77262_67209.jpg
http://alobatnic.blogspot.co.id
Hiburan · 5 menit baca

Menyoal Vokal Duo Serigala
Membuktikan lewat Kost Kostan, Menguatkan dengan Sayang

Setelah melalui serentetan sengkarut berkelanjutan, nama ‘Duo Serigala’ akhirnya resmi dimiliki oleh Pamela Safitri. Konsep duo yang diusungnya membuat Pamela bergerak mencari tandem baru. Oza Kioza, salah satu penyanyi yang sudah matang, kemudian diajak Pamela sebagai tandem anyarnya.

Sekitar satu dekade karier sebagai penyanyi dijalani oleh Oza sebelum akhirnya bergabung dengan Duo Serigala. Kehadiran Oza bukan semata untuk menemami Pamela, melainkan ikut-serta mewarnai Duo Serigala.

Sebagai sosok yang bukan yesterday afternoon singer, dari panggung ke panggung, Oza terlanjur lebih dikenal kualitas suara daripada sensualitas goyangannya. Wajar kalau kehadiran Oza menyulut perubahan konsep Duo Serigala.

Pamela sendiri, sebagai punggawa awal Duo Serigala, berhasrat mengubah citra mereka. Tak dimungkiri, Duo Serigala identik dengan pertunjukan sensualitas. Sejak berubah formasi, Pamela dan Oza sepakat untuk menonjolkan musikalitas.

Debut pembuktian Oza dimulai ketika Duo Serigala merilis single Kost Kostan pada 12 Juli 2017. Selain menjadi ajang pembuktian Oza, single ini juga sebagai wujud angan Pamela berupa perubahan konsep Duo Serigala.

Dibanding single-single sebelumnya seperti Abang Goda dan Sianida, Kost Kostan memang terbilang berbeda. “Lebih asik aja, yang ini benar-benar fokus lagu dan musiknya. Biar orang juga senang dengan lagu yang bakalan Duo Serigala bawain,” jelas Pamela.

Pamela mengungkapkan bahwa ‘format masa depan’ Duo Serigala tetap setia di jalur dangdut yang dapat membuat pendengar ikut bergoyang, namun diramu lebih kekinian selaras perkembangan musik.

“Yang Duo Serigala pertahankan lagu yang asik, goyangannya asik, jadi benar-benar dangdut modern gitu,” papar Pamela.

“Daya tarik single ini gampang diingat, musiknya asik, pasti orang dengar bakalan asik goyang,” lanjutnya.

Kost Kostan yang ditulis oleh Dommy Allen bercerita tentang lelaki yang memiliki banyak kekasih, gemar selingkuh, dan suka gonta-ganti pasangan. Bila diibaratkan seperti orang yang sedang mengontrak rumah, kesehariannya nomaden lantaran berpindah-pindah tempat tinggal.

Pamela tak merasa kesulitan bertandem dengan Oza saat kali pertama menyanyikan lagu ini. Bekal personal friendship yang telah terjalin kuat sebelum terlibat professional partnership membuat chemistry duet baru ini segera didapati.

“Kesulitannya sih saat ngapalinnya aja, dan harus pas sama suara kita. Kita harus mendalami lagunya, dihayati lah,” tutur Pamela.

Sejak rekaman berlangsung, keduanya berusaha mengeluarkan segenap kemampuan bermusik mereka. “Kita berdua benar-benar harus mendalami banget lagunya, biar pas,” ucap Pamela.

Pamela dan Oza berharap jika Duo Serigala ‘jilid kedua’ ini dapat diterima oleh masyarakat. Dengan musik dan penampilan yang lebih fresh, keduanya berhasrat melegakan para penggemar yang haus akan hiburan sembari mencuri perhatian masyarakat lebih luas.

“Yang pasti masyarakat senang lagu yang baru ini, hafal dan asik untuk goyang, nggak bosan dengarnya. Tapi ini lebih perkenalkan personil baru Duo Serigala dan lagunya semoga banyak yang suka,” harap Pamela.

Tak cukup dengan merilis satu single baru, Duo Serigala kembali beraksi. Keberhasilan menggubah angan menjadi kenangan melalui Kost Kostan, memantik semangat duet Pamela-Oza kembali unjuk kebolehan bermusik dengan menyanyikan Sayang.

Sejak dibawakan oleh Via Vallen, Sayang menggema luas melintas batas. Lagu ini sangat fenomenal. Banyak pemusik meng-cover lagu ini. Genrenya pun bermacam-macam, mulai mempertahankan unsur dangdutnya, maupun memasukkan unsur jazz dan rock.

Saking fenomenalnya lagu Sayang, Mirai-e karya Kiroro tahun 1998 yang diaransir kembali menjadi Hou Lai untuk versi Mandarin pun kembali mencuat ke permukaan. Alunan nada Sayang memang mengambil dari Mirai-e.

Tak perlu mempermasalahkan tiruan seperti ini. Miley Cyrus melalui Karen Don’t Be Sad pun melakukannya, dengan mengambil nada dari Julia dari The Beatles.

Dengan tetap memperhatikan perbincangan tentang Sayang, lagu ini tak luput dari perhatian Duo Serigala. Baik Pamela maupun Oza, keduanya sama-sama mengagumi lagu yang liriknya ditulis oleh Anton Obama tersebut. Tak puas hanya membawakan saat pertunjukan, keduanya memilih untuk merilis kembali lagu ini.

Merilis kembali lagu yang sudah fenomenal, apalagi saat sedang popular menggelegar, tentu butuh kreativitas tersendiri agar tak terbayangi oleh versi asli. Itulah yang perlu dilakukan Duo Serigala.

Duo Serigala akhirnya berhasil mengadaptasi Sayang alih-alih sekadar mengadopsi. Pamela dan Oza tak sekadar melantunkan kembali, namun menyelaraskan dengan karakter Duo Serigala.

Perbedaan dari Sayang versi Via Vallen dan Duo Serigala terletak pada vokal. Tentu perbedaan ini sangat kentara lantaran Via melantunkannya sendiri, sementara lantunan Duo Serigala merupakan hasil kolaborasi.

Daur ulang yang dilakukan oleh Duo Serigala terhadap Via Vallen serupa dengan, antara lain, duo Bom & Hi terhadap Mariah Carey. Kala itu, Park Bom dan Lee Hi urun suara dalam melantunkan All I Want for Christmas is You dari Mariah Carey, penyanyi solo. Bedanya, kalau Bom & Hi mempertahankan paduan kata sambil mengubah alunan nada, Duo Serigala sebaliknya.

Saat pertama kali mendengarkan Sayang dari Duo Serigala, jelas terasa bedanya. Jika Via Vallen melantunkan dengan Bahasa Jawa disertai secarik lirik Bahasa Indonesia, Duo Serigala mengubah pakem tersebut. Sebagai gantinya, mereka lebih memilih seluruh lirik dilantunkan dalam Bahasa Indonesia.

Rilisan Sayang oleh Duo Serigala mirip, antara lain, seperti yang dilakukan oleh Dhani Ahmad Prasetyo bersama T.R.I.A.D pada Musthafa Ibrahim. Kala itu, Dhani tidak mengadopsi seutuhnya, melainkan mengadaptasinya ke dalam Bahasa Indonesia. Hanya saja, alunan nada Mustapha dari Queen, lagu yang di-cover, tetap dipertahankan dengan suntikan sound yang fresh.

Dhani sendiri, terkait Sayang, dalam satu waktu pernah menanyakan keengganan Via Vallen merilis versi Bahasa Indonesia, “Kenapa tidak di-Indonesia-kan?” tanya Dhani pada Via Vallen. “Tidak perlu mas,” jawab Via waktu itu.

Tanpa diduga oleh dua penggemar Manchester United tersebut, Duo Serigala malah menjawabnya melalui karya. Barangkali Duo Serigala pun belum mendengar cuplikan obrolan tersebut. Mungkin hadirnya Sayang versi Bahasa Indonesia merupakan ‘suara alam’, sebagai langkah agar Duo Serigala teranyam sanggam.

Walau sudah menghasilkan karya musik apik seperti itu, tetap saja banyak khalayak yang memandang Duo Serigala “modal cantik doang”. Tak dimungkiri bahwa kesintalan badan turut berperan dalam melambungkan nama Duo Serigala.

Karena kesintalan badan pula Duo Serigala banyak mudah mendapatkan cibiran kelewat cemar. Cibiran yang nyaris membutakan hingga enggan mendengar, alih-alih mengapresiasi, kualitas vokal.

Wajar saja. Sah-sah saja. Mungkin penampilan Duo Serigala memantik amarah sebagian orang. Amarah yang muncul karena cemburu, dengki, atau jengkel. 

Sementara tak bisa dielakkan lagi bahwa “Mata yang penuh amarah hanya memandang segala yang nista, seperti halnya mata yang cinta akan tumpul terhadap semua cela.” Begitu.


References 

Penuturan Pamela Safitri dan Oza Kioza

— Discography 

BOM&HI. (2013). All i want for christmas is you. Dalam All I Want for Christmas Is You - Single. Seoul: YG Entertainment, 19 Desember.[lihat]

Duo Serigala. (2015). Abang goda. Dalam Abang Goda - Single. Jakarta Utara: Pelangi Records, 9 Maret. [lihat]

Duo Serigala. (2016). Sianida. Dalam Sianida - Single. Jakarta Utara: Pelangi Records, 15 September. [lihat]

Duo Serigala. (2017). Kost kostan. Dalam Kost Kostan - Single. Jakarta Utara: Pelangi Records, 23 Mei. [lihat]

Duo Serigala. (2017). Sayang. Dalam Sayang - Single. Jakarta Utara: Pelangi Records, 16 November.[lihat]

Kiroro. (1998). Miraie. Dalam Mirai e (未来へ, To the Future) - Single. Tokyo, Victor Entertainment, 24 Juni.[lihat]

Mariah Carey. (1994). All i want for christmas is you. Dalam All I Want for Christmas Is You - Single. New York City: Columbia Records, 1 November. [lihat]

Miley Cyrus. (2015). Karen don't be sad. Dalam Miley Cyrus & Her Dead Petz. New York City: RCA Records, 30 Agustus. [lihat]

Queen. (1978). Mustapha. Dalam Jazz. London: Electric and Musical Industries, 10 November. [lihat]

T.R.I.A.D. (2010). Mustapha ibrahim. Dalam T.R.I.A.D. Jakarta Utara: Pelangi Records, 18 Juli. [lihat]

The Beatles. (1968). Julia. Dalam The Beatles. London: Electric and Musical Industries, 22 November.[lihat]

Via Vallen. (2017). Sayang. Dalam Sayang - Single. Jakarta: Ascada Musik, 23 Februari. [lihat]