Kita pun sebenarnya sudah menjadi seorang penulis dan setiap hari menghasilkan tulisan. Hal sederhananya seperti menulis status WhatsApp, Instagram maupun media sosial lainnya.

Kita menyadari masih belum membuat tulisan seperti buku, puisi, cerpen, artikel, novel maupun esai. Nah, pastinya ada susah dan mudahnya membuat tulisan tersebut. Tidak mungkin, kita tiba-tiba bisa membuat novel dalam waktu satu hari saja. Tentu hal tersebut mustahil. 

Tulisan yang baik di dalamnya mengandung informasi, dan juga sesuai dengan kaidah yang baik. Kita pun ingin sekali menjadi penulis yang menghasilkan karya-karya luar biasa, tapi kemalasan sering kali datang. Dan membuat kita jadi tidak semangat dalam membuat tulisan. 

Ditambah lagi dengan aktivitas yang padat, semakin membuat kita tidak bisa menyempatkan diri untuk menulis, padahal menulis itu bukan menunggu waktu luang, tapi kita yang harus meluangkan waktu untuk menulis.

Adapun beberapa prinsip menulis yang wajib kita gunakan, agar selalu produktif menghasilkan tulisan, yaitu:

1. Jalani

Menulis adalah dunia praktik. Kita tahu sebelum praktik menulis, kita harus mengetahui teorinya. Namun, dengan kita melakukan praktik menulis, hal itu yang menentukan sukses dan tidaknya tulisan kita. Jika ingin menghasilkan tulisan, maka praktiklah menulis.

Awalnya pasti akan berat, namun jika kita berusaha untuk selalu menyempatkan waktu saat menulis. Maka kita pun akan terbiasa menulis. Untuk yang masih pemula, jangan terlalu banyak menargetkan jumlah kata. Karena pasti akan membuat kita cepat bosan dan lelah. 

kita lakukan dengan sedikit dulu, tapi dilakukan setiap hari. Maka, hal tersebut justru membuat kita konsisten dalam menulis dan kita senang menulis. Misalnya kita menulis setiap pagi hari, setelah subuh atau malam hari. Biasanya waktu-waktu itu, sangat cocok untuk kita menulis, karena suasana sepi. 

Waktu menulis tersebut kita lakukan setiap hari, meskipun kita hari ini sanggup menulis cuma 100 kata saja, besoknya lagi kita tambahkan menjadi 150 kata, sampai benar-benar kita terbiasa menulis.

2. Nikmati 

Menulis harus dilakukan sesuai dengan sepenuh jiwa. Artinya tidak ada paksaan maupun tekanan untuk membuat tulisan, jika kita tahu, bahwa menulis dengan rasa tertekan dan paksaan, hanya akan menghasilkan karya yang tidak bermutu. 

Kita tidak perlu cepat-cepat menyelesaikan tulisan, tapi yang paling penting untuk kita lakukan dengan menikmati tulisan kita terlebih dahulu, sebelum dibaca atau dinikmati banyak orang. Bagaimana cara menikmati tulisan? 

Caranya dengan kita merevisi apa yang kurang dari tulisan kita. Setelah kita selesai menulis, jangan tergesa-gesa untuk mempublikasikan di media sosial atau mengirim tulisan di situs-situs, maupun penerbit.  Kita baca ulang tulisan kita, tidak cukup jika membacanya cuma satu kali saja.

Kita baca beberapa kali, pasti kita akan menemukan kesalahan. Entah itu typo, kalimat sulit dipahami ataupun tidak sesuai kaidah yang sudah ditetapkan. Setelah kita rasakan, tulisan sudah baik maka segera publikasi di media sosial, atau kita kirim di penerbit maupun situs-situs yang membayar tulisan kita.

3. Syukuri 

Prinsip yang ketiga yaitu bersyukur. Mengapa kita harus bersyukur saat menulis? Karena dengan bersyukur kita akan tetap menulis, meskipun banyak tantangan agar tidak menulis. 

Bagi penulis, adapun cara untuk bersyukur yaitu dengan tetap menulis. Nah, meskipun tulisan kita mendapatkan kritikan pedas, ditolak penerbit ataupun dibenci pembaca. Maka, apapun itu harus kita syukuri dengan tetap menulis dan memperbaiki tulisan. 

Kritikan pedas dari pembaca dan penolakan dari editor yang membuat hati kita patah, lalu membuat kita tidak percaya diri dengan tulisan kita, hingga kita tidak lagi menulis. Maka, kita telah gagal menjadi seorang penulis sejati. 

Penulis sejati adalah mereka yang berkali-kali mendapatkan penolakan, tapi tetap menulis dan memperbaiki karya. Seperti kita tahu, penulis buku Harry Potter yaitu J.K Rowling yang mendapatkan 12 penolakan dari penerbit besar. Namun, dia tidak menyerah begitu saja, hingga kini novelnya Haryy Potter dikenal di seluruh dunia, dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Kesuksesannya itu, berlanjut menjadi film layar lebar. 

Kita dapat mengambil pengalaman J.K Rowling, yang mendapatkan banyak penolakan. Tapi beliau tetap bersyukur dengan tidak menyerah dan terus memperbaiki tulisan. Sebab akan ada sebuah keajaiban, bagi kita yang konsisten dalam menjalani proses.

Sama halnya dengan kita, yang setiap hari menulis, maka akan mendapatkan hasil dari tulisan kita. Misalnya kita mendapatkan pendapatan dengan mengirim tulisan di penerbit maupun platform online yang membayar tulisan kita. Nah, lumayan bisa nambah uang jajan.

Kita dapat memahami saat menulis dengan menggunakan tiga prinsip di atas, jalani, nikmati, syukuri maka akan membuat kita produktif dan menghasilkan karya-karya yang baik. Kemalasan memang menjadi tantangan bagi kita untuk menyelesaikan tulisan.

Setidaknya kita harus berusaha menghadapi rasa malas itu sendiri, dengan terbiasa menulis setiap hari. Meskipun  tulisan kita jumlah katanya sedikit, dan tulisan tentang hal-hal sederhana, itu jauh lebih baik dan awal yang baik untuk membuat diri kita menjadi penulis sejati, yang menghasilkan karya-karya luar biasa.