Mahasiswa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang belajar di perguruan tinggi. Selain itu, Mahasiswa merupakan calon intelektual dan cendikiawan muda yang diharapkan ke depannya bisa membangun SDM lebih baik dari generasi ke generasi depannya.

Sebagai Mahasiswa tentu memiliki peran penting dalam bangsa dan negara ini. Pertama sebagai Agent Of change atau agen perubahan, yakni sebagai pelopor perubahan dan revolusi dalam seluruh bidang kehidupan, sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. 

Kedua sebagai Social Control atau sebagai pengontrol masyarakat. oleh karena itu mahasiswa perlu mengembangkan pola pikir kritis mereka, guna untuk melihat sesuatu dengan lebih dalam dan menemukan sisi yang banyak tidak dilihat oleh orang lain. 

Ketiga sebagai Iron Stock atau sebagai penerus bangsa dan sebagai calon pemimpin di kemudian hari.

Sebagai Mahasiswa sudah pantas atau menjadi keharusan dalam menguasai dalam bidang kepenulisan, baik itu menulis makalah, essay, jurnal, skripsi, dll. Menulis ialah menemukan gagasan, ide, dan pendapat dari sebuah tulisan. Gagasan ialah pendapat, pengalaman, dan pengetahuan. 

Gagasan yang menarik dan data yang mendukung merupakan sebuah hal yang bisa memudahkan dalam bahan kita menulis serta menarik minat pembaca. Selain itu, kita juga harus mementingkan beberapa aspek, seperti aspek gaya bahasa, aspek diksi dan pemilihan bahasa.

Menulis dapat menjadi sebuah media terapi jiwa, ketika kita menulis dan merasa senang dalam proses menulis tersebut merupakan bentuk kesenangan hati. Selain itu, menulis dapat menjadi teman ketika kita dalam keadaan sedih ataupun itu, dengan cara menuangkannya pada sebuah tulisan. 

Ada beberapa tujuan dalam menulis, yaitu:

1. Persuasive Puspose adalah sebuah tulisan dengan sebuah tema yang bertujuan untuk menjelaskan atau meyakinkan pembaca.

2. International Purpose adalah sebuah tulisan guna untuk memberikan sebuah informasi atau keterangan kepada pembaca.

3. Self-Expressive Purpose adalah sebuah tulisan yang bertujuan menyatakan diri penulis kepada pembaca.

4. Problem-Solving Purpose adalah sebuah tulisan yang bertujuan menyampaikan pesan berdasarkan fakta.

5. Alturlistik Purpose adalah untuk memudahkan para pembaca memahami, menghargai sebuah tulisan.

6. Materi adalah ketika membuat sebuah tulisan dapat membuahkan hasi, seperti uang.

Dengan Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada zaman ini, tentunya perkembangan di media digital juga semakin canggih. Jangan sampai mahasiswa terisiris oleh perkembang tersebut dan gagap teknologi. 

Sebagai agent of change tentunya harus bisa memanfaatkan hal tersebut dengan baik, seperti dalam bidang kepenulisan. sekarang sudah banyak media online yang dapat digunakan untuk menuangkan atau mengirimkan hasil tulisan kita agar dapat dibaca oleh masyarakat secara luas. 

Tentunya tidak asal-asalan ketika menulis pada media online, ada beberapa yang harus diperhatikan sebelumnya, antara lain:

1. Mengenali Pembaca ialah mengetahui bahwasanya tulisan yang kita buat ditujukan kepada siapa, serta kenali kunjungan web dan topik yang menarik bagi mereka para pembaca.

2. Piramida terbalik biasanya ini dipakai guna menulis sebuah berita cepat (straight news). Piramida terbalik ini mengajarkan untuk mengedepankan fakta, data, dan hal yang terpenting dalam kepenulisan.

3. Ringkas dan menggunakan kalimat sederhana serta menghindari untuk pengulangan kata.

4. Menggunakan kalimat aktif, hidup, mudah difahami, dan menggunakan kaidah tata bahasa.

5. Mudah dipindai oleh website dan mudah dimengerti.

Selain beberapa hal diatas, ada 3 karakteristik penting yang juga harus diperhatikan, yaitu:

1. Panjang tulisan, dalam sebuah tulisan 1000 kata menjadi sebuah hal yang relevan dalam dunia digital, dan idealnya 600-1000 kata.

2. Kalimat atau paragraf pertama, karena para redaktur lebih fokus pada paragraf pertama ataupun paragraf terakhir. Jika paragraf pertama menarik, maka pembaca akan melanjutkan membaca. Namun, jika paragraf pertama sudah bertele-tele, maka pembaca akan merasa jenuh.

3. Pengaruh besar visual atau gambar pada tulisan sebesar 94% mempunyai ketertarikan pembaca.

Tidak menutup kemungkinan, ketika menulis selalu memiliki ide yang akan dituangkan. Tentunya suatu saat akan mengalami kritis ide dan hilangnya mood untuk menulis. 

Guna mengembalikan hal tersebut ada beberapa cara yang dapat kita lakukan, seperti membuat outline atau rancangan dalam menulis yang dapat menetralisir krisis ide. 

Selanjutnya guna mengembalikan mood dalam menulis ketika kita lelah ataupun bosan maka istirahatlah, namun ketika mendapat sebuah ide maka tulislah walaupun hanya 1 paragraf. Selain itu, kita bisa mensiasati dalam menulis, contoh: satu hari maksimal menulis selama 2 jam, atau yang lainnya.

Seiring perkembangan zaman, tentunya teknologi juga berkembang dengan begitu pesat. Banyak aplikasi-aplikasi baru yang membuat para pemuda bermalas-malasan. 

Oleh karena itu, mulailah dari diri kita sendiri untuk bisa menggunakan media online ini guna mengajak masyarakat secara luas untuk bangun dari sifat malasnya, yakni dengan memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar. 

Sebagai agent of change tentunya bisa melihat sisi baik dan buruknya perkembangan teknologi ini. Berikanlah informasi secara benar dan sesuai.

Imam Syafi'i pernah berkata: "Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan menjadi pengikatnya. Maka ikatlah hewan tersebut dengan ikatan yang kuat agar tidak lepas. Begitu juga ilmu, tulislah ilmu itu agar tidak lupa ataupun hilang."

"Tulisan yang baik adalah tulisan yang menarik bagi pembaca."