Dunia ini telah memasuki generasi baru, generasi di mana teknologi tumbuh pesat mengikuti majunya globalisasi. Generasi ini sudah terbiasa dengan teknologi informasi dalam kehidupannya, seperti telah mengenal telefon bimbit, ipad, komputer, playstation, youtube, xbox, google, facebook dan blog.

Menurut Don Tapscott, generasi ini merupakan generasi Alpha (Gen-A). Mereka yang lahir pada pada tahun 2011-2025. Sementara generasi sebelumnya adalah Generasi X adalah mereka yang lahir pada tahun 1965-1976. Generasi Y adalah mereka yang lahir pada tahun 1977-1997 dan Generasi Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1998-2010.

Mas Janu mengatakan bahwa kami dan ia merupakan generasi Y.  Generasi Y merupakan generasi digital native awal yang munculnya era Milenial. Yaitu sebuah generasi yang lahir dan tumbuh saat teknologi informasi mulai mengubah tatanan sosial, budaya dan etika.

Generasi Y ini adalah mereka yang masih sempat menikmati beberapa permainan tradisional saat mereka masih kecil namun sudah mulai mengenal teknologi informasi ketika mereka mulai beranjak dewasa. Misalnya pada tahun 1990-an, sudah ada Nintendo, komputer menggunakan processor Pentium, telepon genggam 2G.

Sekarang kita telah berada di era Milenial, dimana generasi X telah melahirkan generasi Alpha, generasi Z sedang berinteraksi dengan lingkungan dan masyakarat sekitarnya dan generasi Y sedang tumbuh menjadi pemimpin – pemimpin muda yang siap untuk menggantikan generasi X.

Hal tersebut merupakan tantangan dan kesempatan bagi kita sebagai generasi Y yang hidup di era Milenial ini. Inilah ajang unjuk gigi untuk memperbaiki dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang ada.

Mas Janu menjelas bahwa pada era ini sering ditemukan banyak orang-orang mencari cara untuk menjadi pemimpin, padahal amanah menjadi pemimpin itu sungguh sangat berat. Pintu kemudaratan begitu besar. Kelak segala tindak kita akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT.

Meski begitu, menjadi pemimipin yang baik keutamaannya begitu besar. Pemimpin yang baik tidak mungkin berani mengambil amanah jika tidak memiliki dasar-dasar pemahaman terhadap yang dipimpinnya.

Menurut Al-Mawardi dalam bukunya, berikut syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin: Adil, berilmu, sehat jasmani,  normal (tidak cacat), bijak, keberanian. Syarat lain untuk menjadi pemimipin yan baik adalah memiliki sifat: Integritas, berakhlak baik, inovatif, cerdas, komunikatif, spiritual baik.

“Bercerita tentang saya, kini saya sedang diamanahi oleh negara dengan beasiswa LPDP dan kini sedang menjalani masa studi strata 2 Geografi Manusia di University of Birmingham, Inggris. Dan juga diamanahi menjadi ketua PPI MIB Birmingham. Semua diawali dari mimpi, ketika ingin lakukan perubahan, tidak mungkin secara instan. Ibarat memasak makanan, yang instan palingan mie.

Tapi untuk membuat semangkuk sop, berbagai unsur dikumpulkan dan diramu hingga ia jadi. Kalo impiannya besar, cobaannya juga besar. Usahanya harus lebih besar dari cobaannya. Ditambah sabar dan ikhlas. Hasilnya pasti sepadan. Itulah ikhtiar.” Salut mas Janu

Mas Janu menjelaskan bahwa dahulu ia juga senang dengan bidang penelitian dan kepenulisan. Kelak selama menjadi Ketua PPI, ia mengalami tantangan kepemimpinan yang lebih complex dan multiculture, lebih umum, menuntut kita untuk bisa melihat dan memperhatikan berbagai golongan yang ada di sekitar kita.

Kelak ketika mengahadapi dunia kerja, idealisme kita benar-benar ditantang. Kita juga harus berfikir dan membuat perencanaan sebelum bertindak. Berfikirlah tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga jauh lebih luas, global.

Seminggu yang lalu, di seluruh penjuru Inggris terjadi banyak demo besar2an. Demo itu dipicu oleh pernyataan Donald Trump. Sungguh itu adalah pesan, bahwa apa yang disampaikan oleh seorang pemimpin atau public figure akan sangat berpengaruh di masyarakat.

Mas Janu juga menambahkan, Jangan cepat kenyang untuk belajar. Kadang kala kita bersemangat, terkadang turun lagi. Dengan adanya saudara yang ada di sekitarmu, itu adalah sebuah kesempatan berharga untuk belajar memimpin. Pemimpin bagai imam. Toh, Imam baru bisa disebut imam setelah ada makmumnya. bersyukurlah kalian dikelilingi oleh teman- teman baik.

Generasi Y merupakan generasi yang sedang tumbuh untuk menjadi pemimpin – pemimpin muda pada era Milenial. Kamu merupakan bagian dari generasi tersebut. Untuk itu maka kamu harus mengambil bagian dalam pertumbuhan menjadi pemimpinan tersebut.