Istilah dalam dunia perkuliahan sangatlah beragam. Anak perkuliahan pasti sudah tidak asing dengan beberapa istilah singkatan seperti mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura. 

Apa itu mahasiswa kupu-kupu?

“Kupu-kupu” merupakan singkatan dari kuliah pulang-kuliah pulang. Siklus keseharian mereka di kampus biasanya kuliah-pulang, kuliah-pulang, begitu seterusnya hingga lulus. Paling-paling sebelum mereka pulang, menyempatkan untuk makan terlebih dahulu ketika jam kuliah telah usai. 

Mahasiswa yang memiliki kehidupan kampus seperti ini bisa dikatakan mahasiswa yang “enjoy your life”. Mereka kurang suka dibebani tanggung jawab selain fokus dalam perkuliahan. Mereka hanya berusaha fokus bagaimana cara lulus dengan cepat tanpa ada mata kuliah yang mengulang.

Mahasiswa kupu-kupu memiliki pemikiran tersendiri yang membuat mereka tidak ingin mengikuti kegiatan-kegiatan kampus. Bahkan bagi sebagian mahasiswa merasa jika bertemu dengan orang baru dapat menguras tenaganya dan membuatnya kelelahan.

Hal inilah yang membuatnya ingin langsung pulang dan mengembalikan energinya  ketika perkuliahan telah usai.

Mahasiswa kupu-kupu bisa disebut mahasiswa biasa-biasa saja. Namun di samping itu, mereka memiliki keunggulan tersembunyi yang mungkin belum diketahui banyak orang. Berikut keunggulan mahasiswa kupu-kupu:

1. Lebih fokus dengan perkuliahan

Ada orang yang membagi beberapa tugasnya dan dapat menyelesaikannya dalam satu waktu. Hal seperti ini sepertinya kurang cocok dengan mahasiswa kupu-kupu. 

Mereka lebih suka menyelesaikan satu pekerjaan dengan sungguh-sungguh, walaupun lama tetapi memuaskan. Walaupun terkadang mereka di rumah tidak hanya belajar, mereka menggunakan waktunya untuk mengeksplor dirinya sendiri tanpa perlu diketahui orang lain. 

2. Membanggakan orang tua dengan nilai yang memuaskan

Sebagai orang tua di Indonesia pasti lebih mengutamakan nilai dari pada keterampilan yang didapatkan. Hal inilah yang membuat banyak mahasiswa lebih menomorsatukan nilai kuliahnya daripada yang lain. 

Hasil dari lebih fokus ketika mengerjakan tugas kuliahnya adalah mereka mendapatkan nilai yang bagus. Dengan nilai yang bagus inilah mereka bisa membuktikan pada orang tua bahwa mereka telah melakukan perkuliahan dengan sungguh-sungguh.

3. Diam - diam menghanyutkan

Julukan diam – diam menghanyutkan sepertinya cocok untuk mahasiswa kupu-kupu. Mahasiswa ini berusaha untuk tidak terlihat oleh teman sekitarnya karena mereka kurang suka terlibat dengan orang lain. 

Mahasiswa kupu-kupu yang kita kira diam karena mereka tidak tahu, ternyata mereka diam karena mereka tahu. Mereka yang terkadang dianggap tidak unggul dalam suatu hal, nyatanya mereka malah lebih rajin dan ahli dari yang dikira.

4. Menghemat uang jajan

Tidak semua yang berkuliah baik warga lokal maupun luar kota memiliki latar belakang ekonomi keluarga yang bagus. Ada mahasiswa yang mendapat uang saku lebih ada juga yang mendapat uang saku cukup. 

Apabila kita mengikuti suatu kegiatan, mau tidak mau kita tetap mengeluarkan uang. Baik uang untuk kegiatan organisasi sendiri ataupun untuk berkumpul dengan organisasi yang biasanya di suatu cafe atau rumah makan. 

Mengapa mahasiswa kupu-kupu ini dikatakan dapat menghemat uang jajan? Karena mereka tidak mengikuti suatu organisasi, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk kegiatan organisasi. 

Apa itu mahasiswa kura-kura?

Kebalikan dari kupu-kupu, mahasiswa kura-kura memiliki kehidupan kampus yang padat. Hampir sebagian waktu mereka dihabiskan di kampus. Setelah pulang kuliah, rapat, setelah pulang kuliah, berkumpul dengan organisasinya. 

“Kura-kura” merupakan singkatan dari kuliah rapat-kuliah rapat. Dapat dibayangkan bukan bagaimana kesibukan mereka? Mereka yang termasuk tipe kura-kura biasanya mengikuti berbagai organisasi dan mencoba semua bidang di kepanitiaan. 

Mengikuti kegiatan kampus atau organisasi sebenarnya memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, mahasiswa kura-kura ini memiliki keunggulan tersendiri diantara yang lain. Keunggulan tersebut antara lain:

1. Mengenal banyak orang

Organisasi menjadi salah satu tempat berkumpulnya mahasiswa. Mengadakan rapat dan mengerjakan laporan kegiatan, sudah menjadi makanan sehari-hari mahasiswa organisasi.

Organisasi merupakan suatu wadah di mana mahasiswa baik dari semester awal hingga semester akhir berkumpul. Tidak heran jika kita mengikuti organisasi kita dapat mengenal orang-orang baru dari berbagai tempat di kampus.

2. Menambah pengalaman

Bukan suatu alasan klasik apabila mengikuti organisasi untuk menambah pengalaman. Nyatanya memang mengikuti organisasi dapat menambah pengalaman.

Dengan mengikuti organisasi, kita bisa mengeksplor kegiatan-kegiatan yang ingin kita coba. Banyak kegiatan yang memang belum pernah kita coba dan kita dapat mencobanya melalui organisasi.

3. Melatih mental dan komunikasi

Banyak mahasiswa bermasalah dengan cara berkomunikasinya. Banyak yang mengaku bahwa mereka takut berkomunikasi karena takut jika mengatakan sesuatu yang salah. Kadang juga takut berkomunikasi karena takut tidak cocok dengan orang yang diajak berbicara.

Organisasi merupakan wadah mahasiswa untuk berkembang. Mengikuti organisasi melatih kita untuk menjadi aktif. Aktif yang dimaksud seperti berani bertanya, berani menjawab, dan berani berpendapat. 

Organisasi juga merupakan tempat berbuat kesalahan. Dengan kita berbuat salah, kita akan belajar bagaimana cara yang benar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

4. Membuka dan memperluas wawasan

Organisasi merupakan suatu kumpulan mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang. Mengikuti organisasi melatih kita memikirkan sudut pandang lain yang berbeda. Berusaha melihat suatu permasalahan dari berbagai persepsi agar menghasilkan keputusan yang objektif.

Melalui organisasi, kita juga dapat bertukar cerita dan pengalaman dengan anggota organisasi. Karena ilmu tidak hanya dari buku saja, ilmu juga dapat diperoleh dari pengalaman yang didapatkan

Jika para mahasiswa kupu-kupu memiliki keunggulan dibidang akademis, para mahasiswa kura-kura ini memiliki keunggulan dibidang soft skill. Mahasiswa kura-kura memiliki kemampuan sosialisasi dan komunikasi yang baik.

Banyak jalan yang dapat kita tempuh saat berada di dunia perkuliahan. Ingin berfokus pada prestasi akademik atau non akademik atau mungkin keduanya. Hal itu berada di tangan setiap mahasiswa itu sendiri. Seiring berjalannya waktu mahasiswa akan mengerti apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Tulisan ini dibuat untuk memberikan sedikit pandangan akan kehidupan mahasiswa di kampus. Tidak ada yang salah dengan menjadi mahasiswa kupu-kupu atau kura-kura ataupun yang lainnya. Semua akan benar jika kita mengikuti kata hati dan melakukannya dengan penuh tanggung jawab.

Setiap orang pastilah memiliki keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, buatlah dirimu nyaman dan jangan paksakan sesuatu. Karena sejatinya sesuatu yang datang dari luar dan tidak sesuai dengan kata hati, itu merupakan suatu penyakit untuk diri sendiri.

"Jadilah diri sendiri, jadilah cantik di setiap jalan yang kau tempuh"