Wisatawan
5 bulan lalu · 51 view · 3 menit baca · Tips & Trick 34597_62699.jpg
Win Comp Magic

Meraih Impian dengan Cerdas

Setiap manusia, bila ditanya tentang cita-cita, pasti kemungkinan besar memiliki cita-cita dan impian yang ingin dicapainya di kemudian hari.

Kemungkinan ada yang tidak memiliki cita-cita. Biasanya orang seperti ini akan menjawab bila ditanya tentang harapan atau cita-cita ke depannya, maka ia akan menjawab bahwa hidup saya mengalir saja. Biasanya ia menjawab karena kebanyakan memang ia sering menghadapi kekecewaan dalam mencoba untuk meraih impian yang diharapkan.

Makna sebuah kegagalan, termasuk kegagalan dalam meraih impian dan harapan, lebih umumnya bukan berarti tidak mungkin, namun lebih tepatnya memiliki arti bahwa "belum beruntung" yang membutuhkan reformasi teknik dan praktis atau juga memiliki arti "belum saatnya" yang dimaksud adalah belum masanya impian itu dicapai saat ini.

Untuk meraih impian dan harapan (cita-cita) yang diinginkan memang dibutuhkan perjuangan yang pantang menyerah. Ada sebagian orang bahkan mengartikan menyerah adalah alasan orang-orang yang kalah.

Suatu perjuangan tanpa tujuan akan tersesat, namun perjuangan yang diawali dengan impian dan harapan yang tepat adalah perjuangan yang akan memberikan pengalaman untuk segera mencapai keberhasilan atau finish tujuan.


Dalam tulisan ini, penulis mengajak pada pembaca untuk mencapai impian atau cita-cita dengan cerdas.

Apa yang penulis maksud dengan cerdas? Kenapa penulis menggunakan teknik atau bagaimana mencapai tujuan, keinginan, harapan, bahkan cita-cita dengan cerdas yang dimaksud penulis?

"Cerdas" dapat diartikan merupakan suatu hormon atau energi yang terletak pada seseorang dan dapat memengaruhi seseorang sehingga ia dapat melakukan, mengatakan, dan menindaklanjuti sesuatu tertentu.

Kata certas dapat berarti hasil dari penggunaan pancaindra manusia dalam mempergunakan kekuatan manusia sesuai dengan fungsinya. Sehingga bila kata "cerdas" melekat pada seseorang, akan menjadi kata sifat, sehingga dengan sendirinya orang tersebut dapat dikatakan orang cerdas.

Jika "cerdas" menjadi suatu cara, taktik, atau metode untuk mencapai harapan, cita-cita, dan tujuan atau finish akhir, maka harapannya metode atau taktik yang digunakan adalah ketepatan, keberhasilan, maupun kemungkinan besar akan tercapai.

Untuk itu maka di sini penulis mengajak pembaca untuk menggunakan beberapa hal yang penulis maksudkan dengan sebutan "cerdas" dalam mencapai tujuan, harapan, dan cita-cita. Di antaranya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, kenalilah keahlian, kemampuan, dan bakat Anda untuk mengetahui cita-cita Anda.

Mengapa perlu untuk mengenali diri Anda? Ini agar Anda terhindar dari penggunaan waktu yang untuk hal-hal yang pada dasarnya membuang-buang waktu Anda. 

Bayangkan bila Anda melewati atau menggeluti ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Padahal yang terpenting dari Anda adalah memahami bakat Anda dan melakukan pendalaman dan mengasah agar lebih mendalami bakat dan minat Anda tersebut.


Kedua, setelah itu perdalam bakat Anda tersebut melalui pendidikan, pengalaman, survei, dan studi banding.

Pada tahap ini, yang harus Anda lakukan adalah pendalaman dan terus mengasah bakat Anda dengan terus-menerus melalui disiplin teori dan praktik yang sesuai dengan minat maupun bakat Anda.

Ketiga, memulai latihan dari yang termudah dan terkecil. Siapa yang mengenali dirinya akan mengenali tujuannya. Maka tidak mungkin seseorang dapat meraih dan mengetahui cita-citanya tanpa mengenali dirinya.

Memulai memang kebanyakan orang tidak dapat memulai. Karena sebagian orang lebih sering memilih untuk meneruskan, bukan memulai dari pertama.

Keuntungan bagi yang memulai adalah pengalaman dan pembelajaran berharga yang akan mengantarkan ia lebih dewasa dan cepat dalam meraih impian dan harapan maupun cita-citanya. Kenapa begitu? Sederhananya, secerdas apa pun seseorang kalau ia tidak dapat memulai, maka ia adalah pengikut bukan pemimpin.

Pengikut pasti adalah karyawan. Ia akan diikat oleh aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan dari bos/juragannya. Namun beda dengan orang yang berani memulai dan mencoba, seperti kata A. Bob, "Sekecil apa pun usaha anda, bosnya adalah Anda."

Selain itu, Bapak Revolusioner Indonesia Bung Karno (Sukarno) juga pernah mengatakan bahwa bercita-citalah setinggi langit maka jika engkau jatuh akan jatuh di antara bintang-bintang.

Keberhasilan dalam meraih impian tidak mungkin dapat dicapai dengan tanpa mengenal diri. Karena mengenal diri, maka ia mengenal jalan mana atau pendidikan mana yang harus ditempuh. Selain itu, tanpa praktik, apa gunanya bakat dan minat yang dimiliki? Maka mulailah!

Tidak dapat suatu harapan dicapai tanpa kangelan (kesusahan). Karena itu, jangan membiarkan keberhasilan dan cita-cita, harapan untuk menunggu lebih lama, raihlah impian dengan cerdas.


Tulisan ini sebagai penutupnya penulis mengutip perkataan dari seorang pejuang dari generasi muda yang terus menginspirasi kaum muda sepanjang masa. 

"Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk" - Tan Malaka (Datuk Ibrahim)

Kalau bukan Anda, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Artikel Terkait