Alih bahasa adalah pekerjaan profesional yang sangat menjanjikan. Pekerjaan ini menuntut kejelian dan kecakapan mengolah kata dan kalimat guna mengalihkan pesan dan makna dari suatu bahasa sumber ke dalam bahasa target.

Proses alih bahasa yang tepat dan efisien tentunya sangat diharapkan oleh pembaca produk-produk literasi. Termasuk terjemahan novel-novel berbahasa Inggris yang marak akhir-akhir ini.

Salah satu novel terjemahan yang menjadi sorotan kali ini adalah "The Fates Divide" karya Veronica Roth yang dialihbahasakan oleh Tim Alih Bahasa Penerbit Mizan.

Kecenderungan memakai mesin terjemah adalah sesuatu yang tak bisa dipungkiri dan dihindari, mengingat efisiensi waktu dan tuntutan produksi. Namun, selayaknya jika hasil terjemahan mesin tersebut diolah kembali agar sesuai dengan tata bahasa serta kemauan dan isi teks sumbernya. 

Kesalahan yang sering terjadi saat proses terjemah dengan mesin terjemah adalah di tingkat satuan klausa. Mesin penterjemah tak akan mampu di proses reduksi klausa, terutama makna subordinatif antarklausa relatif.

Proses penerjemahan tingkat satuan klausa pronomina relatif memerlukan keahlian dan pemendekan struktur kalimat. Sebab, penerjemah akan berhadapan dengan  pemendekan dari dua klausa yang beruntun. Adapun pemendekannya adalah dengan pelesapan pronomina relatif dan verba tertentu.

Inilah salah satu contoh kesalahan di tingkat satuan pronomina relatif pada terjemahan novel ini dari teks aslinya. 

Teks sumber :

Isae Benesit stood inside Ryzek’s cell, and below her, in a jumble of legs and arms, was my brother.

Terjemahan Mizan halaman 26, bab 3 CYRA: 

Isae Benesit berdiri di dalam sel Ryzek dan, di bawahnya, dengan posisi lengan dan tungkai yang berantakan, ada abangku.

Seharusnya: 

Isae Benesit berdiri di dalam sel Ryzek dan di bawahnya ada abangku  yang lengan dan kakinya yang sudah berantakan.

Kalimat tersebut terdiri atas dua klausa, yaitu klausa bebas dan klausa terikat.

Klausa bebas: Isae Benesit stood inside Ryzek’s cell dengan frasa konjungsi.

Klausa terikat:  My brother was in a jumble of legs and arms.

Klausa relatif di atas mengandung unsur satuan sintaksis yang terdiri atas unsur subjek yang berupa pronomina relatif "who". Pronomina ini sebagai pengganti subjek dalam konstruksi klausa terikat yang berupa nomina.

Lengkapnya seperti ini:

Isae Benesit stood inside Ryzek’s cell, and below her, my brother who in a jumble of legs and arms.

Pronomina relatif "who" merupakan unsur sintaksis dalam kalimat majemuk subordinatif.

Berdasarkan posisi nomina inti, klausa di atas termasuk ke dalam tipe postnominal, yaitu klausa relatif yang terletak setelah nomina inti. Penerjemah tidak begitu saja menerjemah kata per kata tanpa memberi perhatian pada hubungan subordinatif antar klausa.

Jika itu yang dilakukan, hasilnya fatal!

Penerjemah harus terampil dalam memahami klausa subordinatif dan mampu merangkai kalimat dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteks tanpa mengubah maknanya. Ini ada kaitannya dengan amanat teks sumber yang berbahasa Inggris dan juga kepuasan pembaca sebagai  klien (yang membeli buku/novel) tersebut yang merupakan wilayah bahasa target.

Kepuasan klien tumbuh dari hasil terjemahan yang tepat. Ini merupakan salah satu kunci sukses dalam mempertahankan kualitan terbitan.

Bahasa adalah bidang yang dinamis. Begitu pun perkembangan penggunaan klausa dalam penulisan novel.

Saat menggunakan relative pronoun, pasti tak akan lepas dari relative clauseTermasuk dalam novel ini, penuh dengan klausa-klausa indah sebagai ciri khas penulisan novel berbahasa Inggris.

Relative clause di atas terdiri dari relative pronoun yang diikuti dengan kalimat independen lengkap dengan subjek dan kata kerjanya, seperti pada:

"My brother who in jumble of legs and arms".

Pemendekan kalimat dengan penghilangan pronomina relatif dimaksudkan agar suatu kalimat disampaikan secara lebih efektif dan tidak bertele-tele tanpa mengubah makna.

Penerjemahan yang baik tidak semudah mengalihbahasakan rentetan klausa subordinatif sebuah teks dari satu bahasa sumber (X) ke bahasa target (Y).

Seorang penerjemah yang sering mempunyai kendala adalah mereka yang biasa menerjemahkan klausa-klausa subordinatif dengan menggunakan bantuan mesin terjemah.

Kenyataannya, memindahkan klausa di atas secara kanibal dari teks sumber ke teks target, hasilnya sering tidak sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dari teks sumber.

Diketahui bahwa klausa relatif bahasa Inggris secara umum memiliki struktur klausa yang kompleks.

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang memiliki struktur klausa relatif dan pronomina relatif yang sangat beragam. Kelebihan ini sering dimanfaatkan dalam penulisan novel untuk unsur keindahan dan efisiensi kalimat. 

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah jangan sungkan menggunakan jurus "Penjurubahasaan" dengan penafsiran gaya interpretasi atau penyampaian makna alih-alih dari sebuah penjelasan yang panjang lebar menjadi sesuatu yang sederhana.

Hal ketiga adalah tentang pemilihan kata yang dalam linguistik disebut diksi. Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Diksi bukan hanya soal pilih-memilih kata saja. Lebih jauh, berhubungan dengan konteks kalimat dan amanat teks. Diksi juga untuk menyatakan gagasan/menceritakan suatu peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan.

Ketepatan diksi dalam suatu terjemahan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena ketidaktepatan penggunaan diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan makna.

Veronica Roth, dengan novel genre fantasi distopia dan petualangannya, tentu akan banyak membuat diksi-diksi aneh yang tak lazim. Bumbu cinta ala Shakespearean love story antara  Cyra and Akos akan menambah ruwet pertarungan diksinya.

Apalagi tata surya fiktif ciptaan Veronica Roth dalam novel ini akan menampilkan "kamus baru" dari sebuah eksplorasi fiktional, semisal: kata majemuk "currentstream" dan "current gift" dan "currentshadow".

Titik krusial dalam hai ini adalah mencari padanan terdekat ke bahasa target. 

Kata majemuk "currentstream" mungkin dekat dengan "energi pancar" yang mirip dengan "Aurora" di Kutub Utara dan Selatan. Mengingat fiksi ini mempunyai tata surya sendiri, kata "aurora" jelas tertolak. 

Jadi, padanan yang terdekat adalah "energi pancar". 

Sedang, dalam terjemahan novel ini memilih kata "aliran arus" yang tentunya kurang tepat. Hal ini dapat dilihat hal 7 bagian Prolog EIJEH.

Memang, arti kamus seperti itu. Namun, konteksnya adalah kekuatan yang memancar  liar bak arus di atmosfer mereka yang berwarna warni.

Kemudian kata majemuk "current-gift" yang tepat diterjemahkan sebagai "berkah kekuatan" dan bukannya "berkah arus". Karena semua itu berbasis pada "currentstream" (enegi pancar).

Dari pemilihan diksi tersebut, didapat taksonomi sederhana: currentstream-currentgift-currentshadow. Atau, dalam pendekatan terjemahan: Energi pancar (berseliweran)-berkah energi (setelah masuk ke tubuh)-energi bayangan (setelah terinteraksi).

Nah, itulah koreksinya. Semoga bermanfaat bagi kemajuan alih bahasa kita.