Tahukah Anda otak merupakan bagian tubuh yang paling penting bagi manusia? Sekarang cobalah angkat tangan Anda dan letakkan pada dahi. Tepat di situ ada bagian otak yang paling istimewa. Bagian itu disebut Prefrontal Cortex atau disingkat PFC.

Menurut peneliti otak Jordan Grafman, Prefrontal Cortex ini hanya dimiliki oleh otak manusia sehingga membedakan kita dengan binatang. Bagian ini diciptakan dan dirancang khusus oleh Tuhan supaya manusia mampu memilih dan memiliki etika. Prefrontal Cortex berfungsi seperti pemimpin, ia bertanggung jawab untuk berkonsentrasi, memahami benar dan salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berpikir kritis, dan merencanakan masa depan.

Prefrontal Cortex merupakan pusat pertimbangan dan pengambilan keputusan. Prefrontal Cortex inilah yang membentuk kepribadian dan perilaku sosial pada manusia. Sayangnya Prefrontal Cortex adalah organ yang mudah sekali mengalami kerusakan. Jika Prefrontal Cortex mengalami kerusakan maka kepribadian orang bisa berubah.

Rusaknya Prefrontal Cortex bisa disebabkan oleh benturan fisik dan bisa juga disebabkan oleh zat kimia seperti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau NAPZA. Dan ternyata penyebab paling merusak Prefrontal Cortex adalah pornografi yang disebut narkolema atau narkotika lewat mata.

Bagaimana pornografi mempengaruhi otak dan pikiran kita? Baiklah kita misalkan Edo, remaja 13 tahun melihat gambar di TV yang menjurus ke porno. Awalnya ia merasa kaget dan jijik, ini karena sistem limbik di otak Edo menjadi aktif. Sistem limbik mengatur emosi, keinginan makan dan minum, serta berhubungan seksual. Sistem limbik ini kemudian mengaktifkan zat kimia otak yang bernama dopamin.

Dopamin memberi rasa senang, penasaran, sekaligus kecanduan. Zat ini juga aktif jika seseorang mengkonsumsi NAPZA. Oleh karena itu, sifat candu pornografi sama dengan sifat pecandu NAPZA. Otak akan mengingat apa yang membuat Edo senang dan bagaimana ia memperoleh kesenangan tersebut.

Jika Edo mendapatkan pembinaan etika yang baik, akhlak, dan patuh pada norma sosial, dorongan melihat pornografi meskipun menyenangkan akan ia abaikan. Namun, karena hal itu tidak ada pada diri Edo ketika ia sedang merasa bosan dan ingin mencari kesenangan, otak akan mendorongnya agar melihat pornografi lagi.

Dan lama-lama Edo bosan melihat jenis gambar yang sama, ia butuh yang lebih porno untuk memicu rasa senang. Sekarang dengan internet, pornografi menjadi jauh lebih mudah didapat. Pertama Edo membuka internet dan tidak sengaja melihat gambar yang menjurus ke porno, selanjutnya ia sengaja mencoba lagi untuk membuka dan melihat yang lebih porno lagi.

Awalnya melihat yang sedikit terbuka, lama-lama semakin terbuka. Awalnya melihat satu menit, lama-lama menjadi satu jam. Edo mengalami kecanduan pornografi.

Bagaimanakah kerusakan Prefrontal Cortex akibat kecanduan pornografi? Secara alamiah dopamin dialirkan dari sistem limbik ke Prefrontal Cortex, orang yang kecanduan pornografi akan mengalirkan dopamin secara berlebihan. Sehingga membanjiri Pre Frontal Cortex.

Prefrontal Cortex menjadi tidak aktif karena terendam dopamin. Semakin sering Pre Frontal Cortex tidak aktif, maka ia akan semakin mengerut dan fungsinya akan terganggu. Sistem limbik justru akan semakin berkembang semakin besar karena terus mengaktifkan dopamin. Sehingga Edo cenderung untuk terus mencari kesenangan tanpa takut atas akibatnya.

Jika tidak ditangani dengan segera, Edo akan berpeluang besar menjadi pelanggan pornografi seumur hidup dan mengalami kerusakan otak bagian Prefrontal Cortex. Awalnya dia akan kehilangan konsentrasi, penurunan kemampuan menimbang benar dan salah, serta berkurangnya kemampuan dalam mengambil keputusan.

Lama-lama besar kemungkinan ia akan melakukan masturbasi, oral sex, hubungan seksual antar lawan jenis yang bukan suami istri, dan mudah berganti-ganti pasangan seksual. Pernikahan dianggap tidak penting, pasangan hanya dianggap objek seksual semata, cenderung merendahkan derajat dan kehormatan lawan jenis, selera hubungan seksualnya pun tidak sehat dan seenaknya, kasar, sampai tega memperkosa. Manusia jadi tidak ada bedanya dengan binatang. Inilah dampak yang terjadi akibat kerusakan Prefrontal Cortex.

Ahli bedah otak Donald Hilton Jr. mengatakan jika difoto menggunakan alat magnetic resonance imaging, otak yang rusak akibat kecanduan pornografi memperlihatkan hasil yang sama dengan otak yang rusak karena kecelakaan. Ia juga mengatakan, berbeda dengan dampak NAPZA yang merusak otak di tiga bagian, pecandu pornografi yang sudah melakukan hubungan seksual pada usia anak-anak mengalami kerusakan otak pada lima bagian.

Sudah terbukti pornografi pada anak lebih bersifat merusak, karena Prefrontal Cortex belum matang dengan sempurna. Tetapi untungnya otak anak yang belum sempurna ini masih mudah dibentuk. 

Pengaruh pornografi bisa lebih mudah dihilangkan yang penting ada usaha untuk memulihkan dengan sabar. Peran aktif orang tua, keluarga dan orang terdekatnya sangat diperlukan dalam suatu pembinaan  dan pengawasan terhadap anak-anak, remaja, maupun dewasa.  

Dengan memberikan kasih sayang dan perhatian, mendampingi anak saat mengakses internet, memberikan pemahaman terhadap anak tentang internet yang aman dan sehat, serta memberikan pendidikan seks sesuai usia adalah bentuk partisipasi orang tua dalam mencegah kecanduan pornografi.