Lintasan waktu kembali membawa kita menuju gerbang Ramadhan. Bulan yang senantiasa disambut dengan penuh kemeriahan, yang di awalnya ada rahmat, di tengahnya ada maghfirah, dan di akhirnya ada pembebasan dari api neraka.  

Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan adalah bulan suci yang selalu dirindukan setiap tahunnya. Dimana keindahan dan kekhusyukan hari-harinya adalah sesuatu yang sulit didapatkan di hari-hari biasa, sehingga tak heran, jika di bulan Ramadhan begitu banyak hal-hal yang biasa menjadi istimewa.

Keistimewaan di bulan suci Ramadhan senantiasa menyediakan paket ibadah lengkap yang kental dengan makanan jiwa, mulai dari berpuasa, tarawih, kemulian Lailatul Qadar, hingga kembalinya fitrah di hari yang fitri. 

Sehingga ibadah di bulan suci Ramadhan memiliki nilai spritual yang menjanjikan pelakunya untuk mendapatkan kebahagian lahiriah dan batiniah. Sungguh bulan yang sangat mulia dan bulan yang berlimpah akan keberkahan, itulah bulan Ramadhan.

Dengan berbagai keistimewaan di bulan suci Ramadhan, maka umat Muslim dianjurkan bergembira dan bersukacita dalam menyambut kedatangannya. Karena kegembiraan dalam menyambut Ramadhan adalah salah satu tanda bukti keimanan seorang Muslim. 

Ibarat ketika menyambut datangnya tamu yang agung, maka kita perlu mempersiapkan segala hal dan tentu dengan perasaan hati yang senang dan penuh kegembiraan dalam menyambut datangnya sang tamu.

Namun, kegembiraan tersebut sepertinya akan diselimuti oleh rasa kesedihan. Pasalnya, “ada tamu tak diundang” yang mungkin akan menemani kita selama bulan Ramadhan atau bahkan beberapa bulan kedepan.

Ya, sudah kurang lebih empat bulan lamanya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 melanda dunia. Virus yang berawal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei China ini dalam waktu singkat telah menyebar lebih dari 200 negara di dunia tak terkecuali di Indonesia. 

Sehingga pada tanggal 11 Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) telah mengumumkan virus ini sebagai wabah pandemi global.

Hal ini tentu menjadi kabar yang kurang baik terlebih bagi umat Muslim di Indonesia maupun umat Muslim di seluruh dunia yang berharap dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.

Kendati demikian, di tengah situasi wabah pandemi Covid-19 saat ini, kita tetap harus mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Artinya, dalam menyambut Ramadhan kita dituntut untuk melakukan berbagai persiapan. 

Bagaimanapun kondisi kita saat ini, bukan berarti menjadi alasan untuk kita lalai dalam mempersiapkan segala bekal guna menyongsong perjalanan menuju bulan suci Ramadhan.

Kalaulah kita mengetahui tentang sebuah perjalanan yang akan ditempuh dengan jarak yang jauh, tentu kita akan mempersiapkan segala kebutuhan dengan persiapan yang sangat matang, sehingga perjalanan tersebut tidak mengecewakan.

Demikian halnya yang mesti kita lakukan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, yakni dengan persiapan yang matang, baik persiapan spritual, fisik, mental, ekonomi/keuangan dan ilmu-ilmu terkait ibadah Ramadhan. Sehingga pada saat kita berjumpa dengan bulan Ramadhan, kita telah benar-benar mempersiapkan diri dalam menjalankan segala aktivitas selama bulan Ramadhan nantinya.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya memiliki banyak keutamaan dan keberkahan, maka sayang teramat sayang jika aktivitas Ramadhan kita kali ini hanya dilalui begitu saja tanpa ada produktivitas tinggi yang penuh makna. 

Kegiatan seperti membaca buku, menulis, mendengar ceramah atau tausyiah, mengikuti kajian keagamaan via online dan sebagainya, bisa menjadi alternatif dalam mengisi waktu luang selama Ramadhan di tengah kondisi stay at home atau #dirumahajah.

Di sisi lain, Ramadhan adalah bulan yang dipenuhi dengan pahala kebaikan, dimana untuk mendapat pahala tersebut kita harus menguatkan iman kita, agar bisa melaksanakan banyak amalan ibadah. 

Sekalipun saat ini kita tengah dalam kondisi ruang yang sangat terbatas, kondisi tersebut tidak menjadi alasan kita untuk tidak bersemangat dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah, dimana tujuan akhir dari semua itu adalah guna mencapai derajat takwa di sisi-Nya (la’allakum tattaqun).

Selaku kaum Muslimin kita dituntut untuk senantiasa membersihkan lahan jiwa dan raga kita dengan terus menerus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah swt. 

Karenanya, kita mesti jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk merefleksi diri dan muhasabah diri atas apa yang telah kita perbuat selama sebelas bulan kebelakang. Barangkali dengan adanya wabah ini Allah hendak mengisyaratkan kaum Muslimin untuk lebih banyak waktu dalam mendekatkan diri serta memperbanyak ibadah kepada-Nya. 

Untuk itu, mari kita senantiasa berdoa disamping berusaha dan berikhtiar semoga wabah pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kita bisa beraktivitas secara normal kembali dan dapat menyambut serta menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.

“Marhaban Ya Ramadhan”.