“Merokok mati tidak merokok mati, lebih baik merokok sampe mati.”

Itu slogan yang selalu di sampaikan penikmat rokok, walaupun sudah di ingatkan bahaya merokok berkali-kali, tetap saja informasi yang telah di sampaikan hanya sebatas angin lewat, dari telinga kanan, menghembus ke telinga kiri,hehehehe.

Dari perokok sendiri mengatakan, merokok itu asyik, walaupun kerjaannya tidak jelas, hanya hirup terus tiup, hirup tiup, hirup tiup, menghabiskan waktu produktif saja. Yang mengherankan lagi, pecandu rokok mengatakan, merokok dapat menghilangkan rasa stress dan galau.

O ya, bisa menghilangkan rasa stress?

Kerjaanya saja tidak jelas,  “Tanya saya”

Ialah bisa, asap rokok ketika di tiup mengandung kegelisaan kita dan rasa khawatir. “jawab pecandu rokok”

Sebelum itu, kita hanya tau mengkonsumsi rokok, tidak tau efek sampaing yang di berikan rokok terhadap kita, rokok mengandung  nikotin yang membuat paru-paru pecandu rokok menjadi hitam, “menurut penulis.”

Jika perokok di beri tahu bahwa merokok membuat mati pelan-pelan, mereka  bisa saja mengelak dengan menjawab, “memangnya siapa yang mau cepat mati?”

Padahal, selain dampak jangka panjang, merokok juga memberikan efek samping tak terduga  yang bisa langsung di rasakan pelakunya. Seperti  apa?

Menurut mbah google. Efek samping merokok seperti ulasan berikut;

Pertama. Rambut rontok. Penikmat rokok berat beresiko tinggi mengalami kerontokan rambut dan berujung pada kebotakan premature. Kasus ini kebanyakan dialami oleh pria yang terbiasa meroko dengan waktu lama. Sistem pencernaan terganggu racun pada rokok mengikis lapisan perut dan membuat enzin pencernaan tidak mampu berfungsi dengan baik itulah perokok berat kesulitan mencerna makanan.

Penikmat rokok berat  ada kemungkian kehilangan rasa dalam mengecap makanan. Artinya bahwa, perokokl cenderung lebih suka makanan pedas tanpa mengeluh rasanya. Sebab indra mereka sudah mati.

Kedua. Dehidrasi. Merokok juga mempengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Jadi perokok berat akan lebih sering dan banyak minum dari pada orang lain. Dampak jangka panjang dehidrasi sendiri adalah bibir kering, kulit kering, dan gangguan saluran kencing.

Ketiga. Meguras energi, efek samping rokok yang tidak terduga lainnya adalah menguras energy perokok. Pasalnya merokok membuat energy paru-paru menurun dan gagal memompa oksigen secara maksimal sehingga tubuhpun akan terasa cepat lemah.

Seperti kejadian yang di alami teman futsal saya, beliau bermain futsal setelah mengonsumsi rokok, apa yang terjadi ketika bermain?  Beliau pingsan dan tidak sadarkan diri, Karena efek samping dari rokok sendiri menyebabapkan oksigen tidak berjalan dengan baik dan paru-paru pernapasan terganggu.

Merusak DNA. Terakhir, perokok juga merusak system DNA dalam tubuh. Sifat dari kerusakan tersebut sebenarnya tidak di ketahui secara rinci sampai sekarang. Sehingga merokok bukan cuma menghancurkan kesehatan anda sekarang, tetapi juga mengancam jiwa keturunan anda di masa depan.

Itulah efek samping merokok yang kebanyakan tidak di duga oleh banyak orang. Jadi sebaikmya anda pun berusaha untuk berhenti merokok demi menjaga kesehatan pribadi dan orang lain.

Di organisasi, kampus, mall, jalan, bahkan sekalipun di toilet , dimanapun anda berada pasti akan bertemu dengan penikmat rokok. Penulis bukan seorang pecandu bahkan penikmat rokok. Tapi, penulis membenci orang merokok. Sebab, perokok tidak ada sopan santun sama sekali terhadap orang tidak merokok, tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, perokok menyebarkan ikut serta menyebarkan penyakit di lingkungan sekitar merokok.

Menurut penulis. Perokok  zaman old dan zaman now tidak ada bedanya alias sama saja. Kerjaanya tidak lain tidak bukan menghabiskan uang dan menyebarkan penyakit bagi orang sekitar.

Merokok juga tidak identik dengan kaum adam atau laki-laki saja. Merokok juga merajalela bagi kaum hawa atau perempuan. Lelaki tidak maco jika merokok dihapan perempuan, tetapi berbeda dengan perempuan, kelihatan lebih menawan ketika merokok dihapan lelaki. Penulis mengakan seperti itu sebab pada realitanya kebanyakan perempuan zaman now banyak sudah yang mengonsumsi rokok.

Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukan angka presentase remaja usia sekolah yang merokok di Indonesia mencapai  55 persen, lebih dari setengah jumlah remaja.

Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (balitbangkes) dari kementerian kesehatan, tin afifah SKM, MKM menjelaskan jika di jabarkan lebih mendalam, tren merokok sebelum usia 15 tahun pada remaja wanita yakni sebesar 59 persen, sementara pada remaja pria sebesar 56 persen.

Artinya bahwa yang mendominasi pecandu dan penikmat rokok adalah kaum hawa atau perempuan sendiri. Mayoritas perempuan lebih banyak dari pada laki-laki.

Tapi efek samping yang penulis bahas di atas di bantahkan oleh argument sekaligus pengalaman penulis terjun langsung kelapangan. Ceritanya seperti ini;

Nenek-nenek di lingkungan kampungku, banyak pecandu dan penikmat rokok keras, katanya dengan merokok nenek tersebut bisa rajin bekerja dan menambah stamina sehingga menjadi kuat’

Ibu hamil di lingkungan tempat tinggalku banyak juga perokok, katanya lebih baik tidak makan dari pada tidak merokok. Terus, apa hasil penilitian, dapat menggangu janin kehamilan?

Dari cerita singkat di atas, mereka menemukan kebaikan dalam merokok, melahan tidak menemukan keburukan setelah merokok.

Yang menjadi pertanyaan penulis. Mengapa perempuan suka merokok?

Mengapa masih suka merokok? Atau mengapa orang-orang masi sulit untuk merokok?

Padahal, merokok sebarkan kanker baru, merokok sebarkan kanker mulut, merokok sebarkan kanker tenggorokan, apa tidak takut?

Tulisan tersebut tercantum di bagian bawah pembungkus rokok pada gambar yang menjijikan itu. Tetap saja peringatan tersebut menjadi hal yang biasa bagi mereka, walaupun sudah di peringati tetap saja peringatan tersebut akan di abaiakan begitu saja.

Bagaimana cara menghentikan merokok? Apakah dengan cara menutup perusahan rokok? Atau menghukum berat bagi yang merokok.

Semua tergantung pada pemerintah dalam mengambil kebijakan. Dan perokok agar berhenti jika maut memisahkan antara rokok dan penikmat rokok. Inti sarinya bahwa hidup lah sehat  dan pergunakan dengan baik nikmat tuhan yang telah di berikan pada kita semua.