Bagi penikmat buku, harga menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli buku. Tidak jarang karena saking tingginya harga, membuat pembaca menahan diri untuk dapat memiliki buku favorit mereka. Apa lagi untuk ukuran kantong mahasiswa yang terbatas.

Tingginya harga ini kemudian menimbulkan celah yang dimanfaatkan sebagian orang dengan memproduksi dan menjual buku bajakan yang harganya jauh lebih murah, namun dengan kualitas yang jauh di bawah buku aslinya.

Buku-buku bajakan sekarang ini mulai banyak beredar baik itu di toko buku fisik, maupun di toko buku online. Karena buku asli dengan buku bajakan sekilas mirip, akibatnya pembeli kerap kali dibingungkan mana buku asli yang dari penerbit dan mana buku bajakan.

Pun saya merasakan diri bagaimana rasanya merasa tertipu ketika niat hati ingin membeli buku asli, namun ternyata yang datang malah buku bajakan.

Nah, agar tidak tertipu, bagaimana sih cara membedakan antara yang asli dengan yang bajakan? Sebagai orang yang pernah terjun dalam dunia perbukuan, baik sebagai pembaca dan penjual, ternyata cara di bawah ini bisa dilakukan, loh, untuk mendeteksi mana buku asli dan buku bajakan.

  • 1.  Perhatikan harga jual buku yang akan kamu beli
  • Cara paling mudah membedakan buku asli dengan buku bajakan adalah dengan melihat harga jualnya terlebih dahulu. Biasanya harga jual buku bajakan jauh lebih murah dari buku asli. Bahkan harganya cenderung tidak masuk akal.

  • Buku asli biasanya mempunyai harga yang sudah ditetapkan dari penerbit. Kalaupun lebih murah, biasanya tidak lebih dari 30% harga asli, kecuali ada diskon. Para penjual biasanya mendapatkan buku dari penerbit atau distributor paling banyak 40% dari harga asli. Artinya penjual akan menjual buku tersebut lebih tinggi dari harga beli untuk mendapatkan untung.

  • Beda halnya dengan buku bajakan yang tidak ada kerja sama dengan penerbit, mereka akan menjual dengan harga serendah mungkin. Hal ini mengingat biaya produksi yang dibutuhkan dalam mencetak buku bajakan itu juga sangat rendah.

  • 2. Buku bajakan umumnya menggunakan kertas dengan kualitas rendah
  • Cara kedua ini bisa dibilang agak tricky. Buku bajakan umumnya dijual dengan menggunakan jenis kertas HVS putih, bukan jenis bookpaper berwarna krem kecoklatan yang lebih tipis.

  • Dalam beberapa temuan bahkan buku bajakan ada yang menggunakan kertas buram atau kertas koran. Hal ini mengingat harga beli jenis kertas HVS dan kertas koran lebih murah dan lebih mudah ditemukan pula di pasaran.

  • Namun belakangan, para penjual buku bajakan juga ada yang menjual buku dengan jenis kertas bookpaper untuk meyakinkan pembelinya. Eits, tapi dengan adanya temuan ini bukan berarti buku bajakan tidak bisa dibedakan, loh!

  • 3. Amati kualitas cetakan buku
  • Kamu hanya perlu menggunakan penglihatanmu lebih jelih, kemudian perhatikan tulisan yang dicetak berbayang atau tidak. Kamu juga bisa melihat apakah layout tulisan tiap halaman itu rapih atau ada yang miring.

  • Jika tulisan terlihat membayang dan layout tulisan terlihat miring, atau dengan kata lain cetakannya berantakan, maka bisa dipastikan itu adalah buku bajakan.

  • Buku yang diproduksi dengan cara membajak tidak begitu memerhatikan kualitas cetakan. Selama bisa dibaca, maka buku tersebut siap dijual. Beda halnya dengan buku yang diterbitkan langsung dari penerbit yang melewati proses quality control terlebih dahulu sebelum buku itu siap terbit. Namun, cara ini akan lebih mudah dilakukan jika kamu mendatangi toko buku fisik.

  • 4. Kualitas jilidan yang seadanya
  • Tidak hanya dilihat dari dalam buku, namun kualitas buku bajakan juga dapat dilihat dari tampilan luarnya. Kamu hanya perlu mengamati bagian samping isi buku yang kamu pegang. Lihat apakah pada bagian samping ada kertas yang tidak rata karena lem yang menggumpal.

  • Selain itu, buku bajakan juga mempunyai jilidan yang tidak solid. Biasanya tidak memerlukan waktu yang lama untuk kertas dalam buku terlepas. Hal kecil semacam ini biasanya luput dari pengamatan penjual atau produsen buku bajakan.

  • 5. Tulisan pada cover buku
  • Cara terakhir ini memang tidak bisa digeneralisasi atau berlaku umum, karena ada beberapa judul buku yang tidak menerapkannya. Tapi cara ini bisa kamu pertimbangkan untuk menilai buku yang akan kamu beli itu buku bajakan atau bukan.

  • Kali ini gunakan inderamu untuk meraba tulisan yang tercetak pada cover buku. Buku yang diterbitkan oleh penerbit biasanya lebih “niat” dengan membuat tulisannya menjadi lebih timbul. Sedangkan buku bajakan sebaliknya, rata dengan kertas.

  • Memilih antara buku asli dengan buku bajakan memang agak sulit. Namun, bukan berarti cara ini tidak bisa dilakukan. Sering kali, memilih untuk membeli buku bajakan dijadikan dalih untuk tetap bisa memiliki favorit ketika harga jual buku asli lebih tinggi. Namun tetap pada akhirnya, pembajakan atas suatu karya dengan alasan apapun tidak pernah bisa dibenarkan

  • Jika kamu ingin membeli buku dengan harga lebih murah, ada cara alternatif yang bisa dilakukan. Kamu bisa membeli dengan metode previously owned atau “preloved”. Ini bisa kamu cari di sosial media atau di marketplace yang ada label “buku preloved” atau sejenisnya. Pun kamu juga lebih dimudahkan dalam memastikan keaslian buku tersebut dengan bertanya kepada penjualnya.

  • Jadi, sekarang sudah tidak ada alasan kan untuk beli buku bajakan?