2 tahun lalu · 540 view · 6 min baca · Lingkungan 37895.jpg
Dokumen Pribadi-Ika Prihendah S/Hutan Mangrove di Bontang Kaltim

Menumbuhkan Rasa Cinta Alam Indonesia

Ekowisata Hutan Mangrove di Bontang, Kalimantan Timur

Hutan Mangrove, pasti tak asing lagi di benak kita karena dapat dijumpai di hampir sepanjang pesisir pantai maupun daerah teluk dan muara sungai di Indonesia. Hutan mangrove tersebar di 123 negara yang memiliki iklim tropis dan sub tropis. Biasanya mangrove menyukai arus laut hangat sepanjang garis khatulistiwa, 20° ke utara dan selatan.

Terkadang ditemukan hingga lintang 32° ke Utara dan Selatan. Indonesia termasuk wilayah yang memiliki hutan mangrove sangat luas yaitu sekitar 25 % dari jumlah hutan mangrove di dunia.

Peta sebaran hutan mangrove di dunia. (Gambar: Deltares)

Hutan mangrove adalah suatu kelompok jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh disepanjang garis pantai tropis dan subtropis yang terlindung dan memiliki semacam bentuk lahan pantai dengan tipe tanah anaerob.  Kata mangrove berasal dari kata mangue (bahasa Portugis) yang berarti tumbuhan, dengan grove (bahasa Inggris) yang berarti belukar.3 Sementara itu dalam literatur lain disebutkan bahwa istilah mangrove berasal dari kata mangi-mangi (bahasa Melayu Kuno).

Kalimantan atau Borneo adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki hutan mangrove yang cukup luas. Beberapa ekowisata hutan mangrove di Borneo telah dikembangkan beberapa tahun ini. Terdapat beberapa kawasan ekowisata hutan mangrove yang memang dilestarikan oleh pemerintah daerah setempat. Selain sebagai daya tarik wisata tentunya ada fungsi lain yang sangat penting adanya hutan mangrove ini.

Berikut adalah beberapa fungsi penting hutan mangrove :

Mencegah Intrusi Air Laut
Intrusi air asin adalah pergerakan air asin ke akuifer air tawar yang dapat mengkontaminasi sumber air minum. Intrusi air asin dapat terjadi secara alami hingga derajat tertentu pada sebagian besar akuifer pantai, dikarenakan adanya hubungan hidrolik antara air tanah dan air laut. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.

 

Intrusi Air Laut (Gambar: www.geo-lingkungan.blogspot.id)

Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus lautyang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.

Sebagai pencegah dan penyaring alami
Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai. Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan enghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.

Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal di daerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya.

Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.5

Bekantan, Primata Endemik Kalimantan (Gambar : www.benyaminlakitan.com) 

Salah satu hewan endemik di pulau Kalimantan yang hidup di daerah hutan mangrove adalah bekantan. Primata berhidung panjang dan besar dengan rambut bulu berwarna coklat kemerahan ini sering juga disebut monyet Belanda oleh penduduk Borneo. Binatang ini hidup secara berkemlompok dengan jumlah 10-30, meskipun hidup di atas pohon mereka pandai berenang dan menyelam.

Bekantan ini terancam punah karena adanya penyempitan lahan mangrove dan perburuan liar. Oleh karena itu habitat utamanya, hutan mangrove harus terus kita jaga untuk mencegah kepunahan hewan primata langka ini.

Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan.

Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.

Pohon Mangrove (Gambar : www.freevectorfinder.com)

Melihat pentingnya fungsi hutan mangrove tersebut, akankah kita diam saja dengan kerusakan dan berkurangnya vegetasi mangrove kini?

Kini berbagai elemen masyarakat atau komunitas berdampingan dengan pemerintah setempat telah mulai giat menggerakkan pelestarian dan konservasi alam hutan mangrove. Salah satu terobosan yang dilakukan dan terus ditingkatkan adalah pembangunan ekowisata.

Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Konsep kegiatan yang menggabungkan beberapa aspek ini tentunya diharapkan akan menumbuhkan kecintaan dan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam khususnya hutan mangrove. Sasaran utamanya kini adalah generasi muda, mengapa?

Karena generasi inilah yang akan meneruskan serta mengembangkan gagasan dalam menjaga kelestarian alam. Tak lepas dari hal tersebut ekowisata digadang-gadang menjaga program unggulan pariwisata di Indonesia, sebab negara kita ini sangat kaya dengan bentang alam yang pemandangannya elok nian.

Salah satu daerah yang memiliki hutan mangrove cukup banyak adalah Kalimantan, kebetulan saya tinggal di pulau ini sejak 2014 ini tepatnya di Bontang, Kalimantan Timur. Di daerah tempat tinggal saya terdapat pemanfaatan hutan mangrove untuk ekowisata yang memang sedang dikembangkan. Tak perlu jauh-jauh berlibur dan menikmati suasana hutan mangrove yang sejuk, karena kebetulan Bontang memang terletak di daerah pesisir timur Borneo.

Taman Wisata Graha Mangrove Bontang Kaltim (Gambar: Dokumen Pribadi) 

Taman Wisata Graha Mangrove Bontang Kaltim adalah salah satu contoh konsep ekowisata yang sedang digemari masyarakat di daerah kami. Setiap hari, terlebih saat akhir pekan tempat ini selalu ramai dikunjungi. Banyak kegiatan yang mulai memanfaatkan tempat ini , mulai dari kumpul komunitas, reuni maupun kunjungan pelajar untuk mengetahui hutan mangrove.

Namun karena masih tahap pengembangan, saat ini masih terus dilakukan pembangunan-pembangunan fasilitas pelengkap. Konsep seperti ini bisa dilakukan sebagai salah satu cara menyadarkan masyarakat akan pentingnya kelestarian hutan mangrove. Mereka bisa melihat dan merasakan sendiri manfaat adanya hutan mangrove.

Minimal ketika merasakan udara segar, melihat keindahan hutan mangrove apalagi ketika edukasi fungsi hutan mangrove sudah dimiliki masyarakat tentunya kesadaran untuk mencintai alam akan tumbuh dengan sendirinya.

Fasilitas Pondok Kayu Graha Mangrove (Gambar : Dokumen Pribadi)

Ekowisata mangrove disini telah dilengkapi dengan fasilitas berupa pondok-pondok kayu untuk beristirahat atau berkumpul bersama menikmati pemandangan alam. Tersedia beberapa tempat sampah di sisi jalan dan juga kran air untuk mencuci tangan, fasilitas untuk mendukung kebersihan.

Fasilitas Mushola (Gambar : Dokumen Pribadi)

Tak kalah penting adalah fasilitas ibadah, yaitu mushola yang tersedia di salah satu sudut hutan wisata. Di sekelilingnya terdapat pohon mangrove yang justru menambah kesejukan dan kenyamanan beribadah. Toilet dan tempat wudhu juga tersedia di dekat mushola.

Ekowisata Hutan Mangrove (Gambar : Dokumen Pribadi)

Penanganan ekowisata yang nyaman, bersih dan indah seperti ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Pelestarian alam harus didukung oleh semua lapisan masyarakat karena kita semua tinggal berdampingan dengan alam tersebut,  bahkan kita membutuhkannya. Dimulai dari edukasi seperti ini tentu lebih mudah menyadarkan masyarakat akan pentingnya hutan, terutama disini adalah hutan mangrove.

Mungkin sebelum adanya ekowisata  tak banyak yang tertarik, bahkan cenderung acuh akan fungsi hutan mangrove. Beberapa hutan yang sudah ada bahkan hilang atau tergusur dan tergerus modernisasi demi kepentingan ekonomi.  Area mangrove mulai berubah haluan menjadi lahan tambak, pemukiman penduduk atau bahkan hilang dan habis dengan sendirinya karena tak dilestarikan. Lagi-lagi demi kepentingan ekonomis tanpa melihat fungsi alam itu sendiri.

Hutan Mangrove (Gambar : Dokumen Pribadi)

Sebetulnya dengan ekowisata pun kepentingan ekonomi bisa  berdampingan dengan pelestarian alam. Setidak-tidaknya masyarakat lokal bisa mendapatkan sumber penghasilan dari pengunjung yang datang. Mulai dari menjajakan makanan, jasa transportasi, guide lokal ataupun cindera mata oleh-oleh. Hal-hal seperti ini jika dilakukan dengan seimbang dan berjalan sinergi tentu menjadi kesempatan yang baik dalam menciptakan kelestarian alam Indonesia.

Keindahan Hutan Mangrove, Ekowisata Indonesia (Gambar : Dokumen Pribadi)

Kelestarian alam Indonesia, khususnya hutan mangrove menjadi sebuah kebutuhan dan memiliki peran penting bagi keseimbangan kehidupan. Salah satu hal yang bisa dilakukan yaitu ekowisata hutan mangrove ini, dengan penataan yang tepat serta penanganan yang melibatkan setiap elemen masyarakat tentu akan menjadi sarana edukasi yang menumbuhkan rasa cinta alam Indonesia.

Tak kalah pentingnya ketika semua telah berjalan, mari kita sama-sama menjaga, merawat, bahkan ambil peran dalam pelestarian alam khususnya hutan mangrove di Indonesia.

Artikel Terkait