"Keberuntungan itu adalah hasil dari sebuah persiapan yang bertemu dengan kesempatan." ~ Oprah Winfrey

Suatu kesempatan saya bertemu seorang penjual buah yang membuka lapaknya di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar. Secara kebetulan saya mampir membeli buah, dan sempatkan waktu untuk berbincang ringan. Penjual buah menuturkan bahwa ia sudah 25 tahun mengeluti usahanya. 

Dari usaha menjual buah, ia telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi, bahkan dari hasil usahannya tersebut mengantarkan ia dan isterinya menunaikan ibadah haji.

Menurutnya, apapun pekerjaan yang digeluti, ulet, tekun, sabar dan dibarengi dengan doa adalah modal untuk meraih keberutungan hidup. Berapapun rejeki yang didapat hari ini harus di syukuri. Tak seorangpun tahu seperti apa kehidupan kita ke depan. Tapi yang menentukan adalah seperti apa usaha kita hari ini.

Membahas tentang Keberuntungan hidup bukan sesuatu yang fenomenal, bukan pula rahasia yang baru terungkap. Saya yakin anda pun sudah mengetahuinya, Cuma mungkin kita lupa menerapkannya dalam kehidupan kita. Tulisan ini hanya pengingat bagaimana agar kita meraih keberuntungan dalam hidup.

Keberuntungan hidup bagi sebagian orang adalah suatu misteri, sehingga di dalam saku atau dompet dengan diam-diam orang membawa sebentuk "jimat keberuntungan." Benda-benda yang sudah didoakan atau dikeramatkan diharapkan bisa membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Kita pun masih ingat beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial orang membawa “jimat” saat tes CPNS.

Ada pula orang yang memelihara ikan arwana yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah karena dianggap bisa memberi keberuntungan. Sebagian orang juga dipercaya Fengshui sebagai media mengubah keberuntungan, dan ternyata banyak orang mempercayainya sebagai cara yang cepat untuk meraih keberuntungan hidup. 

Mereka menganggap keberuntungan adalah hal yang diliputi kabut misteri sehingga mereka mempercayai hal tersebut agar bisa menyingkap kabut kalau-kalau bisa menemukan keberuntungan dibaliknya.

Harus diakui bahwa usaha atau pekerjaan yang dilakukan dengan ulet, tekun, dan sabar serta dibarengi dengan doa, menurut saya Itu semua merupakan peluang untuk meraih keberuntungan hidup. Orang dengan usaha yang giat, tekun dan penuh kesabaran mempunyai tingkat keberuntungan yang lebih besar daripada yang orang yang malas. 

Orang selalu berpikir positif akan lebih optimis dalam hidupnya dibandingkan yang berfikir negatif. Orang yang kuper (kurang pergaulan) tidak akan seberuntung orang yang pergaulannya luas. Dan masih banyak deretan yang lain untuk menunjukkan bahwa semua yang terbaik bisa menciptakan keberuntungan yang lebih.

Jadi keberuntungan hidup yang kita dapatkan adalah bentuk "keberuntungan yang diusahakan." Tetapi disamping "keberuntungan yang diusahakan" adapula "keberuntungan yang dianugerahkan", atau ‘keberuntungan langitan’. Akan tetapi kita harus hati-hati dengan keberuntungan yang kedua untuk tidak menjadi latah dengan gambaran jimat ataupun ikan arwana di penjelasan awal. 

Keberuntungan yang dianugerahkan tidak bisa kita kutak-katik lagi karena itu merupakan kekuasaan Allah Swt dan juga hal ihwal terkait kekuatan doa seseorang (Doa pribadi, orang-orang terdekat dan keluarganya).

Banyak orang merasa tidak beruntung saat ini karena merasa semua usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan untuk membuatnya beruntung ternyata tidak sebanding dengan harapan keuntungan ataupun sukses yang sudah diraih. Itu yang membuat orang merasa tidak sukses atau bahkan merasa gagal dalam hidup. 

Padahal mereka tidak pernah gagal, hanya saja tidak lebih giat, tekun dan sabar berusaha untuk meraih kesuksesan sehingga menganggap hidup mereka tidak beruntung.

Saya punya banyak teman yang merasa tidak seberuntung yang lain - walaupun tingkat pendidikannya lebih tinggi, pintar, pribadinya simpatik, mudah bekerjasama dengan baik. Walaupun dia sudah berusaha bekerja sama dengan semua pihak. 

Walaupun sudah mengorbankan waktu dan pikiran untuk lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan keluarga dan hubungan sosial; tetapi tetap saja mereka merasa tidak beruntung alias tidak sukses - sehingga harus berpindah dari satu tempat kerja ke tempat yang lain. Sehingga akhirnya memutuskan untuk berhenti berpindah dan menekuni satu pekerjaan dengan merasa tetap tidak berhasil.

Sejatinya, keberutungan hidup itu harus diciptakan dengan berbagai langkah.  Hal yang pertama adalah memperbanyak tindakan, karena Orang-orang yang banyak bertindak selalu lebih beruntung dari orang-orang yang sedikit betindak. Semakin banyak tindakan yang kita lakukan semakin besar peluang yang tercipta. Tindakan yang menentukan hidup anda bukan mimpi-mimpi anda.

Kedua, selalu Positive thinking (berbaik sangka), karena berfikir positif bisa membuat kita bertemu banyak keberuntungan dalam hidup. Bahkan dalam keadaan sial sekalipun jika kita bisa berbaik sangka maka niscaya keberuntungan kita dapatkan. 

Ketiga, selalu terbuka dan berani melakukan sesuatu yang baru. Kehidupan manusia terus berkembang, peradaban tidak pernah statis selalu di pengaruhi oleh banyak faktor. Kemampuan kita 5 tahun yang lalu bisa tidak berarti apa-apa jika kita tidak membuka mata, telinga, pikiran dan hati kita terhadap apa yang terjadi sekarang.

Keempat, banyak memberi dan berbuat baik, karena memberi kepada orang lain sejatinya adalah memberi kepada diri sendiri. Karena apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. Dan setiap kebaikan yang kita lakukan jika kita ikhlas maka ganjarannya bisa lebih dari satu bahkan berkali-kali lipat. 

Mengenai berbuat baik ada pepatah yang mengatakan: ORANG yang berbuat JAHAT, walau Bencana belum tiba, tetapi REJEKI telah menjauhinya. Sementara Orang yang berbuat BAIK, walau rejeki belum tiba tapi bencana telah MENJAUHINYA.

Kelima, kita harus membangun jaringan pertemanan, karena peluang-peluang dan rezeki tercipta karena banyaknya jaringan pertemanan yang kita kembangkan. Semakin banyak kita membangun hubungan dengan orang semakin besar keberuntungan yang bakal kita raih. 

Bukankah Tuhan memberikan sesuatu itu melalui tangan-tangan orang lain. Jadi tidaklah mungkin kita bisa beruntung kalau kita hidup sendirian dan tidak menjalin tali silaturahmi dengan orang lain.

Keenam, Pakai ilmunya orang hebat yaitu Sabar.  Sabar adalah salah satu kunci kesuksesan. Sabar adalah bagaimana kita bergembira menikmati prosesnya tanpa terganggu hasil akhir. Dalam kesabaran terdapat banyak keberuntungan-keberuntungan yang tidak terduga. Keberuntungan-keberuntungan yang di luar kalkulasi rasional. Bersabarlah untuk jadi sabar.

Ketujuh, pandai mensyukuri nikmat-Nya maka Sang Pemilik Kehidupan akan menambahkan nikmat-Nya buat kita. Semakin banyak kita syukur maka semakin banyak nikmat yang kita peroleh dan semakin beruntunglah kita. 

Syukur adalah proses yang sangat kuat untuk mengalihkan energi dan mendatangkan lebih banyak hal yang kita inginkan kedalam hidup. Bersyukurlah apa yang sudah kita miliki, akan menarik lebih banyak kebaikan kepada kita.

Kedelapan, mendekatlah pada Sang Pemilik Hidup, Sebab kadar keberuntungan itu tergantung kepada kualitas kesucian jiwa dan derajat kedekatannya kepada Tuhan. 

Orang-orang yang dekat dengan Sang Pemilik Hidup berpotensi besar mendapat apa yang diingininya walaupun pendapat orang dan kalkulasi rasional mengatakan itu tidak mungkin. Mengkaji apa-apa yang ada dalam diri kita dan kejadian-kejadian yang terjadi dimuka bumi ini. Semoga keberutungan-keberuntungan menghampiri hidup kita.

Setiap orang tentunya bisa menjadi orang yang beruntung, dengan cara, mempersiapkan dirinya baik baik. Karena dengan prinsip ini, keberuntungan bisa dimiliki oleh semua orang, asal orang tersebut mau berusaha dengan ulet, tekun dan terus menerus. Bukan “sekedar” berusaha, apalagi dengan cara pengumpulan jimat, fengshui atau memelihara benda keramat atau hewan hoki.