta huruf.

Literasi sulit didapat di Indonesia karena menurut data survei penduduk negara baru-baru ini, minat baca di Indonesia sangat rendah. Pendidikan masyarakat di Ciputat cukup memprihatinkan.

Ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam program pendidikan umum Kawasan Ciputat. Untuk itu perlu ada kesadaran baik dari diri sendiri maupun dari pemerintah sekitar. Berdasarkan informasi yang dirilis World Population Review, Indonesia kini berada di peringkat 54 dari 78 negara dalam hal globalisasi sektor pendidikan per tahun 2021.

Pengamat Pendidikan Budi Trikorayanto dalam keterangan yang dipublikasikan oleh DW mengatakan bahwa banyak hal utama yang perlu mendapatkan perubahan besar dari pendidikan di tanah air, yakni melakukan pemerataan pendidikan sehingga seluruh masyarakat dapat memajukan pendidikan, meningkatkan kualitas siswa, dan memfasilitasi pendidikan gratis bagi masyarakat umum.

Masalah kemiskinan menjadi alasan utama mengapa seseorang tidak mampu memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Fakta yang sangat memprihatinkan, kasus pencurian seperti ini kerap terjadi di Kawasan Ciputat. Pendidikan memberikan kemampuan untuk berkembang melalui potensi diri, penguasaan ilmu, dan keterampilan diri, yang menjelaskan hubungan kuat antara kemiskinan dan pendidikan.

Walaupun pendidikan tinggi tidak menjamin tidak adanya pencurian, seseorang yang telah mengenyam pendidikan tinggi mampu mengendalikan tindakan dan nasibnya sendiri.

Kebutuhan masyarakat Ciputat yang sangat tinggi akan bantuan membuat bantuan yang tersedia tidak mencukupi. Alhasil, hal tersebut menjadi alasan utama mengapa seseorang merasa terpaksa saat melakukan perbuatan tersebut.

Selain itu, banyak anak kecil yang tinggal di bawah umur yang sudah melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan orang dewasa, seperti mengamen, memarkir kendaraan, dan tugas serupa lainnya. Yang bertolak belakang dengan kewajiban anak yang seharusnya bersekolah bukan melakukan pekerjaan seperti orang dewasa.

Pekerjaan saat ini cukup sulit karena tingkat pendidikan masyarakat pun rendah. Angka pengangguran di Kawasan Ciputat pun meningkat. Masyarakat tidak terlalu aman, dan itulah mengapa pencurian diperlakukan sebagai salah satu masalah sosial terpenting. Isu-isu sosial seperti pembegalan, preman, perilaku cabul, aksi, dan meningkatnya angka kematian bunuh diri

kemungkinan besar akan sering muncul sebagai akibat dari penurunan angka buta huruf bangsa ini. Faktor kunci untuk memastikan status pencurian bisa berubah adalah pendidikan.

Di Kawasan Ciputat, mayoritas penduduknya hanya mengenyam bangku sekolah dasar. Banyak anak tidak tamat sekolah karena lebih senang mencari uang daripada belajar, sehingga pendidikan menjadi pilihan kedua. Dengan literasi yang sangat minim, orangtua mereka hanya mampu mendidik dengan kemampuan nya sendiri. Dan kemiskinan jelas merupakan alasan utama mengapa mereka tidak menyekolahkan anak-anak mereka yang masih kecil ke sekolah yang terbaik.

Tingkat keamanan seseorang terhadap barang miliknya mungkin membuatnya mereka merasa aman untuk menjaga barang-barang milik pribadi, terutama kendaraan bermotor. Selain itu, terdapat faktor lain yang turut menjadi penyebab terjadinya pencurian kendaraan bermotor tersebut, antara lain banyaknya jalan kecil, adanya lingkungan yang tidak ramai , dan mudahnya kendaraan dapat dikemudikan di jalan raya.

Banyak orang tidak menyadari bahwa berbagai jenis kejahatan dapat terjadi dan melukai mereka atau orang-orang di sekitar mereka. Namun, jika komunitas tersebut dibiarkan sendiri, akan ada banyak kesempatan bagi mereka untuk melakukan tindakan tersebut terulang kembali.

Berbagai tindakan telah dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kembali penyebab pencurian motor, seperti melakukan pengamanan tambahan pada kendaraan, memagari rumah pribadi, memasang kamera keamanan, dan tindakan serupa lainnya. Sampai saat ini, belum ada metode yang efektif untuk menangani kasus ini.

Pendidikan moral yang tidak sempurna, juga sangat mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Namun, Pergaulan benar-benar merusak naluri dan perilaku sehari-hari mereka.

Dari minimnya literasi masyarakat, masalah sosial akan sering muncul. Dan pasti ada pihak yang akan dirugikan. Dampak-dampaknya tidak hanya berdampak pada diri sendiri. Pendidikan terbaik untuk anak-anak tidak banyak disediakan oleh orang dewasa yang berpengetahuan. Tergantung pada tingkat pendidikan mereka saja. Pelaku tindak kejahatan dapat mengambil tindakan apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan jika itu bukan jalan yang terbaik.

Peranan dan kebijakan keamanan anggota di kawasan setempat sangat dinantikan oleh masyarakat. Jika terjadi tindak pencurian atau kejahatan lainnya masyarakat sebaiknya tidak ragu untuk melaporkan pelaku pencurian kendaraan bermotor untuk segera menghubungi pihak yang berwenang dengan menunjukan bukti dan mendapatkan izin untuk menegakkan pengamanan terhadap informasi pribadi, keluarga, dan harta bendanya.