Di zaman sekarang ini, di mana kita kenal sebagai era modernisasi atau ada juga bahkan menamai zaman gaul dan zaman edan, pola-pola hidup manusia makin tidak mau ketinggalan terhadap perkembangan, inovasi dan kreasi timbul dengan melimpah. Tingkah dan perilaku pun menjadi-jadi dan makin aneh. Aturan berpakaian sudah bukan lagi alasan untuk tidak bebas berdasarkan kemauan individu masing-masing.

Begitu pun dengan istilah pacaran, tentu bukan hal tabu di telinga kita terutama kalangan muda, atau kalangan yang pernah muda. Tapi, ada juga sih yang sudah tua tapi masih bertingkah seperti kelakuan anak muda. Eits tunggu dulu, anak muda yang dimaksud seperti apa? Masih butuh penafsiran.

Boleh saja bertingkah seperti anak muda kalau memang hal positif. Tetapi, jika tingkahnya seperti anak muda yang seakan baru menetas dari telur induknya. Seperti anak muda yang sedang kasmaran dan terobsesi dengan romantika percintaan, atau yang kerap dinamakan cinta monyet.

Makanya tidak heran jika saat ini ada biasa bertanya "hari gini kok masih jomblo, berarti anda ketinggalan, anda tidak gaul?" Pertanyaan tersebut memang menggelitik, namun sesuai juga sih dengan faktanya.

Bukan hanya anak muda, mereka-mereka pun yang bisa dibilang masih tergolong anak-anak di bawah umur kebanyakan sudah punya pacar, terjadi percintaan seperti cinta monyet. Bahkan sering kejadian ketika ada teman sebaya tidak punya pacar, maka akan dikatai tidak laku atau sudah menjadi bahan gosokan. Nah, itulah kondisi yang sangat dipengaruhi dengan lingkungan dan dogma secara terus menerus.  

Lalu, kenapa masih ada juga anak mudah yang masih konsisten untuk menjomblo? Apakah mereka memang tidak laku atau memang pada dasarnya tidak mau pacaran? Nah, ini beberapa alasan kenapa masih ada anak muda yang lebih milih menjomblo dari pada pacaran.

1. Berkeyakinan bahwa Pacaran Itu Adalah Zina

Ketika suatu keimanan dan kepercayaan sudah kuat dasarnya, maka godaan apa pun yang datang jika tidak sesuai dengan keyakinan maka pastilah ditolak, seperti halnya cewek menolak cinta sang cowok. 

Seperti dalam agama islam, mungkin ada juga bagi agama-agama lain. Bahwa di dalam agama islam ada golongan yang mengganggap bahwa pacaran itu justru mendekati zina, mengapa? karena dapat menimbulkan nafsu padahal belum diikat dengan perkawinan yang sah. 

Ketika sepasang manusia yang berbeda jenis kelamin yang bukan muhrimnya sering bersamaan, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan perbuatan zina.  

2. Trauma Masa Lalu

Bagi mereka yang memiliki masa lalu tetapi sangat sulit untuk dilupakan, ini juga sangat berpengaruh kenapa tidak ingin pacaran lagi. Masa lalu di mana sebelumnya terjadi hubungan yang retak dari sepasang kekasih, hingga menimbulkan suatu hubungan putus.  

Namun, ada luka yang tak mampu di padamkan hingga akhirnya bertekad untuk tidak pacaran lagi atau membangun suatu hubungan yang di namakan dengan pacaran. Adanya masa lalu yang menyedihkan sehingga sulit untuk mengulang yang ke-dua kalinya. Waow, sungguh sedih rasanya.

3. Fokus Pada Karir Dan Cita-Cita

Tidak sedikit dari kita memang fokus pada pengembangan karier. Bahwa ketika ingin mengejar karier dengan baik dibutuhkan konsistensi dan konsentrasi yang kuat. 

Mengabaikan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan pengembangan karier yang ingin dicapai. Di mana beranggapan bahwa dari sekian banyak penghambat karier, salah satunya adalah pacaran. Karena pacaran hanya dapat membuang-buang waktu, dan mestinya waktu tersebut difokuskan pada pengembangan karier. Bukan karier yang ahli dalam berbagai jurus pacaran.

4. Terikat dengan Lembaga Tertentu

Ada memang lembaga yang melarang anggotanya untuk pacaran. Sehingga siapa pun yang melanggar aturan tersebut, maka tidak sungkan-sungkan untuk menendangnya dari lembaga itu ketika melakukan tindakan yang namanya pacaran. 

Maka kasihanlah jika ada dari kita yang masuk di lembaga seperti itu, namun tidak mampu menahan untuk tidak pacaran.

5. Karena Memang Tidak Laku atau Malu Berusaha

Apa pun itu kalau memang tidak laku pasti ekspayer. Seperti halnya dalam pacaran, ada memang orang yang sangat pengen pacaran, namun usahanya tidak pernah membuahkan hasil.

Memiliki segudang kemauan tapi nihil aksinya untuk berusaha, sehingga mereka hanya mampu menyimpan perasaannya dengan dalam-dalam tanpa ada yang tahu. Hal seperti ini justru berbahaya karena dapat mempengaruhi perilaku diri sendiri, akibat tidak mampu mengungkapkan rasa dan emosi terhadap orang lain.

6. Sudah Bosan Pacaran

Ada juga orang tidak mau pacaran lagi, karena memang masa lalunya hanya tahunya pacaran saja atau istilah kerennya playboy. Sehingga ada kesadaran bahwa ada hal lain yang perlu dikejar selain pacar dan pacaran. 

Kondisinya telah dikarunia ilham, kalau terlalu terlena dengan pacaran justru dapat menimbulkan malapetaka, baik diri sendiri maupun orang lain.