Setahun pandemi Covid-19 melanda negeri ini, dampaknya sangat terasa dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Berbagai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penularan sudah dilakukan oleh pemerintah baik tidakan fisik maupun non fisik, tetapi laju penularan Covid-19 kian tidak terbendung.

Keseriusan pemerintah untuk menangani Covid-19 terlihat dengan keluarnya aturan Penerapan Pencegahan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I dan II. Selain itu, pemerintah mencanangkan program vaksinasi bagi masyarakat yang berusia 18 sampai dengan 59 tahun sehat jasmani.

Dampak pandemi Covid-19 dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dampak fisik maupun psikis (kejiwaan). Salah satu anggota masyarakat dalam bingkai warga sekolah adalah peserta didik (siswa) yang mengalami kondisi tidak normal selama pandemi sehingga dalam tiga semester berjalan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online (BDR).

Internet sebagai piranti untuk menyambungkan secara online dengan menggunakan media belajar smartphone, handphone, atau gawai yang tidak terkontrol dengan baik dan tidak ada pengawasan dari orangtua dalam jangka panjang, maka mengakibatkan pada kebosanan pada peserta didik dan dampaknya adalah kelelahan (fatigue) dalam psikis.

Mengenal Pandemic Fatigue 

Kelelahan (fatigue) adalah suatu kondisi yang memiliki tanda berkurangnya kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bekerja dan mengurangi efisiensi prestasi, dan biasanya hal ini disertai dengan perasaan letih dan lemah (https://id.wikipedia.org).

Sedangkan menurut sumber lain, kelelahan merupakan suatu kondisi pada tubuh manusia merasa lelah secara alami, yang biasa terjadi setelah latihan fisik atau mental yang berat (David Arnot, dkk, 2009).

Jadi kelelahan dapat mempengaruhi kapasitas fisik, mental, dan tingkat emosional seseorang yang dapat mengakibatkan kurangnya kewaspadaan, yang ditandai dengan kemunduran reaksi pada sesuatu dan berkurangnya kemampuan motorik (Australian safety and Compensation Council, 2006).

Sedangkan pandemic fatigue merupakan kondisi kelelahan fisik dan mental seseorang dengan adanya kejadian Pandemic Corona Virus Disease atau pandemi Covid-19 (https://www.klikdokter.com/info-sehat).

Kelelahan saat pandemi Covid-19 juga semakin bertambah berat karena dipengaruhi oleh derasnya arus informasi dari berbagai media sosial tanpa difilter dengan baik sehingga berdampak pada kondisi mental atau psikis seseorang.

Contoh kejadian panic buying di awal pandemi Covid-19 melanda di negeri ini berdampak pada harga barang kebutuhan melangit dan barang kebutuhan menjadi langkah. Reaksi sebagian masyarakat berlebihan dengan memberikan informasi dan menerima informasi vaksin dengan negatif.

Situasi yang demikian membuat masyarakat stres dan jiwanya mudah terombang-ambing, serta pikirannya mengalami kelelahan sebagai dampak adanya pandemi Covid-19 yang demikian disebut pandemic fatigue. 

Upaya Mengatasi Pandemic Fatigue

Pandemic fatigue yang menggejala di tengah masyarakat tentunya juga dialamai oleh peserta didik sebagai bagian dari masyarakat. Maka perlu adanya solusi untuk mengatasi kelelahan yang dialami peserta didik, karena selama ini sekolah sudah menjadi rumah persinggahan kedua setelah rumahnya masing-masing.

Pandemi Covid-19 telah mematikan sisi kemanusian sebagai makhluk sosial (homo socius) yang memiliki fitrah untuk menjalin hubungan atau interaksi sosial antara peserta didik dengan guru dan sesama peserta didik secara langsung bertatap muka dalam berbagai aktivitas positif. 

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran yang urgen untuk melakukan sosialisasi norma-norma kehidupan, di sisi lain sekolah berfungsi untuk mentransfer ilmu pengetahuan bagi peserta didik dan mengekspresikan diri peserta didik dalam berbagai jenis kegiatan. 

Maka dalam prosesnya terjadi interaksi sosial secara langsung antara peserta didik dengan guru menjadi bagian yang urgen, peserta didik membutuhkan interaksi sosial antara satu dengan yang lainnya, kondisi seperti di saat normal sebelum ada pandemi Covid-19. 

Tetapi pandemi yang melanda negeri ini telah menggangu proses interaksi sosial secara langsung untuk bertatap muka yang mengakibatkan sosialisasi tidak sempurna dan pembelajaran menjadi terganggu, dampaknya dalam proses yang panjang adalah kelelahan fisik dan psikis (pandemic fatigue). 

Berikut ini adalah kiat-kiat atau tips untuk menjaga gejala pandemic fatigue, semoga warga sekolah terjaga dari kelelahan pisik dan psikis selama pandemi Covid-19:

Pertama, bagi peserta didik dan guru tetap berkomunikasi secara virtual dalam bingkai pembelajaran secara online (BDR). Namun guru harus kreatif, inovatif, dan variatif dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga peserta didik tidak mengalami kejenuhan dalam mengikuti BDR. 

Walaupun fakta di lapangan ada beberapa tempat model BDR malah menjadikan beban bagi peserta didik dan keluarga karena guru hanya memberikan tugas latihan, mengerjakan tugas dan merangkum, padahal banyak model pembelajaran inovatif dan variatif selama pandemi. 

Kedua, guru harus inovatif dan variatif dalam memilih dan menyampaikan pembelajaran. Guru yang modern akan mampu mamanfaatkan aplikasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan jaman, maka pembelajaran akan dilakukan secara daring dengan konten video motivasi dan menarik.

Contoh lainnya, guru dapat memanfaatkan program quizizz (education quiz), pemanfaatan google classroom, platform edmodo, program Tik Tok, menggunakan HT (handy talkie) karena signal tidak lancar, dan model program pembelajaran lainnya yang dapat menghilangkan kejenuhan pada peserta didik.

Ketiga, guru juga bertugas melakukan kunjungan kepada peserta didik secara berkala dan terjadwal, serta sesuai dengan tempat tinggal guru atau letak jarak tempuh dengan sekolah karena bertemu secara langsung tetap diperlukan selama pandemi tentu harus mematuhi protokol kesehatan. 

Kegiatan home visit yang dilakukan guru kepada peserta didik akan menjadi obat kerinduan selama kegiatan BDR berlangsung, peserta didik pasti akan memanfaatkan kesempatan langkah tersebut dengan banyak pertanyaan, berbagi cerita, curhat, dan menyampaikan kesulitan selama BDR. 

Orangtua pasti merasa senang karena mendapat kunjungan terhormat dari guru, baginya silaturrahim dari lembaga yang sangat berharga. Orangtua dapat berbagi pengalaman kepada guru pada saat mendampingi belajar putra-putrinya secara online selama pandemi Covid-19.