“Wah, keren. Berikan saya kursi, saya ingin duduk, saya ingin melihatnya," tutur seorang ibu tua di depan anak dan cucunya. Ia terpesona melihat  apa yang ada di hadapannya:Ia  akan melihat  mesin cuci mengaduk-aduk baju. Yeyyy!!!

Dalam istilah Hans Rosling, si cucu yang ketika itu berusia 4 tahun, ”Beliau menonton seluruh program mesin cuci seperti halnya seorang penonton menyaksikan acara televisi dari awal sampai selesai. ”  

Peristiwa di atas terjadi  di Swedia tahun 1952. Rosling, meninggal tahun 2017, adalah ahli kesehatan dan pakar statisik yang namanya pada 2012  masuk  dalam daftar ‘Times’ 100 most influential people.’

MESIN CUCI: BENDA AJAIB

Tentang mesin cuci, Rosling melanjutkan ceritanya, “Sepanjang hidupnya, nenek saya  memanaskan air dengan kayu bakar dan mencuci baju tujuh anak dengan tangan. Dia lalu melihat listrik melakukan pekerjaannya. Baginya mesin cuci adalah sebuah keajaiban.”  

Mudah dipahami mengapa nenek Rosling begitu terkesan. Mencuci baju secara manual bukan pekerjaan ringan.  Catatan Muzeum  Svitavy  di Ceko menunjukkan bahwa  dulu perempuan sebelum mencuci harus membuat kayu bakar dan memasak air .

Dalam budaya Mesir kuno, simbol hieroglifik untuk mencuci adalah dua kaki yang terendam air.  Saat itu orang membersihkan baju dengan cara menginjak-injaknya, memerasnya, mencelupkannya di air bersih lalu  menjemurnya. 

Sebelum papan cuci dan sabun diciptakan, untuk membersihkan noda, baju-baju direndam dalam air yang mengandung lemak hewan serta abu kayu. Papan cucian adalah  alat manual terakhir yang digunakan sebelum mesin cuci  lahir sebagai anak dari Revolusi Industri. Di titik ini mesin cuci berhasil dioperasikan dengan aliran air dari pipa.

Hal ini berdampak besar: Para pencuci baju jadi menghemat banyak waktu karena  mereka tak perlu lagi memasak air saat hendak mencuci. Apalagi, ada cukup banyak orang yang harus berjalan jauh untuk mendapatkan air.

Mesin cuci  pada 1950an hanya  ada di  rumah sakit namun dan setelah itu  penggunaannya mulai dimanfaatkan di  di rumah-rumah. Dampaknya luar biasa.

Tahun 2010 The Irish Times, Koran harian Irlandia, mengadakan pertemuan dengan para feminis. Saat ditanya apakah penemuan yang paling mengubah hidup mereka, seorang feminis kelahiran 1929 yaitu Mamo Mc Donald dengan sigap menjawab,”Mesin cuci.”

MESIN CUCI VS INTERNET

Ketika diwawancara William Skidelsky, mantan editor The Observer, ekonom  Universitas Cambridge yaitu Ha-Joon Chang mengatakan bahwa penemuan mesin cuci dari segi ekonomi mengalahkan internet.

Di dalam bukunya yang berjudul  ‘23 Things They Don't Tell You About Capitalism,’ Chang menyatakan bahwa mesin cuci mengubah dunia lebih daripada yang dilakukan oleh internet. 

Terkesan absurd? Bagaimana mungkin ada penemuan yang bisa mengalahkan internet mengingat kita bisa mengetahui dan mengakses apapun berkat adanya internet?

Ekonom Herbert Simon mengatakan bahwa persoalan di jaman ini  bukanlah kita punya informasi yang terlalu sedikit melainkan kita punya kemampuan amat terbatas dalam mengambil keputusan. “Internet  memiliki kekurangan,”tutur Chang. “Informasi di internet  terlalu banyak,”lanjutnya.

Pendapat bahwa mesin cuci lebih penting daripada internet bukan  hanya diutarakan Chang, Rosling pun menyebut mesin cuci sebagai penemuan terbesar Revolusi Industri.  Chang. Rosling tidak berlebihan karena keberadaan mesin cuci membuat partisipasi perempuan di dunia kerja melejit angkanya.

Adanya mesin cuci membuat perempuan menghemat banyak waktu. Jika sebuah keluarga terdiri dari suami-istri  serta  tiga  anak dan masing-masing punya dua potong baju per hari untuk dicuci, maka  dalam seminggu minimal  ada  70 potong. Ini hanya baju, belum termasuk kain popok bayi, lap,  dan lain-lain.

Itu  hanya  soal  jumlah  cucian. Berkaitan dengan kesehatan, kisahnya  lain lagi.  Di wilayah kumuh Peru pernah diadakan riset dengan responden 30 ribu warga. Mereka mencuci secara manual 6 jam per hari, 3 kali dalam seminggu. Ini membuat pinggang serta  punggung  sakit dan mereka pun mengalami masalah pernafasan.

DAN AKHIRNYA MESIN CUCI  MENGUBAH  STRUKTUR  DALAM MASYARAKAT…

Tak heran jika lantas  Chang dan Rosling  bersikeras bahwa mesin cuci lebih besar pengaruhnya daripada internet. Mesin cuci membuat kaum perempuan jadi lebih sehat dan punya  cukup waktu untuk bersenang-senang seperti merawat diri atau jalan-jalan.

Kegiatan di atas  membuat perempuan  menjadi lebih bahagia dan kondisi semacam ini tentu amat penting karena kesehatan seorang ibu, baik fisik maupun mental,  amat mempengaruhi kesejahteraan keluarga.

Selain itu, perempuan jadi leluasa masuk ke dunia kerja. Efeknya menjalar hingga ke seluruh sendi masyarakat. Secara finansial perempuan tak lagi bergantung kepada suami dan hal ini memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman mengenai emansipasi dan keadilan gender.

Chang tidak bermaksud mengecilkan pengaruh internet namun ia terganggu saat melihat bahwa mereka yang mengatakan internet sebagai penemuan terpenting bisa dipastikan adalah laki-laki separuh baya yang seumur hidup tak pernah mencuci.

Tim Worstall adalah penulis senior yang karyanya telah dipublikasikan oleh banyak media termasuk Wall Street Journal.  Dalam artikelnya yang dimuat oleh Forbes, Worstall mengutip kalimat Chang:

Kita harus menganalisanya dengan perspektif yang benar. Saya menyebut mesin cuci untuk menggarisbawahi sebuah fakta penting:Bahwa hal yang dianggap sederhana ternyata membawa pengaruh yang amat besar. Dalam hal ini bukan hanya mesin cuci melainkan juga  gas, saluran air, dan alat-alat rumah tangga lainnya yang menggunakan listrik. Ini semua membuat perempuan jadi bisa masuk ke dunia kerja. Pada akhirnya mereka memiliki anak lebih sedikit dan mereka bisa mendidiknya dengan lebih baik, terutama anak perempuan. Hal ini membuat daya tawar perempuan menjadi lebih tinggi baik di keluarga maupun masyarakat.  

SAYA PUNYA  MESIN CUCI DI RUMAH. SEKARANG SAYA MESTI BAGAIMANA?

Rosling bercerita panjang-lebar tentang mesin cuci dan pengaruhnya terhadap ekonomi dunia. Ia mengawalinya dari kisah berskala mini, yaitu apa yang terjadi di rumahnya  saat keluarganya memiliki mesin cuci untuk pertama kali.

Ia menuturkan bahwa Ibunya berkata seperti ini,"Hans, kita telah memasukkan cucian; mesin ini akan bekerja untuk kita. Sekarang, marilah kita  pergi ke perpustakaan. “Berkat mesin cuci, Ibu   jadi punya waktu untuk membacakan buku  buat saya,”tutur Rosling.

Barbara Wertheim Tuchman, ahli sejarah yang pernah dua kali meraih penghargaan Pulitzer, mengatakan bahwa  tanpa buku  sejarah akan membisu dan  mustahil peradaban

bisa ada.  Oleh karena itulah, keluarga yang memiliki mesin cuci harus meniru apa yang telah dikerjakan ibunda Rosling: Lebih sering membacakan anak mereka buku…

Karena hanya di atas bukulah peradaban manusia dapat berdiri tegak.