Bayangkan Anda sedang menggunakan mesin pencari. Untuk mendapatkan informasi yang kualitas referesensinya baik dan tak asal-asalan, Anda mestilah memasukkan kata-kata kunci yang tepat lalu memastikan sumber daring yang dijadikan acuan benar dan terpercaya atau tidak. Dengan menerapkan langkah-langkah tadi, segala jenis informasi seolah ada dalam genggaman Anda.

Dalam Fisika, informasi-informasi diwakili oleh besaran dan satuan. Besaran adalah kuantitas terukur yang mempunyai harga/nilai tertentu. Satuan adalah skala dari alat pengukur.

Ambil contoh massa sebuah objek. Kita tahu kalau massa adalah besaran. Kenapa? Karena ia terukur. Untuk mengukurnya kita membandingkan objek dengan pembanding standar dalam pengukur. Hasil pengukuran itu adalah  informasi tentang massa.

Setiap alat pengukur memiliki skala tertentu. Kilogram dan gram jelas berbeda skala dan menandakan tingkat presisi suatu pengukuran. Setelah informasi didapatkan, skala menjadi penting agar pengukur dan pembaca hasil pengukuran punya imajinasi tentang keadaan objek amatan tersebut. Skala ini termuat dalam satuan.

Semua objek memiliki informasi tertentu yang dapat diketahui melalui pengukuran atau pengamatan. Benda yang diam memiliki paling tidak dua informasi kunci: massa dan berat. Ketika objek bergerak maka informasi lain, secara otomatis, bertambah.   

Pada objek yang bergerak, jika kita tahu kecepatan awal dan kecepatan akhirnya maka kita kemungkinan besar dapat mengekstrak informasi tertentu yang disusun oleh dua besaran dasar yakni perubahan posisi dan selang waktu. Tapi, perubahan posisi dan selang waktu hanya mungkin diketahui jika kita tahu juga posisi dan waktu awal dan akhir.

Posisi dan waktu adalah dua dari keseluruhan informasi dasar yang menyusun besaran-besaran pada objek bergerak. Hampir seluruh objek yang bergerak memuat dua besaran ini secara eksplisit maupun implisit. Berikutnya jika besaran massa juga ditambahkan maka besaran lain muncul yakni momentum. 

Lantas, apa besaran yang memuat seluruh besaran-besaran ini? Energi. Jika kita tahu energi, besaran-besaran penyusun dasar maupun turunan seperti posisi, kecepatan, momentum, selang waktu dalam suatu proses gerak dapat dengan mudah kita ekstrak. Dari sinilah kerangka pikir tentang pemadatan informasi ke dalam sebuah fungsi yang disebut Lagrangian dibangun.

Kita dapat mengibaratkan Lagrangian sebagai pusat data raksasa. Untuk sampai pada data tertentu yang kita inginkan, kita tinggal memasukkan kata kunci saja. Adapun langkah-langkah untuk menemukan informasi dalam Lagrangian, salah satunya, dikenal dengan sebutan langkah turunan Euler-Lagrange. Langkah inilah yang membuat pusat data berguna dan memungkinkan kita dapat memilah informasi apa yang kita inginkan.

Jika kita tahu Lagrangian dari sebuah objek yang bergerak, maka dengan menggunakan langkah Euler-Lagrange, keadaan-keadaan yang mungkin terjadi dan nilai besaran-besaran dasar penyusun pada objek itu dapat diketahui. Di tingkat yang lebih jauh, dengan menggunakan prinsip aksi terkecil, informasi lintasan dan selang waktu terpendek yang ditempuh sebuah objek amatan dapat diturunkan.

Bayangkan Anda mengamati batu yang jatuh dari suatu ketinggian tertentu! Bagaimana cara Anda mengetahui keadaan batu tersebut di setiap titik dalam waktu?

Dengan menggunakan Lagrangian atau analisis standar, Anda dapat menganalisa bahwa Energi total sistem tetap. Waktulah yang menjadi penanda keadaan-keadaan yang berbeda-beda. Pada waktu nol detik, yang dominan adalah energi potensial karena ketinggiannya. Namun, seiring bertambahnya waktu ketinggian berkurang sehingga energi potensial tak terlalu dominan dan energi kinetik mulai mempunyai harga atau kuantitas tertentu.

Ketika batu menyentuh tanah, energi potensial menjadi nol dan energi kinetiklah yang paling dominan. Selain itu, benturan dengan tanah atau lantai membuat energi kinetik dapat berubah bentuk menjadi energi bunyi, panas dll. Informasi-informasi lain yang lebih detil, secara teoretik, dapat kita analisis dengan menggunakan turunan Euler-Lagrange.

Dalam kenyataan memang agak mustahil mengetahui keseluruhan informasi dari objek amatan dalam suatu kerangka tertentu. Untuk mengatasi masalah ini, pada beberapa kasus, syarat batas sangatlah penting. Terlepas dari semua itu, Lagrangian tetap menyisakan kesan berguna layaknya mesin pencari yang juga tak seratus persen menampilkan laman atau file yang kita inginkan.

Pada kajian-kajian yang lebih lanjut, Lagrangian tidak lagi harus memuat energi secara eksplisit sebagaimana pada bahasan Mekanika Klasik. Lagrangian gravitasi hanya ada suku ruang di mana massa dan energi termuat dalam salah satu sukunya. Di Lagrangian Medan Elektromagnetik, suku-sukunya adalah Medan Listrik dan Medan Magnet yang dikompakkan dalam notasi tensor. Begitu pula dengan Lagrangian-lagrangian lain.

Lagrangian dapat dialihbentukkan menjadi Hamiltonian. Beda utamanya hanya pada fungsi belaka. Lagrangian memuat fungsi posisi dan kecepatan sedangkan Hamiltonian memuat suku posisi dan momentum.

Jika Lagrangian lebih sering digunakan dalam Mekanika Klasik, maka Hamiltonian sering digunakan dalam kajian Mekanika Statistik dan Mekanika Kuantum. Dengan kata lain, semua jenis interaksi dan medan dapat dicari Lagrangian dan Hamiltoniannya.

Dari Lagrangian dan Hamiltonian ini, orang kemudian berpikir untuk membuat Lagrangian yang menggabung sekaligus empat hukum alam berbeda: Daya Gravitasi, Gaya Nuklir Kuat, Gaya Elektromagnetik dan Gaya Elektrolemah. Barangkali pikiran ini yang mengawali pencarian Lagrangian Tunggal. Artinya dengan satu persamaan yang disebut Lagrangian Segalanya, berbagai macam fenomena dapat dijelaskan.

 Jadi, dalam sudut pandang Fisika, Teori Segalanya hanya persoalan Lagrangian belaka. Tugas Fisikawan, salah satunya, adalah mencari Lagrangian Tunggal ini. Jika mereka berhasil, barangkali, kita telah memiliki mesin pencari yang dapat memberitahu kita informasi apa yang kita ingin telaah.