Sering kita mendengar lagu dari roma "Masa muda masa yang berapi api". Begitulah gambaran para pemuda di berbagai era. Semangat yang berapi api untuk melakukan segala hal.

Masa muda adalah masa dimana kita masih powerfull. Dengan tenaga yang masih segar segarnya kita mampu melakukan segala hal dimasa ini.

Dikarenakan belum sampainya kita di titik memikirkan kebutuhan keluarga, fase ini seringkali kita manfaatkan untuk mencetak cerita, pengalaman, jaringan bahkan sejarah dimanapun itu.

Seorang pemuda apa lagi mereka yang di berikan keistimewaan gelar sebagai mahasiswa, tentunya pun sama. Mereka tidak ingin melalui masa mahasiswa mereka berakhir tanpa cerita.

Sering kali mereka menjalani kehidupan kampus dengan berbagai cara. Masuk sebagai maba berideologi berbagai warna.

Tetapi mereka tetap satu tujuan, ingin menikmati masa mahasiswa mereka sebelum resmi di wisuda. Sebelum tanggungan skripsi menumpuk, sebelum dikejar kebutuhan hidup.

Seperti halnya pemuda yang lain, merekapun diberikan pilihan jalan ninjanya masing masing. Entah yang mereka pilih adalah mahasiwa aktivis, akademis ataupun apatis.

Aktiflah Berkompetisi, Implementasikan Sisi Akademismu disini

Bakat para pemuda tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda beda. Mereka yang suka dunia akademis cenderung lebih berfokus pada mata kuliah.

Bersemangat membaca buku dan aktif bertanya dalam diskusi merupakan hal biasa bagi mereka. Tujuanya adalah sama menjadi penguasa ilmu pengetahuan.

Tapi belum cukup sampai disitu, jika kalian hanya mengejar nilai dan tak ingin keluar dari zonamu maka akan rugi masa mahasiswamu.

Fokuslah satu bidang skill akademis yang kalian sukai. Kuasai dengan senimu sendiri.

Mulailah berkompetisi di berbagai event yang ada. Carilah informasi itu baik dalam kampus maupun luar kampus.

Jangan hanya duduk dan mengamati. Jangan menunggu untuk kamu cukup sempurna dalam skill itu. Mulailah bergerak dan lompati batasmu.

Habiskanlah jatah gagalmu di masa awal mahasiswa. Dan percayalah bahwa jatah manis itu akan segera kau raih setelah kamu menghabiskan jatah gagalmu.

Setiap event yang kamu ikuti tak akan berakhir dengan sia sia. Teruslah mencoba, jadikan setiap detik yang kamu lalui disana sebagai proses penyempurnaan skillmu.

Kemenangan bukanlah tujuan akhir dari kompetisi. Tapi pengalaman dan nilai sportifitas merupakan hal inti dari setiap kompetisi.

Jangan sampai patah semangat. Prestasi adalah bonus dalam berproses.

Jadilah Bagian dari Sejarah, Kuraslah Ilmumu di ORMAWA

Bagi mereka yang mengambil jalan ninjanya sebagai seorang aktivis, tentu jatuh bangun dalam berorganisasi sudah menjadi makanan pokok sehari hari.

Dengan berbagai kegiatan dan agenda rapat sebagai lauknya. Dan juga tetesan keringat dan pikiran yang menumpuk menjadi komponen empat sehat lima sempurnanya.

Mungkin pada awal masuk mereka hanyalah seorang balita yang belum tahu arah jalan menuju kamarnya. Hanya nggendol senior tunduk dan patuh. Seiring berjalanya waktu merekapun sudah mampu berdiri mandiri.

Detik demi detik yang dilalui akan semakin indah rasanya. Berhasil mengaplikasikan pengalamanya, mulai membangun jaringanya, sampai berhasil mencetak sebuah cerita dimana dialah yang menjadi tumpuan organisasi.

Jangan sampai ketika kalian ada dan sedang berproses di organisasi hanya sebatas rata-rata. Buktikanlah bahwa kalian luar biasa.

Bahwa nama kalian patut dikenang dalam sejarah organisasi mahasiswa yang menaungi kalian semua.

Hai para pemuda belajarlah dimanapun kalian berada. Bangun kekuatan sebagai latihan kalian sebelum menginjak masa dewasa.

Rebutlah posisi penting di setiap organisasi tempat kalian berproses. Benturkan diri kalian sekeras kerasnya. Jadikan organisasi sebagai wadah kalian mencetak cerita sebagai mahasiswa.

Sejarah patut mencatat nama kalian sebagai pemenang bukan sebagai beban. Teruslah yakin bahwa jalan yang kalian tempuh adalah sebenar benarnya jalan ninjamu.

Jangan Jadi Mahasiswa  Apatis, Nggilani

Istilah Apatis mungkin sudah familiar ditelinga kita. Mereka adalah kaum yang tak peka dengan lingkungan dan terkesan bodo amat. Duniaku ya duniaku duniamu ya duniamu

Bernanding terbalik dengan dua jalan ninja diatas tadi, mereka yang memilih menjadi apatis akan mudah untuk di makan zaman. Ada tidaknya mereka tak akan berpengaruh di dunia kampus.

Mereka seperti hantu, ada tapi tak dianggap. Begitulah kiranya gambaran kecil dari pemuda yang apatis. Cerita yang mereka cetak tak sebanding dengan UKT yang mereka bayar.

Maka dari itu bangunlah sahabat, manfaatkan masa mudamu sebaik mungkin. Indonesia tak suka pemuda yang suka menunda tapi membutuhkan pemuda yanv aktif untuk berkaya.

Jika idealisme adalah harta paling berharga yang dimiliki pemuda, maka akan kamu isi dengan apa masa mudamu sebagai mahasiswa?

Cetaklah sejarah itu, nama kalian patut untuk menjadi bagian dari sejarah kampusmu. Prestasi, Pangkat organisasi sampai dedikasi merupakan hal yang harus kalian raih.

Jangan sampai masa muda berpangkat mahasiswa kalian berakhir dengan sia sia. Apapun yang ada di depanmu, terjang!! Buktikan bahwa kalian muda dan berbahaya.