Pelajar
1 minggu lalu · 77 view · 4 menit baca · Pendidikan 42593_52971.jpg

Menuntut Ilmu Tidak Pandang Usia

Tidak ada istilah ‘terlalu muda’ dalam mengukir prestasi, begitu pula tidak istilah ‘terlalu tua’ untuk menuntut ilmu. 

Ungkapan tersebut tampaknya sangatlah tepat untuk menggambarkan orang orang luar biasa seperti Leo Plass. Pada usianya yang ke-99 tahun, Leo Plass mampu mendapatkan gelar sarjananya sekaligus dinobatkan sebagai sarjana tertua di dunia oleh Guinness World Record.

Pada tahun 1932, Leo Plass putus kuliah saat berusia 20 tahun karena jam kredit yang tidak cukup memungkinkannya untuk meraih gelar. Dia berhenti dari perguruan tinggi demi melanjutkan karier dan bisnisnya di bidang penebangan kayu. Meskipun penghasilan yang diterima sangat lumayan, namun Plass masih tidak melupakan cita-citanya dalam bidang akademik.

Akhirnya, 79 tahun berlalu, Leo Plass berhasil juga menyelesaikan kuliahnya di Eastern Oregon University pada tahun 2011 saat umurnya memasuki usia 99 tahun. Ini menjadikannya sebagai pemegang rekor untuk lulusan sarjana tertua dalam sejarah.

Di Palestina, seorang nenek yang berusia 82 tahun juga menjadi terkenal setelah kisahnya menjadi sarjana tersebar di dunia maya. Nenek Fatima mendapatkan gelar Sarjana Hadist dari Aqsa University, Gaza, Palestina. 

Meraih gelar sarjana merupakan impiannya yang akhirnya terwujud, setelah sebelumnya terpaksa tertunda di kala muda karena adanya konflik berkepanjangan di negaranya. 

Melihat perjuangan nenek tersebut, banyak netizen yang memberikan dukungan positif dan apresiasi terhadap semangat yang dimiliki nenek tersebut.

Satu lagi tokoh yang patut diacungi jempol semangatnya dalam menuntut ilmu ialah Diana Patricia Hasibuan. Nenek dari 13 cucu ini mampu meraih gelas master di usia yang tidak lagi muda, yakni 71 tahun. 

Prestasi tersebut mampu mencatatkan nama Patricia sebagai peraih gelar master tertua di Indonesia dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Awalnya, karena keadaan ekonomi yang tidak mendukung, Patricia harus rela mengubur mimpi masa mudanya menjadi seorang dokter.

Meskipun begitu, Diana lantas tak surut semangatnya dalam menuntut ilmu. Ia akhirnya mendaftarkan diri sebagai mahasiswa pada taun 1998. 

Kini Patricia berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 untuk mendapatkan gelar doktor. Patricia telah membuktikan jika usia bukanlah suatu halangan dalam menuntut ilmu dan pesan inilah yang ingin ia sampaikan pada generasi muda saat ini.

Menurut Zamroniy, pendidikan merupakan salah satu alat yang dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik lagi. Memiliki pendidikan yang tinggi akan mempermudah generasi muda untuk mendapat pekerjaan bahkan membuka lapangan pekerjaan nantinya. 

Dengan demikian, pendidikan sangat penting bagi generasi muda. Oleh sebab itu, marilah berusaha menjadi generasi muda yang memahami akan pentingnya pendidikan dan mengaplikasikannya melalui kerja keras dan usaha yang maksimal.

Di era perdagangan bebas seperti saat ini, penguasaan skill dan ilmu merupakan hal yang mutlak dimiliki agar mampu bersaing dengan sumber daya manusia asing yang berdatangan ke Indonesia. Jangan sampai bangsa Indonesia kalah bersaing dan gagal menjadi tuan di tanah sendiri. 

Selain dukungan dari orang tua terhadap generasi muda, pemerintah juga berkewajiban untuk membenahi sistem pendidikan yang ada, serta memberikan fasilitas pendidikan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini juga didasari karena generasi muda yang cerdas dan berbakat merupakan jaminan masa depan bagi suatu bangsa.

Meskipun orang tua merupakan guru terbaik, namun memiliki pendidikan formal juga merupakan suatu keharusan. Mengingat ilmu pengetahuan yang makin berkembang serta era globalisasi yang makin menyamarkan batasan antarnegara, pendidikan sudah menjadi hal yang penting dan tidak dapat ditawar lagi.

Tingkat putus sekolah di Indonesia masih tinggi. Tercatat 60 persen siswa sekolah menengah atas di Indonesia mengalami putus sekolah berdasarkan data dari UNESCO Institute of Statistic (UIS) dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat putus sekolah SMA tertinggi kedua di dunia setelah Cina. Fakta ini menyiratkan jika kesadaran akan pendidikan di Indonesia masih kurang.

Sebagai generasi muda yang dianugerahi semangat serta kondisi yang masih prima, hendaknya kita tidak boleh kalah dari tokoh tokoh tersebut. Pendidikan merupakan sesuatu hal yang penting dan sangat dibutuhkan saat ini. 

Tidak perlu takut dengan anggapan jika mengenyam bangku kuliah itu mahal karena sekarang banyak sekali beasiswa beasiswa yang diberikan oleh berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta.

Tidak hanya kesempatan mengenyam pendidikan di Indonesia, kini kesempatan untuk menuntut ilmu ke luar negeri juga bukanlah hal yang mustahil dan sangat terbuka lebar saat ini. Oleh karena itu, kita hanya perlu punya niat dan semangat yang kuat serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan tersebut.

Menurut Adi Kurniawan, “Mencari ilmu itu tidak ada batasnya.” Mencari ilmu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh supaya ilmu yang kita dapat juga bisa kita mengerti dan kita ingat terus. 

Ilmu yang kita dapat dan berisi kebaikan harus kita bagikan pada orang yang belum mengerti. Karena ilmu yang kita bagikan dapat bermanfaat dan berguna bagi orang lain.

Teruslah untuk senantiasa belajar karna pengetahuan tidak mengenal usia. Wawasan yang luas akan menjadikan kita orang yang dihormati orang lain. Dengan ilmu, maka tercipta pembedaan antara orang bodoh dengan orang pintar. 

Pintar tidak harus memintari, tapi pintar itu bisa berbagi ilmu dengan orang lain. Jangan mudah putus asa dalam mencari ilmu, karena rintangan orang mencari ilmu itu sangat banyak. Kuncinya, kita harus selalu bersabar dan tekun.