Metode pembelajaran tepat guna kadang dikesampingkan para pendidik di tengah berlangsungnya wabah Covid-19. Pembelajaran online seakan menghapus semua peran dari metode pembelajaran. Bahkan, terkadang guru berseloroh bahwa ditengah pandemi ini yang penting kasih tugas dan murid mengumpulkan, itu saja sudah syukur.

Kegagalan dalam menentukan metode yang tepat akan berdampak pada kegagalan dalam membuat rencana pembelajaran. Metode pembelajaran juga menjadi acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran.

Apalagi ditambah persepsi bahwa selama pembelajaran daring, guru tidak bisa menilai dengan benar. Karena tugas dikerjakan di rumah sehingga sebagian besar tugas malah dikerjakan oleh orang tua, khususnya untuk anak sekolah dasar.

Dampak dari tugas yang sebagian besar dibantu orang tua adalah kemalasan siswa untuk belajar. Maka guru harus menemukan metode pembelajaran yang tepat agar di tengah pandemi ini kualitas pendidikan kita tidak mengalami krisis.

Menurut saya sebagai praktisi pendidikan alias guru sekolah dasar, yang perlu kita lakukan adalah menerapkan metode hypnoteaching, yakni sebuah metode pembelajaran yang merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan hypnosis.

Sederhananya metode ini menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar karena alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak. Hal ini sangat tepat digunakan ketika kita tidak bertemu dengan peserta didik, tetapi peserta didik mau melaksanakan apa yang kita arahkan. Bukan malah orang tuanya yang melaksanakan apa yang diarahkah dalam lembar tugas yang kita buat hehehe.

Kelebihan dari pembelajaran hypnoteaching adalah: Peserta didik dapat dengan mudah menguasai materi, karena termotivasi lebih untuk belajar; Peserta didik akan melakukan pembelajaran dengan senang hati,; Daya serapnya lebih cepat dan lebih bertahan lama.

Kali ini saya akan berbagi tentang metode andalan ini, dalam metode ini guru mampu membangun motivasi diri bagi peserta didiknya melalui cerita inspiratif yang terselip di dalam lembar kerja peserta didik. Ketika siswa memiliki motivasi diri untuk belajar, secara otomatis mereka akan mengerahkan segala upaya untuk menggapai apa yang mereka inginkan.

Manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul/berinteraksi dengan sejenisnya/memiliki banyak kesamaan. Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya sehingga akan merasa nyaman berada di dalamnya.

Makanya cenderung anak-anak senang curhat kepada temannya daripada dengan orang tuanya. Karena mereka merasa satu frekuensi dengan temannya. Bahkan tak sedikit anak lebih mendengarkan saran dari temannya daripada saran orang tuanya.

Sehingga mestinya guru bukan hanya sebagai pemberi tugas tetapi juga sebagai konsultan bagi anak dalam belajar guna membangun frekuensi dengan peserta didik. Jangan sampai peserta didik merasa bosan dalam belajar ketika mereka menemukan kesulitan dalam menjawab tugas-tugas dari guru. Guru harus menjadi sosok yang pertama hadir dikala siswa merasa kesulitan dalam belajar.

Setelah kita mampu menyatukan frekuensi dengan peserta didik, peserta didik akan merasa nyaman dengan kita. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang kita ucapkan atau tugaskan pada peserta didik, maka peserta didik akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia.

Sesulit apapun materinya, maka pikiran bawah sadar peserta didik akan menangkap materi pelajaran kita adalah hal yang mudah, sehingga peserta didik akan dapat meraih prestasi belajar yang baik.

Ketika memberikan arahan melalui online jangan sampai kita menyampaikan kata-kata negatif. Kata-kata yang kita lontarkan entah banyak atau sedikit akan memberikan dampak kepada peserta didik kita.

Kata-kata yang positif dari pendidik dapat membuat peserta didik merasa lebih percaya diri dalam menerima materi yang diberikan. Ketika mengoreksi lembar kerja peserta didik hendaknya memberikan catatan-catatan yang positif pula, agar di lain kesempatan peserta didik mengerjakan lembar kerja peserta didik lebih baik lagi.

Salah satu hal yang penting dalam pembelajaran adalah adanya ‘reward and punisment’. Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada peserta didik. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

Dan yang tidak kalah penting adalah modeling yakni proses memberi teladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten walaupun pembelajaran dilaksanakan dalam jaringan. Setelah peserta didik menjadi nyaman dengan kita. Maka perlu pula kepercayaan (trust) peserta didik pada kita, dimantapkan dengan perilaku kita yang konsisten dengan ucapan dan ajaran kita.

Untuk memaksimalkan sebuah pembelajaran hypnoteaching, hendaknya pendidik dapat melakukan hal-hal dengan menguasi materi secara komprehensif. Libatkan peserta didik secara aktif. Upayakan untuk melakukan interaksi informal dengan peserta didik di luar pembelajaran daring, walaupun hanya sekedar diskusi lewat chat. Beri peserta didik kewenangan dan tanggung jawab atas belajarnya.