Perguruan Pencak Silat (PPS) Pandawa Lengkong Cabang Bekasi rayakan milad yang ke 21. Perayaan yang di gelar khitmad ini menjadi momentum yang rutin tiap tahunnya. Acara milad ini berlangsung di Lapangan komplek SMK Sumber Pertama Bangsa, Bojong Menteng, Kota Bekasi.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan upacara dan penyerahan ijazah kenaikan tingkat kepada anggota PPS Pandawa Lengkong oleh Pembina dan Ketua PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi.

Upacara peringatan milad ini dipimpin langsung Pembina PPS Pandawa Lengkong Bekasi Bpk Ustad Karsun, dalam sambutannya, pembina Pandawa Lengkong Bekasi ini menyampaikan beberapa hal yang menjadi ajang renungan seluruh anggota dan peserta milad PPS Pandawa.

Salah satunya adalah, pesan tentang nilai filosofis yang ada dalam setiap ajaran dan pendidikan yang dilakukan di perguruan pencak silat ini. Pandawa yang merupakan singkatan dari "Pamili Anu Nungtut Dialajar Walagri Ati" memiliki arti mendalam bahwa setiap ajaran dan nilai pendidikan yang ada dalam pencak silat ini adalah untuk membentuk manusia yang WALAGRI ATI, dimana yang dimaksud dengan Manusia Walagri Ati itu adalah Manusia yang berfikir, bertindak, dan berperilaku suci.

Selain upacara pembukaan dan penyerahan ijazah kenaikan tingkat anggotanya, acara milad ini dilanjut dengan sarasehan antara pembina, pelatih dan para anggota.

Dalam sarasehan milad, Ponda Wartanto selaku ketua sekaligus pelatih juga menyampaikan beberapa hal penting seperti sejarah singkat hadirnya PPS Pandawa di kota Bekasi dan harapan semoga PPS Pandawa semakin berkembang dan semakin mampu menebarkan manfaat.

Dalam sambutan ini, disinggung juga bahwa di usia yang ke 21 tahun ini, jumlah keseluruhan anggota PPS Pandawa Lengkong terhitung sudah mencapai ratusan, namun demikian, karena kesibukan apalagi lokasi PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi yang notabennya kota Bekasi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, banyak anggota yang menjadi kurang aktif.

Hal demikian justru harus menjadi pecutan semangat bagi kita semua yang masih bisa aktif dan berkegiatan. Pertemuan setiap anggota pada penyelenggaraan milad ini menjadi hal yang sangat berkesan mendalam.

Pasca sarasehan, acara di lanjut dengan pembacaan tahlil, dan pemotongan tumpeng secara simbolis dan dilanjut dengan makam bersama seluruh peserta milad yang terdiri anggota, pelatih, pembina dan warga sekitar RW 5 Bojong Menteng, Kota Bekasi sebagai wujud syukur atas usia PPS Pandawa Lengkong yang ke 21 ini, semoga PPS Pandawa Lengkong mampu tetap konsisten memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya.

Konsisten Melestarikan Budaya di tengah Kota

Indonesia sebagai negara yang terkenal dengan berbagai budaya yang ada merupakan anugerah yang patut kita syukuri. Keragaman budaya yang menjadi ciri khas setiap daerah, wilayah, suku, dan bangsa Indonesia ini bahkan menjadikan Indonesia terkenal di kancah dunia.

Salah satu bentuk syukur atas kebudayaan ini adalah dengan senantiasa melestarikan budaya yang ada, budaya yang sudah hadir dan hidup di tengah perkembangan manusia dengan segala dinamisasinya. Melestarikan budaya, apalagi budaya yang sarat akan nilai kebaikan dan spiritualitas yang positif adalah tanggung jawab setiap warga negara Indonesia

Melestarikan budaya di lokasi perkotaan tentu bukan menjadi hal yang mudah dilangsungkan, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Apalagi dengan kenyataan banyaknya anak - anak serta muda mudi yang ikut menjadi anggota PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi, selain menjadi kegiatan pelestarian budaya ini juga sekaligus memberikan wadah perkembangan anak dan remaja serta meminimalisir gaya pergaulan yang cenderung negatif. 


Hal serupa, misalnya yang dilakukan oleh Perguruan Pencak Silat (PPS) Pandawa Lengkong Cabang Bekasi. Perguruan yang memiliki pusat di Tasikmalaya Jawa Barat ini dengan cabangnya di Kota Bekasi konsisten dalam melestarikan salah satu kebudayaan hasil warisan dari pendahulu sesepuh seni bela diri, ini menjadi menarik apalagi kehadirannya di tengah Kota Bekasi yang mobilitasnya sudah sangat padat.

Disisi lainnya, kota Bekasi sebagai kota penyangga ibu kota Jakarta yang kencang akan arus modernisasi juga menjadi tantangan tersendiri untuk PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi konsisten melakukan pelestarian kebudayaan ini.

Geliat pelestarian budaya yang hadir di PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi nampak dilakukan dengan rutinitas latihan-latihan dan pagelaran budaya yang dilakukan serta aksi sosial lainnya. Kegiatan ini pun sudah berlangsung lama dan dilakukan konsisten dari waktu ke waktu. 

Dalam ajaran PPS Pandawa Lengkong, setiap anggotanya bukan dilatih secara fisik atau lahir saja, tapi para anggota juga dilatih secara batin juga. Misalnya seperti yang disampaikan oleh Pembina PPS Pandawa Lengkong Bpk Ustad Karsun bahwa nilai filosofis yang ada dalam setiap ajaran dan pendidikan yang dilakukan di perguruan pencak silat ini. 

Pandawa yang merupakan singkatan dari "Pamili Anu Nungtut Dialajar Walagri Ati" memiliki arti mendalam bahwa setiap ajaran dan nilai pendidikan yang ada dalam pencak silat ini adalah adalah untuk membentuk manusia yang WALAGRI ATI, dimana yang dimaksud dengan Manusia Walagri Ati itu adalah Manusia yang berfikir, bertindak, dan berperilaku suci.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi Ponda Wartanto dalam sarasehan milad ke 21 sabtu malam. pencak silat ini bukanlah hal yang bersifak klenik, justru melalui latihan yang dijalankan di pencak silat ini, berbagai nilai pelajaran serta kebaikan mampu senantiasa hadir, nilai-nilai semacam ini juga yang akan berguna bagi kehidupan sosial kita. Selain bermanfaat demikian. 


Latihan pencak silat ini juga menjadikan tubuh kita sehat dan bugar, seperti kata pepatah "di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat", mengikuti latihan pencak silat bukan hanya bermanfaat bagi fisik tapi juga bagi segi batin.

Tak lupa, harapan juga disampaikan oleh Mas Ponda selaku ketua, bahwa dalam momentum milad 21 ini, semoga membangkitkan semangat yang pernah aktif, bisa olahraga kembali dan menghidupkan kembali tradisi budaya kita ini.

Khususunya bagi para pemuda, perlu disampaikan bahwa semangat untuk melestarikan budaya yang bernilai adiluhung ini adalah tugas kita bersama.