Arsiparis
4 bulan lalu · 92 view · 3 menit baca · Media 64314_84228.jpg
Flickr

Menulis Berita dari Kacamata Pembaca

Citizen Reporter

Kehadiran Jurnalisme Warga atau Citizen Reporter (Cipo) begitu pesat di media media arus utama. Semua media, baik cetak maupun elektronik, berlomba memberikan ruang bagi warga untuk turut serta memberikan informasi kepada konsumen.

Semua mencoba memfasilitasi atau sekedar mencari konsumen atau agar tidak ditinggal konsumen informasinya. Mereka berpandangan bahwa saatnya membentuk media interaktif dengan cara  konsumen pun harus dilibatkan dalam menyajikan berita.

Terlepas dari berbagai alasan media-media itu memberikan kesempatan untuk memberikan ruang, munculnya jurnalisme warga selalu ada sisi positif, baik dari sisi media sebagai tempat warga menyampaikan berita/informasi maupun warga sebagai konsumen informasi yang dihasilkan awak media massa tersebut. Meski ada ruang pembaca yang hadir selama ini, karena sekarang ini kita berada di era semua berhak bicara dan dengan ini media harus bisa memfasilitasi konsumen beritanya turut menyajikan berita kalau mereka tidak ingin ditinggalkan oleh konsumennya.

Konten yang disajikan oleh Cipo ini bukanlah esai-esai tentang topik tertentu yang biasanya memang ada ruang khusus, namun berupa feature berita, baik itu tentang kejadian sekitar, perjalanan, maupun kriminalitas.


Namun, Cipo pun tidak serta merta menyajikan sesuatu untuk dikonsumsi publik. Mereka pun sedikit banyak harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam penyajian informasi kepada masyarakat sebagaimana yang telah dipakai oleh media arus utama. Salah satunya adalah validitas fakta yang mereka sampaikan kepada masyarakat.

Keberimbangan adalah syarat mutlak untuk membuat informasi itu objektif. Tentunya masyarakat tidak mau hanya dicekoki gosip semata. Biar bagaimana pun Cipo tak bisa  bertindak semaunya karena apa yang mereka sajikan akan dimoderasi oleh editor media di mana media itulah yang menyediakan ruang untuk Cipo berkreasi dan yang pasti tanggung jawab konten informasi adalah Cipo itu sendiri.

Kegiatan penyediaan ruang bagi Cipo ini sekaligus bisa meminimalkan beredarnya hoaks karena mereka sudah mempunyai saluran resmi di media-media yang sudah kredibel daripada hanya seksdar berbagi di media sosial yang tak ada kurasinya ssma sekali.

Dengan adanya Cipo, masyarakat bisa memperoleh banyak pilihan informasi/berita yang mereka inginkan. Berita yang disajikan Cipo menjadi alternatif lain karena penikmat informasi bisa merasakan bagaimana sebuah berita bila disampaikan dalam kaca mata konsumen berita sebagaimana dirinya.

Informasi yang disajikan oleh Cipo ada keunggulan tersendiri karena biasanya lepas dari pengaruh atasan, pemilik modal maupun kepentingan sempit golongan karena Cipo kebanyakan bekerja mandiri tidak berafiliasi ke grup atau perusahaan tertentu apalagi partai politik. Hal ini dikarenakan Cipo bertanggung jawab pribadi atas apa apa yang telah disebarkannya.

Meski tak tertutup kemungkinan subjektivitas berita yang dihasilkan oleh seorang Cipo, setidaknya ada pendapat lain yang mungkin bisa dijadikan referensi penikmat berita dalam menafsirkan sebuah informasi. Bukankah di era keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat suara suara bukan hanya monopoli awak media?

Apa yang sudah dilakukan oleh Tribunnews Grup adalah salah satu yang mendorong jurnalisme warga dengan menyediakan ruang bagi pembaca dalam sebuah rubrik Citizen reporter (Cipo). Rubrik ini banyak menampung berita yang ditulis oleh masyarakat.


Meski masih didominasi oleh para mahasiswa namun satu dua warga masyarakat lainnya juga sudah berpartisipasi untuk menuliskan liputannya. Apa yang menjadi daya tarik bagi warga untuk berpartisipasi di cipo adalah eksistensi mereka pun bisa menjadi bagian dari insan pers melalui kacamatanya.

Dengan menuliskannya menjadi berita, event yang semula tak terdeteksi bagi reporter resmi media pun bisa muncul di media massa. Dalam hal ini Cipo memudahkan media arus utama untuk mendapatkan konten unik yang terlewatkan mungkin karena kendala jarak dan sebagainya.

Agar tulisan Cipo diterima publik, mereka itu harus harus jeli mengungkap suatu peristiwa yang sedang hot dengan sudut pandang yang berbeda dengan media lainnya sehingga publik merasakan hal baru yang mungkin bermanfaat baginya. Ingat, jangan menjadi pengekor berita dari awak media utama.

Tulisan dari Cipo, meski diolah secara pribadi, setidaknya harus mengacu pada prinsip jurnalisme yaitu mengungkap fakta bukan malah menjadi ajang bergosip ria. Cek dan ricek harus selalu dilakukan oleh Cipo agar tidak menyajikan kebohongan pada masyarakat.

Selain itu, untuk menjadi Cipo yang baik, harus berwawasan luas, banyak membaca, agar isi tulisan tidak monoton dan dangkal atau itu itu saja.

Biar bagaimanapun, apa yang ditulis oleh Cipo adalah berita yang diakses publik, tentu  Cipoer harus memperlakukannya juga sebagaimana media massa konvensional lainnya. Cipoer harus menghindari konten berbau SARA agar apa yang mereka sajikan  kredibel karena dianggap pembaca isinya adil dan berimbang.


Artikel Terkait