Tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi sebaik Banyuwangi. Di bawah kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, kabupaten ini nyatanya mampu menyabet dua gelar kategori terbaik tertinggi untuk sektor pariwisata dan infrastruktur di ajang Indonesia Attractiveness Award 2019.

Sayangnya, prestasi-prestasi tersebut lebih banyak datang dari gambaran wartawan media massa atau pihak-pihak luar. Peran dan kontribusi masyarakat setempat, untuk sekadar bercerita mengenai kesuksesan Banyuwangi, masih terbilang minim.

Dasar itu yang kemudian mendorong Qureta—bekerja sama BSI (PT Bumi Suksesindo)—menempatkan Banyuwangi sebagai lokasi Workshop dan Kelas Menulis kali ini. 

“Kegiatan ini sebenarnya kami peruntukkan bagi orang yang ingin belajar menulis. Ini sudah kami lakukan secara konsisten, bekerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan tradisi literasi di Indonesia,” kata Pendiri Qureta Luthfi Assyaukanie dalam sambutannya.

Berlangsung dari 13-15 Desember 2019, Qureta mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Daerah”.

“Dulu, tema Qureta selalu terkait dengan literasi. Kali ini, kami berinisiatif mengangkat soal pemberdayaan daerah Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten paling berhasil dan luar biasa.”

Melalui tema tersebut, Qureta mengharap Kelas Menulis ini bisa memantik para peserta merefleksikan realitas Banyuwangi. Terutama tentang keberhasilannya mengelola perekonomian hingga selalu masuk sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik di Indonesia.

“Setelah workshop, teman-teman setidaknya bisa menceritakan success story dari Banyuwangi di platform Qureta. Tentu dengan perspektif yang berbeda dari media-media massa selama ini. Kami berharap, cerita-cerita itu bisa datang dari orang Banyuwangi sendiri, yang hidup dan mengalami bagaimana perkembangan Banyuwangi dulu dan sekarang.”

Manajer Komunikasi BSI T. Mufizar turut mengharapkan perkara yang sama. Meski sudah memiliki majalah dan media-media interaktif, pihaknya masih sangat membutuhkan para penulis terlatih sebagai pengelola. Dan forum ini diharapkan bisa jadi jawaban.

“Kami berharap, bersama Qureta, di Kelas Menulis ini, akan lahir para penulis andal. Kami ingin mendorong lagi motivasi untuk berkarya bagi peserta, bersama menumbuhkan pembangunan ekonomi daerah, khususnya Banyuwangi, melalui tulisan.”

Dari sisi peserta, ragam kepentingan mengikuti kegiatan ini turut disampaikan. Ada yang ikut demi pengembangan atau menjadikannya sebagai ajang mengasah kemampuan menulis. Ada pula yang sekadar ingin mendorong diri agar mencintai aktivitas intelektual ini.

“Selain mengasah kemampuan literasi, tentu saya juga berharap bertemu dan bergabung dalam komunitas menulis yang Qureta tawarkan,” ujar Alfin, salah satu peserta.