Terjadinya bencana alam yang terus mengalami peningkatan membuat bumi semakin rapuh. Bumi tak lagi terasa nyaman untuk ditinggali. Padahal, bumi adalah rumah kita yang sebenarnya. Tempat tinggal yang harus kita rawat dengan baik agar dapat mempertahankan kehidupan di bumi.

Kelanjutan kehidupan sangat bergantung pada kondisi bumi. Jika bumi dalam keadaan yang baik maka kehidupan akan berkembang dan generasi berikutnya dapat terus lahir. Sebaliknya, jika bumi dalam keadaan yang buruk maka bukan tak mungkin kalau generasi berikutnya akan mengalami masalah lingkungan yang lebih besar.

Kita lekas tanggap ketika mengetahui ada bencana alam yang terjadi. Berbagai bantuan kita salurkan sebagai bentuk kepedulian kita. Namun sayangnya, kepedulian kita hanya sampai di sana. Kita sering kali lupa untuk mengoreksi dari mana datangnya bencana alam itu.

Sebagian besar bencana alam itu berasal dari perbuatan-perbuatan tangan kita yang tidak bertanggung jawab. Ketidakpedulian kita pada lingkungan alam tanpa sadar sudah menyakiti bumi. Dampaknya dapat kita lihat sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita telah menyaksikan bagaimana gempa bumi, tsunami, badai, tanah longsor, dan banjir memorak-porandakan kehidupan kita.

Jika hal ini dibiarkan terus berlanjut maka dapat mengancam keberadaan semua makhluk hidup, termasuk kita di dalamnya. Bumi akan hancur dan tidak bisa lagi ditinggali.

Di usianya yang sudah mencapai empat setengah milyar tahun-diukur berdasarkan penanggalan radiometik meteorit dan usia bebatuan tertua yang pernah ditemukan, bumi kian rentan. Beban yang harus dipikul bumi juga semakin berat. Bukan hanya karena populasi manusia yang terus bertambah tapi juga karena kerusakan lingkungan yang terjadi secara besar-besaran dan tidak terkendali.

Bumi ini bukan hanya milik kita. Kita tidak tinggal sendiri di bumi ini. Ada milyaran orang yang bersama-sama dengan kita turut menghuni bumi ini. Itu artinya, sama seperti kita, milyaran orang-orang tersebut juga berhak untuk mendapatkan kehidupan dari bumi.

Berapa pun jumlah harta yang kita miliki, tak akan berarti lagi jika kita telah kehilangan bumi. Apalah artinya uang yang kita simpan untuk anak cucu kita jika pada akhirnya mereka juga tidak bisa menikmatinya.

Kita mungkin dapat tinggal di bumi ini hingga akhir hayat kita. Namun, anak cucu kita belum tentu dapat tinggal di bumi ini hingga akhir hayat mereka. Jadi, daripada kita sibuk memikirkan harta untuk anak cucu kita lebih baik kita mulai memikirkan bumi seperti apa yang akan kita wariskan pada mereka.

Jika bukan kita lalu siapa?

Jika bukan sekarang lalu kapan?

Kita tidak bisa lagi menunggu orang lain untuk membuat perubahan bagi bumi. Kita yang harus melakukannya sendiri karena perubahan itu ada pada diri kita masing-masing. Sudah waktunya bagi kita untuk melakukan sesuatu.

Masalah ini bukanlah tanggung jawab satu-dua orang saja, tetapi ini adalah tanggung jawab kita semua. Saya dan Anda, kita semua turut andil dalam kerusakan lingkungan yang terjadi. Oleh karena itu, kita semua harus bergotong royong menyelamatkan bumi yang menjadi rumah kehidupan kita bersama.

Kita memang tidak terlibat dalam pembakaran hutan, tidak terlibat dalam perburuan dan perdagangan satwa liar yang telah dilindungi, dan kita juga tidak terlibat dalam pembuangan limbah industri. Akan tetapi, kecerobohan kita semua dalam memelihara bumi yang membuat bumi semakin rentan.

Pencemaran lingkungan, berkurangnya kawasan hijau, penumpukan sampah, dan peningkatan suhu bumi adalah masalah lingkungan yang menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan pada lingkungan. Kerusakan-kerusakan inilah yang memicu terjadinya bencana alam. Tak hanya sampai disana, dengan adanya masalah pada lingkungan kita, juga sangat mudah membawa wabah penyakit yang kemudian menyerang anak-anak.

Sayangnya, hingga sekarang, masalah-masalah lingkungan ini belum juga memiliki penyelesaian. Kendati sudah banyak masyarakat yang bergerak dan terus mengampanyekan tentang betapa pentingnya merawat lingkungan. Lebih disayangkan lagi, kemajuan teknologi pun tak mampu mengatasi kerusakan yang ditimbulkan.

Bahkan, masih banyak dari kita yang menganggap kalau kerusakan lingkungan yang terjadi itu sudah menjadi hal yang biasa. Kita tidak menyadari bahwa ini adalah masalah besar. Masalah yang mempertaruhkan kehidupan anak cucu kita di kemudian hari.

Sebenarnya, berbagai usaha telah diupayakan oleh masyarakat kita yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan. Seperti, berperilaku bijak terhadap bumi dengan gerakan hijau sebagai langkah awal penyelamatan bumi. Akan tetapi, usaha mereka tak akan ada artinya jika tidak didukung dengan kerjasama dari kita semua.

Ada banyak hal-hal kecil namun memiliki manfaat besar jika kita bisa menerapkannya dalam kehidupan. Kebiasaan kita yang cenderung melakukan pemborosan dan merugikan bumi perlahan-lahan mulai dikurangi. Dengan begitu, kita semua dapat berkontribusi pada bumi setiap hari. Masa depan generasi-generasi selanjutnya ada di tangan kita. Sesederhana apa pun tindakan kita, jika kita melakukannya secara bersama-sama dapat menjadi berkat bagi bumi dan untuk kita semua.

Oleh karena itu, marilah kita semua mendedikasikan diri kita untuk melakukan perubahan. Sekaranglah waktunya kita menghentikan segala kerusakan lingkungan pada bumi. Saatnya kita membuat solusi untuk menyelamatkan bumi, rumah kehidupan kita.

Siapa pun Anda dan berapa pun usia Anda, kita semua pasti bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi. Kepedulian kita adalah satu-satunya harapan yang dimiliki bumi. Tanpa kepedulian dari kita semua, bumi tak akan bisa dipertahankan.

Kita membutuhkan waktu untuk dapat mengusahakannya kembali. Butuh niat yang besar untuk mewujudkannya. Butuh kebersamaan dari kita semua untuk menjalankannya. Namun, yang terutama dan yang paling penting adalah kita membutuhkan iman yang kuat untuk tetap setia melakukannya.

#LombaEsaiKemanusiaan