Mari kita sejenak melihat-lihat sekeliling kita, coba perhatikan benda-benda sekelilingnya. Pernah kah anda berpikir benda-benda disekeliling kita bahkan yang kita gunakan sehari-hari tidak jauh dari kertas dan plastik. 

Seperti buku, majalah, amplop, dusbox hp Serta masih banyak lainnya yang menggunakan bahan utamanya terbuat dari kertas dan benda yang bahan utamanya menggunakan plastik seperti gayung, sisir, botol air, galon dan masih banyak lainnya.

Zaman memang tak pernah lekang oleh sebuah perubahan. Perubahan yang sangat cepat dan tanpa batas hingga berlangsung saat ini yang menyebabkan perubahan tersebut membawa manusia pada dua arah yaitu berdampak baik atau berdampak buruk. 

Sesuatu hal yang berdampak baik pasti akan berfaedah, sedangkan sesuatu hal berdampak buruk justru akan mengundang masalah. Akan tetapi yang pasti segala perubahan yang diinginkan setiap manusia yaitu perubahan yang berdampak baik.

Memang dengan adanya kertas dan plastik kehidupan manusia jadi mudah dan praktis dalam segala hal, contoh dalam dunia pendidikan, peserta didik bisa menulis segala informasi yang didapat dalam proses belajar mengajar diruang kelas dan mencatatnya dengan pulpen ke dalam buku, dimana kita ketahui bahan dasar dalam pembuatan buku yaitu kertas sedangkan pulpen bahan dasarnya plastik. 

Hal tersebut sangatlah mempermudah proses belajar mengajar dan berdampak baik dalam dunia pendidikan. Mungkin tanpa adanya hal tersebut kemungkinan saat ini kita masih menulis informasi yang ingin dicatat diatas kulit binatang. Hal tersebut hanya segelintir dampak baik dari kertas dan plastik dan masih banyak lainnya.

Namun dibalik manfaat dari kertas dan plastik tersebut tersimpan begitu banyak persoalan yang berdampak buruk dalam kehidupan alam bumi. Persoalan yang kini dihadapi mengenai kertas yaitu bahan baku yang mulai menipis, sebab bahan baku yang dibutuhkan para industri kertas yaitu kayu hasil hutan dan para industry tersebut sangat bergantung pada kayu hasil hutan tersebut.

Tanpa disadari dari banyaknya kertas yang kita gunakan sehari-hari terdapat hutan-hutan yang pepohonannya ditebang untuk keperluan industri kertas. Sebab bahan baku untuk membuat kertas yaitu serat kayu yang berasal dari pohon. 

Jika kita amati dari banyaknya pepohonan hutan yang terus menerus ditebang akan berdampak buruk pada siklus kehidupan. Dimana hutan berperan dalam penyedia sumber air, penghasil oksigen, serta hidupnya flora dan fauna. 

Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut justru akan sangat berdampak lebih parah dimasa yang mendatang serta akan mengakibatkan bencana-bencana yang akan mengancam kehidupan manusia. Mungkin itu hanya sekelumit dari permasalahn yang harus dihadapi.

Belum lagi permasalahan mengenai limbah plastik, hal ini menjadi persoalan serius serta menjadi sorotan masyarakat dunia. Dikarenakan limbah plastik merupakan limbah yang sulit terurai dan membutuhkan waktu yang sangat lama agar terurai. Bahkan akibat dari hal tersebut mengakibatkan terancamnya kehidupan di daratan maupun dilautan karena sudah mulai tercemar oleh limbah plastik.

Pernah terjadi kasus ditahun 2018 dimana seekor paus sperma (physeter macrocephalus) terdampar di sekitar pulau Kapota, kabupaten Wakatobi, Sulawesi tenggara, dan ditemukan oleh warga sudah menjadi bangkai. Saat perut paus tersebut dibelah, ternyata didalamnya berisi sampah plastik. Hal ini menandakan bahwa laut Indonesia sudah mulai tercemar dan mengancam kehidupan ekosistem laut. Mungkin itu hanya sekelumit dari persoalan yang harus dihadapi.

Berbagai upaya-upaya telah dilakukan mulai dari daur ulang sampah kertas dan plastik hingga pembatasan penggunaannya. Namun apakah upaya tersebut bisa berhasil, bagi saya pasti berhasil, akan tetapi jika masyarakat kita dari tiap-tiap individu sadar akan dampak buruk membuang limbah kertas dan plastik secara sembarangan serta penggunaannya secara berlebihan. 

Dampak dari hal tersebut justru akan mengancam dan merugikan kehidupan manusia itu sendiri.

Lalu apa yang harus dilakukan? Tentunya yang paling utama adalah kesadaran, sebab itu merupakan modal terpenting untuk segala permasalahan-permasalah mengenai dampak dari limbah kertas dan plastik. Kesadaran merupakan pokok terpenting untuk membuka pikiran manusia untuk melihat segala yang terjadi disekelilingnya. 

Dari hal tersebut kita harus menyadari bahwa kertas dan plastik yang telah selesai digunakan bukanlah limbah semata, melainkan bisa digunakan dalam berbagai hal dan merubahnya dari limbah menjadi berfaedah.

Kita harus menyatu dengan kertas dan plastik dalam artian menyadari bahwa barang tersebut bukan sekedar barang habis pakai melainkan barang yang terus menerus akan berfaedah jika kita menggunakan kreativitas dan merubahnya berbagai bentuk hingga bernilai seni bahkan bisa menghasilkan nilai jual dan masih banyak lainnya. 

Bahkan sudah ada yang memanfaatkan limbah kertas menjadi pupuk kompos untuk tanaman, itu merupakan sesuatu hal yang tidak diduga. Hal itu sudah diteliti dan diuji coba yang pernah dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Selulosa (BBS) Bandung, limbah kertas yang sudah diolah menjadi pupk mengandung karbon organik sebesar 3,97%, nitrogen 16,5%, fosfor 3,75% dan kalium 2,99%. Mungkin itu hanya sekelumit manfaat dari limbah kertas dan masih banyak manfaat lainnya jika kita menyadari limbah kertas bukan sekedar limbah.

Sedangkan dari limbah plastik banyak yang memanfaatkan menjadi sesuatu yang sangat bernilai seperti membuat tas rajut yang bahan dasarnya dari limbah tersebut. Bahkan ada yang menjadikan hal tersebut menjadi ladang bisnisnya. Seperti yang dilakukan oleh seorang wanita di kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang mengolah tumpukan limbah plastik disulap menjadi berbagai produk tas dan aksesoris fashion kwalitas eksport.

Lalu apa yang bisa kita dapat dari berbagai cerita tersebut? Dari hal tersebut kita dapat mengetahui bahwa mereka yang memanfaatkan limbah kertas dan plastik telah menyadari timbunan limbah bisa menjadi sesuatu hal yang berfaedah dan hal itu dibuktikan dengan merubahnya menjadi sesuatu benda yang sangat bernilai.

Untuk itu perlu adanya kesadaran masing-masing untuk merubah itu semua, menyadari bahwa limbah kertas dan plastik bukan hanya sekedar limbah akan tetapi akan sangat berfaedah jika kita benar-benar memanfaatkannya.membuangnya hanya akan menjadi bencana dan musibah, memanfaatkannya akan menjadi sesuatu yang bernilai dan berfaedah.

Bahwa sesuatu yang tercipta di dunia tidak akan pernah menjadi sampah. Harus adanya penyatuan antara manusia menyatu dengan kertas dan plastik, dalam artian menyadari keberadaan kertas dan plastik yang telah digunakan bukan begitu saja menjadi sampah melainkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Hal ini demi menjaga keberlangan kehidupan di masa mendatang.

Memang telah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani limbah kertas dan plastik, namun hal itu akan akan menjadi sesuatu hal yang sia-sia jika tanpa kesadaran yang lebih dari tiap-tiap individu. 

Oleh karena itu perlu adanya kesadaran dari masing-akan hal ini. menyadari nya harus dimulai saat ini, mereka yang memanfaatkan limbah kertas dan plastik adalah orang-orang yang telah menyatu dan menyadari keberadaan kertas dan plastik.