Merdeka belajar menjadi istilah yang sering terdengar akhir-akhir ini, terutama di dunia pendidikan. Program ini dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, pada awal 2020. Lalu, apa itu program merdeka belajar?

Program merdeka belajar merupakan suatu kebijakan agar para siswa bebas memilih pelajaran sesuai minat mereka, sedangkan untuk para mahasiswa diharapkan dapat menggunakan hak belajar di luar kampus mereka melalui program kampus merdeka.

Adapun tujuan program kampus merdeka ini yaitu untuk mendorong para generasi milenial seperti kita supaya menguasai berbagai macam keilmuan di luar dari jurusan yang mereka ambil, yang nantinya akan berguna saat memasuki dunia kerja.

Selain itu, dengan adanya program merdeka belajar, diharapkan dapat mengembangkan sikap dan sifat agar lebih dewasa, mandiri, berani, inovatif, dan berusaha sendiri.  

Merdeka Belajar, Benarkah Mahasiswa Merdeka? 

Kampus merdeka merupakan lanjutan dari program merdeka belajar yang masih hangat dibicarakan dalam dunia pendidikan. Hanya saja kampus merdeka memberikan mahasiswa kebebasan untuk tiga semester mencari pengalaman belajar di luar jurusannya.

Program ini sangat populer di kalangan mahasiswa di Indonesia. Ribuan mahasiswa telah berlomba-lomba mengajukan CV untuk bergabung dalam program merdeka belajar. Pemerintah menciptakan program ini dengan tujuan agar melahirkan lulusan terbaik dari perguruan tinggi yang akan terjun menjadi sumber perubahan terbesar dalam kemajuan peradaban.

Tentunya banyak sekali manfaat yang dapat diambil oleh para mahasiswa dari adanya program ini. Akan tetapi apakah para mahasiswa telah mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya atau belum masih dipertanyakan.

Menurut salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri, yaitu Alit Bagas, bahwa ia belum sepenuhnya mendapatkan kemerdekaan dari program ini, karena beberapa kali kejadian ia dipersulit untuk mengambil program kampus merdeka dan kejadian ini juga terjadi pada beberapa mahasiswa lainnya. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi akibat dari administrasi penjurusan yang tidak efektif dalam menerapkan program kampus merdeka dan tidak adanya pedoman dari kemendikbud mengenai sistem penerapannya.

Program pendidikan seperti merdeka belajar ini mungkin mejadi salah satu hal baru yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia. Tentunya banyak kendala yang harus dihadapi apalagi mengingat masa pandemi yang masih kita rasakan.

Salah satu kendala yang menjadi alasan belum terealisasikannya program ini dengan maksimal yaitu ketidaksiapan para dosen atau tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan kondisi dan kebiasaan yang sudah berbeda. Selain itu, sistem yang digunakan juga terlihat masih minim.

Dengan demikian, adanya program ini seharusnya dapat memberi manfaat penuh bagi mahasiswa untuk merasakan kemerdekaan belajar khususnya di luar kampus.

Jika Kampus sudah Merdeka, Bagaimana Sekolah di Indonesia?

Pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan dan perkembangan di setiap tahunnya, baik pendidikan sekolah dasar, menengah, ke atas, dan perguruan tinggi. Salah satunya dengan diterapkannya program merdeka belajar pada sekolah-sekolah.

Pada saat ini Kemendikbud Nadiem Makarim telah menetapkan 4 program pokok kebijakan merdeka belajar pada sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menegah atas (SMA).

Program pertama yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pada pelaksanaannya akan diterapkan ujian yang hanya diselenggarakan oleh sekolah. Program kedua yaitu Ujian Nasional (UN). Pelaksanaan UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, asesmen akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah yaitu kelas 4, 8, 11.

Program ketiga yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada penyusunan RPP akan disederhanakan. Tiga komponen inti dari RPP yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. Sedangkan untuk program terakhir yaitu, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi dengan tujuan agar tidak adanya ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Adanya program merdeka belajar di sekolah mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Menurut Udi Wicaksono yang merupakan kepala sekolah di salah satu sekolah dasar mengatakan bahwa program merdeka belajar dapat membuat fokus guru lebih banyak, mulai dari penyusunan dan pengembangan RPP, membaca kalender akademis, hingga fokus untuk mengembangkan potensi siswa.

Sementara itu menurut Sania yang merupakan orang tua murid mengatakan, adanya program merdeka belajar di sekolah sangat baik, karena membuat anaknya bebas berekspresi, dapat mengetahui minat bakat nya dan dapat dikembangkan.

"Ya sangat bagus ya, karena minat dan bakat anak saya jadi ketauan, terlebih anak saya sekarang senang mencoba hal baru, kaya menulis dan menggambar. Jadi kalo lagi seneng atau sedih biasanya dia suka nulis atau menggambar," ujarnya.

Dengan adanya program merdeka belajar diharapkan para siswa akan lebih banyak belajar dan berkembang dalam menunjukkan bakat yang mereka punya. Karena setiap anak pasti memiliki bakat yang terpendam. Di sinilah tugas orang tua dan guru untuk membantu mengeluarkan bakat yang mereka punya.

Oleh karena itu, untuk menyukseskan program ini perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak mulai dari orang tua, pihak sekolah atau perguruan tinggi, hingga pemerintah.