1 bulan lalu · 25 view · 3 min baca menit baca · Pendidikan 88971_40052.jpg

Menjadi Sama dan Satu Asa

Indonesia merupakan negara dengan berbagai keindahan alam. Dari setiap keindahan tersebut, pasti memiliki masyarakat yang senantiasa tetap menjaga dan melestarikan apa yang telah ada di sekitarnya. Dalam melestarikan keaslian yang dimiliki tiap daerah, tentunya tidaklah gampang. Terlebih lagi masyarakat Indonesia yang mayoritas sudah terkena dampak globalisasi.

Segala hal yang ada di dunia ini hanyalah titipan dari Tuhan dan senantiasa harus kita jaga demi menjaga kelangsungan hidup kita. Dengan berbagai godaan dalam menjaga kelestarian ini, tak seharusnya kita langsung menyerah begitu saja. Keanekaragaman yang ada tentunya tidak semata-mata hanya kita manfaatkan dan kita hiraukan. Sebagai manusia yang sadar akan adanya Tuhan pencipta alam semesta, hendaknya kita selalu ingat apabila akan melaksanakan kegiatan yang tak seharusnya dilakukan untuk alam ini.

Dengan menjaga segala yang ada, pastinya itu merupakan wujud terima kasih kita kepada Tuhan yang memberikan ini semua tanpa pamrih. Sebenarnya Tuhan tidak mengharuskan kita menjaganya, tapi, apakah kita akan membiarkan pemberian yang tak ada habisnya dari Tuhan ini? Tentunya tidak. Kecuali orang-orang tersebut tidak mengenal adanya Tuhan.

Berbicara tentang menjaga alam semesta, tentu berkaitan juga dengan kita sebagai masyarakat yang juga harus menjaga kesatuan dan persatuan. Pasalnya, tanpa kita menumbuhkan rasa kesatuan, kita tidak bisa mewujudkan apa yang ingin kita wujudkan, termasuk menjaga kelestarian alam ini. Dengan menjaga kesatuan itulah kita bisa saling bermusyawarah mengenai apa dan bagaimana cara menjaga pemberian Tuhan ini.

Dengan banyaknya pulau dan suku, banyak pula karakteristik masyarakat yang ada. Maka, kita sebagai masyarakat yang sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan hendaknya lebih bisa mengajak masyarakat yang lain untuk menumbuhkan rasa kesatuan itu sendiri. Pentingnya kesatuan tak hanya memberi dampak kepada diri sendiri maupun orang lain, tapi juga kepada lingkungan sekitar.

Bagi diri sendiri, pastinya kita selalu berpikir dan mencari cara bagaimana agar kesatuan itu dapat diciptakan demi tetap mewujudkan Indonesia yang satu. Bagi orang lain, tentunya mereka menjadi berpikir pula manfaatnya yang didapat, salah satunya menjadi lebih mengenal tetangga dan bisa hidup layaknya manusia yang memang membutuhkan orang lain dan tergolong makhluk sosial. Dan untuk lingkungan sekitar, tentunya ia juga merasakannya, termasuk ia merasa dilindungi, dihargai dan yang terpenting adalah diperlakukan layaknya makhluk hidup yang sesungguhnya dengan adanya persatuan antar sesama itu sendiri.

Memang kesatuan bertujuan menyatukan masyarakat. Entah masyarakat dengan berbagai karakteristik itu ataupun masyarakat yang sedang konflik. Apabila tidak adanya persatuan, masyarakat dengan karakteristik yang berbeda itu pasti tidak merasakan bagaimana keindahan yang diciptakan dari hidup secara berdampingan dan bersama-bersama. Sedangkan, masyarakat yang ada konflik antar sesama, mereka memilih mementingkan kepentingan sendiri yang merasa paling benar dari lawannya. Maka dari itu, kesatuan diciptakan dan diwujudkan demi menyatukan kepentingan masing-masing agar tidak ada lagi konflik berlanjut dan merugikan orang lain. 

Masih berkaitan dengan konflik, berbagai budaya juga sering memunculkan perpecahan. Terlebih lagi tiap suku pasti memiliki budaya dan ciri khas tersendiri. Tak jarang kritikan dari suku lain mengenai budaya yang lain juga merupakan salah satu penyebab munculnya konflik. Dan apabila suku yang satu tidak terima dengan kritikan tersebut, menimbulkan perang ataupun adu mulut antar anggota demi menyelamatkan dan melakukan pembelaan terhadap sukunya sendiri. 

Selain kritikan, perbedaan pendapat antar individu maupun kelompok merupakan penyebab adanya konflik dan perpecahan. Pasalnya, kurangnya pemahaman mengenai bagaimana menghargai, menyampaikan, memerhatikan maupun menerima dan menyikapi pendapat dari orang lain. Dan biasanya, kurangnya penyampaian secara penuh dan utuh mengenai pendapat yang ingin disampaikan akan menimbulkan kesalahan penafsiran dari pendapat yang disampaikan itu sendiri. Padahal, pendapat dari tiap orang untuk menyampaikan asumsi mengenai berbagai penyelesaian konflik yang ada itu penting demi terwujudnya musyawarah dan demokrasi sesuai apa yang telah dilaksanakan sebelumnya. 


Hal itulah yang masih sering terjadi di Indonesia. Maka dari itu, perlu adanya toleransi di kehidupan negara seperti Indonesia, karena toleransi memang sangat berkaitan dengan kesatuan. Toleransi pula yang merupakan pemecah masalah utama untuk menjaga keutuhan negara ini. Dan dengan permasalahan yang diuraikan, dapat diambil kesimpulan mengenai akan datangnya permasalahan-permasalahan kecil yang bisa menjadi besar tanpa adanya rasa menghargai apa yang telah menjadi kepercayaan individu maupun kelompok tertentu.

Kita sebagai mahasiswa yang merupakan penegak perubahan dan penerus bangsa, haruslah sadar betapa pentingnya menyatukan keanekaragaman di Indonesia ini. Dapat kita lihat di sekitar kita dengan teman-teman yang berasal dari daerah yang berbeda, dan apabila teman kita mendapat masalah, haruskah kita diam saja? Tentu tidak pula. Maka dari itu, haruslah kita peduli dengan permasalahan-permasalahan baru yang muncul dan bisa mencelakakan negara kita. Tetap suarakan hak kita sebagai mahasiswa yang menolak perpecahan nasional dan menjunjung tinggi persatuan nasional. 

Mari bergandengan tangan, satukan perbedaan, nyali dan tujuan demi terwujudnya keutuhan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Tanpa kesadaran dari kita para mahasiswa yang sudah dimulai dengan perbedaan tiap daerah, mari kita wujudkan kesatuan tanpa perbedaan dan perpecahan.



Artikel Terkait