Gumpalan lembut nan tebal awan itu menyelimuti langit kota Mataram. Pohon-pohon yang berdiri tegak di kiri kanan jalan sesekali bergoyang dihempas angin. Matahari samasekali tidak menampakkan dirinya, Suasana menjadi sejuk.  Burung-burung bercumbu ria di udara sesekali mereka hinggap di ranting-ranting pohon terkadang hinggaap di atap-atap rumah.

Angin berhembus halus menapar seisi kota Mataram. Jalan di depan kodim 1606 kendaraan berlalu lalang pergi setiap menitnya. Saya dengan seorang teman bernama muhtar berjalan perlahan menuju tempat pameran foto sejarah kota Mataram dan transportasi yang digunakan para tokoh masa lalu yang dipamerkan, pula. 

Lombok Haritage society yang lebih dikenal dengan LHS, sebagai penyelenggara pameran banyak menyuguhkan photo-photo tempat yang memiliki nilai sejarah di kota Mataram. Diantaranya photo Pintu gerbang sebelah barat kota Mataram, tepatnya di depan bioskop Irama saat ini. Kisahnya dahulu ketika masa kerajaan kota Mataram dikelilingi pagar sebagai gerbang keluar Masuk masyarakat dari luar kota Mataram. Ada juga dipamerkan poto Jembatan Ampenan di Era Kolonial dan poto Jembatan Gantung di Cemare Mataram. Poto Jembatan di Lembar kabupaten Lombok Barat, serta Poto para jenderal Belanda yang pernah di Lombok, photo anak agung dan photo masyarakat yang sedang beraktivitas. Kala itu.

Bukan hanya photo-photo sejarah yang dipamerkan oleh LHS ada juga beberapa model sepeda seperti onthel, ada yang punya mesin tidak punya mesin. Mobil pasukan yang digunakan oleh pasukan Belanda, serta ada motor BMW 5R 50 yang keluaran 1955 buatan Jerman. Tak ketinggalan juga transportasi tradisional khas Nusantara yaitu dokar.

Begitu banyak poto sejarah yang disuguhkan oleh LHS ada satu poster yang menyita perhatian, dan sangat menarik menurut saya. Bila dilihat memang terlihat biasa, tapi saat mendengar uraian sang pemandu. Seketika saya teripnotis, pikiran saya melayang-layang, harga diri memuncak, dan tentunya sangat bangga, kagum pada leluhur kita. Sehingga kebanggaan menjadi masyarakat Sasak melonjak seketika.

Dua pemandu dari LHS (Lombok Haritage Society) yaitu bang Idrus dan bang pahrizal Iqrom sapa akrabnya. Bergantian Menjelaskan " bahwa poster ini merupakan kaleidoskop yang  merangkum secara lengkap perang Lombok Tahun 1894. Perang itu adalah perang yang terbanyak membunuh pasukan Belanda dalam kurun waktu hanya satu malam sampai 500 pasukan Belanda terbunuh, termasuk satu jendral. Bernama Jendral van Ham, dan Perang itu terjadi di Mataram. Bagaimana saya tidak terpukau. "Subhanallah"!.

Senjata yang digunakan oleh masyarakat Lombok kala itu adalah pistol sangat canggih yang ternyata didapatkan dari Inggris. Teragedi yang seperti itu, tidak pernah terjadi di daerah lain. Hanya di Lombok dalam satu malam 500 pasukan termasuk satu jendarl terbunuh". Sangat luar biasa. Broo!

Sejarah, Babad, Bikayat, Riwayat, Tarikh, Tawarik, Tambo, atau Histori dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Sejarah adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.  Hal penting yang perlu diketahui bahwa masa lampau adalah meliputi : dulu, kemarin dan tadi), sedangkan tiga aspek waktu yang saling berkaitan dalam sejarah meliputi : masa lalu , masa kini dan masa yang akan datang Artinya bahwa sejarah adalah berkesinambungan ( continue ) yang mempunyai rentang waktu yang panjang dari dahulu hingga sekarang ini dan yang akan datang.

Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya seperti kronologi, historiograf, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari dan mendalami sejarah disebut sejarawan.

Pemuda hari ini, penting mengenal bangsa, dan daerahnya dengan menyelami sejarah. Mengenal sejarah daerah mencambuk semangat berjuang. Mengenal sejarah berarti menginspirasi diri untuk lebih maju. Menyelami sejarah kita bertemu Sosok kesatria agung, tangguh, gigih, berani, sosok sang pejuang yang tidak pantang mundur sekuat apa tantangan, musuh dan rintangan bukan alasan untuk mundur. 

Dengan menyelami sejarah kita bisa merasakan dan mencium aroma darah yang mengalir dari para pasukan dan masyarakat yang mati-matian mempertahankan, membela dan memperjuangkan kota Mataram dari penjajah. 

Melalui sejarah kita bisa memahami mengapa para mujahid, kesatria, dan pahlawan itu mengepalkan tanganny, rela bertumpah darahnya di Medan pertempuran. perinsip merak " Mundur selangkah adalah sebuah penghianatan". 

Dengan sejarah kita bermimpi setinggi langit, tak ada yang tidak bisa, tidak ada yang tidak mungkin. Sebab sejarah telah mencatat, dan membuktikan. Siapa yang berani bermimpi dia-lah yang menaklukkan dunia, siapa yang paham sejarah dialah pemegang kemajuan. Proklamator kemerdekaan Indonesia, presiden pertama Indonesia, sang orator ulung Soekarno pernah menuturkan "jangan sekali-kali melupakan sejarah". Pelajari, jadikan motivasi hidup lalu terapkan nilai-nilai kebaikannya. Karena sejatinya kita sedang di Medan pertempuran.