Jakarta - Analisa mengatur keuangan dengan cara "angka 10" dari hitungan hari selama satu bulan, bisa dilakukan awal bulan, di tengah dan di akhir bulan. Lebih tepatnya dari tanggal 1 - 10, tanggal 10 - 20 dan tanggal 20 - 31, kita bisa memilih diantara periode 3 tanggal tersebut sesuai dengan pilihan individu masing-masing. Karena pada dasarnya mengatur keuangan disini lebih kepada "persiapan dan perencanaan" sebelum uang yang akan dikeluarkan setiap bulannnya.

Angka 10 ini untuk mengajak berpikir jangka pendek setiap penghasilan dan pengeluaran bisa lebih rinci saat digunakannya. Sehingga tahapan jangka panjang jauh lebih mudah menganalisanya terutama besar kecilnya pemasukan yang kita terima. Memang sih, kebutuhan setiap manusia berbeda-beda menyesuaikan "kantong dan dompet" bisa lebih cepat karena keuangan sudah cukup memadai dan bisa sebaliknya karena pengaturan keuangan pas-pasan.

"Catatan dan evaluasi" dari pengeluaran setiap harinya menjadi pendoman yang kuat, sebetulnya apa sih poin-poin yang penting dan hal apa saja yang kita keluarkan untuk kebutuhan hidup. Mungkin sebelumnya anda sering mendengar bagaimana mengatur keuangan yang baik dan intinya penghasilan bulanan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga, berbeda dengan pembahasan kali ini menitik beratkan kepada evaluasi keuangan supaya kita semua tidak hanya pandai mengatur keuangan saja namun lebih hebat juga mengavaluasinya.

Selanjutnya saya akan uraikan tips atau trik mengelolah keuangan "tidak hanya pintar mengatur keuangan namun cerdas juga evaluasi keuangan yang di keluarkan" berikut penjelasannya : 

#Menetapkan List Pengeluaran :

Cara ini mungkin sudah sering dilakukan oleh masyarakat umum lainnya. "Ya" paling mencatat untuk mengetahui pengeluaran setiap bulannya, artinya bisa dilakukan "sebelum biaya dikeluarkan atau setelah biaya digunakan". Keduanya efektif juga, tergantung selera mau menggunakan yang mana, yang jelas bisa memastikan terhadap biaya diluar kemampuan maksudnya kemauan yang tidak di dukung oleh ketersediaan dana yang kita miliki. Sehingga secara tidak langsung sudah bisa diprediksikan biaya apa saja yang akan digunakan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
*** 
"Kuncinya" agar pencatatan dilakukan dengan detail dan rinci untuk melakukan list kebutuhan atau angan-angan yang belum bisa kita dapatkan seperti membeli barang berharga, koleksi barang-barang antik, investasi, dan lain sebagainya. Dari yang masuk catatan atau yang sudah list, bisa membuat "target dan strategi" hal apa saja yang akan dilakukan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Seperti mengikuti arisan, menabung, memiliki usaha kecil-kecilan, tujuanya hanya untuk membangun semangat bahwa kebutuhan setiap bulannya lebih dari cukup.

#Memisahkan Pengeluaran Tetap :

Setiap manusia pasti mempunyai "pengeluaran tetap" baik yang punya penghasilan setiap bulannya maupun tidak punya penghasilan. Apa saja yang biasa menjadi tanggungan pribadi seperti kebutuhan makan, minum dan lain sebagainya. Pada umumnya makan dan minum sudah pasti tidak bisa dipisahkan ibarat napas manusia setiap hari yang terus berhembus agar tetap bertahan hidup. Ini juga, pokok utama dijadikan alasan "mengapa manusia tetap berkerja dan menafkahi keluarga".  
*** 
Pengeluaran tetap lainnya seperti biaya anak sekolah, membayar cicilan atau angsuran, memberikan kepada orang tua dan keluarga, membeli pakaian dan biaya lainnya. Kondisi seperti ini bagi yang mengalaminya baik sudah berkeluarga, yang masih sendiri jauh dari orang tua (perantau), tinggal di kota maupun yang di desa. Pada dasarnya sama, yang namanya pengeluaran tetap "pasti" sudah dipikirkan sebelumnya. Mungkin ada pengeluaran sosial lainnya yang berhubungan dengan manusia lainnya seperti berbagi sesama teman atau tetangga, sedekah kepada anak yatim, beramal ke mesjid dan lain sebagainya.

#Memilih Kebutuhan dan Keinginan :

Ini yang sering kita lupakan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, karena ini menjadi bahan pertimbangam untuk memiliki atau membeli barang baik yang sudah kita miliki atau memang belum sama sekali. Berbeda dengan orang kaya atau kemampuannya diatas rata-rata artinya apapun yang mereka butuhkan pasti terpenuhi walaupun terkadang menjadi bahan koleksi seperti kendaraan, pakaian dan lain sebagainya. Sehingga tidak menjadi persoalan yang besar, karena secara keuangan sudah memenuhi.
*** 
Berbeda dengan kondisi kita yang belum 100 % memenuhi keinginan maksudnya hanya terbatas dengan kebutuhan itupun terkadang belum mencukupi setiap bulannya. Biasanya juga yang perlu diperhatikan bila sudah memenuhi keinginan harus evaluasi kebutuhan yang sudah terpenuhi dikhwatirnya saat "membeli barang yang baru barang yang lama masih bagus tidak digunakan juga". Ini lebih kepada nafsu sesaat saja sih, sepatu sudah ada bisa saja saat jalan-jalan ke mall beli sepatu juga atau pakaian lainnya. Sehingga pengeluaran tidak bisa dikendalilan karena membeli barang-barang yang sudah kita miliki sebelumnya.

Dengan demikian, ketiga poin penting diatas cara mudah dalam mengatur keuangan agar tidak terlalu besar serta lebih cepat dalam evaluasi terhadap biaya-biaya yang digunakan setiap bulannya. Namun demikian, bisa juga cara kita sendiri yang intinya bagaimana pengeluaran kita tidak membengkak atau pribahasanya "besar pasak dari pada tiang dan fenomena juga gali lubang tutup lubang". Angka 10 diatas memudahkan dari jumlah hari selama 30 hari kerja selama satu bulan.