Ketika Rumi, seorang penyair besar dan sangat terkenal dari Persia abad ke-13, ditanya seorang murid tentang apakah racun itu? Dia memberikan jawaban yang sangat indah “Apapun yang lebih dari kebutuhan kita adalah racun. Wujudnya bisa apa saja, kekuatan, kekayaan, kelaparan, ego, keserakahan, kemalasan, cinta, ambisi, benci atau apapun”

Nah dari jawaban Rumi tersebut kita bisa belajar suatu pesan moral yang luar biasa. Apapun yang melebihi kebutuhan kita maka justru akan meracuni kita. Termasuk makanan atau bahan makanan yang kita konsumsi.

Sebut saja salah satunya adalah garam, yang banyak digunakan orang untuk menambah citarasa makanan atau masakan. Hasilnya masakan menjadi lebih legit, gurih dan mantap rasanya. Harganya pun relatif murah. 

Banyak nama lain dari garam yang biasa dan bisa dicantumkan dalam label kemasan makanan, misalnya natrium, sodium, mono sodium glutamate (MSG), natrium nitrit, natrium benzoate, natrium klorida, dan sodium benzoate.

Tetapi jangan salah, tidak semua makanan mengandung garam memiliki rasa asin, misalnya saus tomat, roti dan juga bumbu-bumbu. Bahkan makanan yang rasanya manis sekalipun bisa jadi kandungan garamnya cukup tinggi, contohnya kecap manis. Makanya penting untuk membaca label makanan untuk mengetahui kandungan garamnya.

Dalam takaran yang tepat semua bahan makanan adalah baik dan sangat dibutuhkan tubuh. Tetapi jika berlebihan ia akan berubah menjadi suatu bahaya seperti racun yang bisa mengganggu kesehatan serta fungsi-fungsi organ vital tubuh kita tanpa kita sadari di awal.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah gangguan kesehatan yang paling umum terjadi. Konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan tingginya kadar natrium di dalam darah sehingga volume darah meningkat dan tekanan darahpun naik. Akibatnya pembuluh darah menyempit, sehingga membuat asupan darah dan oksigen ke organ-organ di tubuh menjadi menurun.

Hal ini akan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi yang terjadi terus menerus bisa berisiko menyebabkan gagal jantung.

Masalah kesehatan yang lain adalah gangguan fungsi ginjal. Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan ketidakseimbangan garam di  dalam tubuh dan ginjal akan mengalami penurunan fungsi dan mengeluarkan lebih sedikit air. Volume darah meningkat akibat ginjal menahan air untuk dibuang ke urin.

Namun sayangnya tanpa kita sadari, sebagian besar dari kita mempunyai pola yang sudah melebihi kebutuhan. Buktinya Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) tahun 2014 menyebutkan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia (52,7 %) mengkonsumsi natrium melebih batas maksimum 2000 mg natrium/orang/hari.

Pemerintah berusaha hadir dengan cara mengatur asupan garam melalui Perka BPOM No. 9 tahun 2016 tentang Acual Label Gizi (ALG). Anjuran jumlah konsumsi garam bahkan lebih ketat menjadi 1500 mg per orang per hari.

Ada gambaran yang mempermudah kita dalam mengevaluasi jumlah konsumsi garam, yaitu 1500 mg natrium itu setara dengan 3.75 gram garam dapur atau sama dengan dengan ¾ sendok teh garam dapur. Sangat sedikit sekali bukan?

Dalam wujud makanan maka kegiatan evaluasi tersebut nampak akan menjadi semakin mudah. Contoh-contoh berikut bisa membantu kita memberikan gambaran ukuran dan batas yang sangat gamblang.

Jika Anda gemar menyantap mi goreng instan jumbo, maka 1 bungkus Indomie Mi Goreng Rasa Ayam Panggang Jumbo sudah mengandung sodium 1410 mg! atau hampir 100% dari batas maksimum. Ngeri bukan? Karena sudah hampir melampaui batas. Ini hanyalah garam yang berasal dari 1 kali makan atau 1 sumber makanan.

Jadi bayangkanlah, jika Anda malam-malam kelaparan dan akhirnya mengudap 1 bungkus mie jumbo tadi, maka sebenarnya Anda sedang menyirami aliran darah Anda dengan garam yang pekat dan membuat volume darah meningkat yang menjadi pangkal dari penyakit hipertensi.

Ada lagi konsumsi 1 mangkok nasi goreng yang ternyata mengandung sekitar 822 mg sodium atau hampir 55% dari total kebutuhan garam kita dalam sehari. Jadi kalau saat Anda nambah 1 mangkok lagi maka setara dengan 110% dari batas maksimum.

Contoh lain adalah 2 porsi (120 gram) Sarden Saus Sambal mengandung 440 mg natrium atau hampir 30% kebutuhan tubuh per orang per hari. Dua porsi (100 gram) Kornet Daging Sapi mengandung 620 mg sodium atau setara dengan 41%  kebutuhan tubuh per orang per hari. 

Konsumsi 1 mangkok Bakso Daging Sapi mengandung 669 mg sodium atau setara dengan 45%  kebutuhan tubuh per orang per hari. Konsumsi 1 sendok makan kecap manis mengandung 400 mg sodium atau setara dengan 30% batas maksimum.

Ada semacam tagline yang patut kita ingat dengan baik dan juga segera kita jalani dalam kehidupan ini terkait dengan pola makan yaitu “Living life with the awareness of eat right”

Marilah kita menjalani hidup ini dengan kesadaran tentang makan dengan porsi yang benar. Pola makan yang benar artinya tahu batas dan tidak melebihi batas tersebut. Jadilah konsumen (makanan) yang cerdas….be a smart (food) consumer.