Menjadi harapan orang tua mungkin akan dialami oleh setiap anak dalam suatu keluarga. Entah itu dialami oleh anak pertama, entah anak tengah, maupun anak terakhir yang menjadi harapan keluarga di saat mungkin kakak-kakaknya belum bisa memenuhi ekspektasi keluarganya, dan menjadi anak tunggal dalam keluarga pasti akan menjadi harapan satu-satunya keluarga.

Sebelum kita lebih jauh, mari kita bahas apa arti dari kata harapan dan keluarga. Harapan berasal dari kata dasar harap, menurut KBBI harapan adalah sesuatu yang diharapkan. 

Makna keluarga menurut Wikipedia adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan serta orang-orang yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan orang yang ada di sekitarnya baik buruknya anggota keluarga, tetapi tidak bisa mengubah kodrat yang ada, garis besarnya yang baik diarahkan dan yang buruk diperbaiki tanpa harus menghakimi.

Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya sukses? Orang tua mana yang tidak ingin anaknya hidup enak atau layak?  Harapan orang tua kepada anaknya sama dengan harapan yang dimiliki seorang anak. Menjadi harapan keluarga bukanlah sebuah beban. Orang tua pasti berharap yang terbaik untuk anaknya dan ingin melihat anaknya lebih darinya.

Menjadi harapan orang tua merupakan sebuah kehormatan untuk seorang anak. Sekalipun harapan orang tua tidak sama dengan harapan yang kita miliki, mungkin kita harus melihat lebih luas apa maksud dari harapan mereka.

Di sisi lain, harapan orang tua yang terlalu besar dan menuntut akan menjadikan seorang anak menganggap harapan tersebut adalah tuntutan yang harus terpenuhi. 

Mereka mungkin akan terbebani di saat mereka terus memikirkan apakah ia bisa memenuhi harapan tersebut. Jika tidak dapat memenuhi harapan tersebut, mereka khawatir akan mengecewakan orang tua dan penilaian orang tua terhadap mereka akan menurun.

Ketakutan akan kegagalan dapat disebabkan oleh tuntutan yang berasal dari orang lain, salah satunya yaitu harapan dari orang tua sendiri. 

Harapan orang tua memiliki pengaruh yang besar kepada seorang anak. Dapat dikatakan bahwa harapan yang dianggap tuntutan oleh seorang anak dari orang tuanya bisa menyebabkan ketakutan akan kegagalan. Tuntutan tersebut berasal dari harapan yang dimiliki oleh orang tua supaya anaknya berhasil dan sukses dalam hidupnya.

Bila rasa takut akan kegagalan terus menerus hinggap dalam diri seorang anak maka dapat menyebabkan kegagalan itu terjadi. Maka, perlu diubah dan hindari rasa takut yang berpotensi menyebabkan suatu kegagalan. 

Mewujudkan sebuah harapan orang tua memang tidak semudah yang dibayangkan, wajar jika kita lelah dan merasa sulit saat berusaha mewujudkannya.

Terkadang tekanan-tekanan seperti keharusan mewujudkan harapan orang tua, bahkan tekanan negatif pun yang memaksamu berkembang lebih baik itu perlu dan penting. Namun, kembali lagi kepada fakta, perlu dan penting tersebut tidak menjadi perlu dan penting lagi ketika berlebihan.

Segala sesuatu itu harus berimbang dan jangan selalu tenggelam dalam pikiran-pikiran negatif seperti, “kenapa sih aku belum bisa mewujudkan harapan orang tuaku?”. Lebih baik jika memikirkan bagaimana caranya mewujudkan harapan tersebut dan menjadikan hal tersebut motivasi untuk diri sendiri.

Sebaiknya kita menganggap harapan tersebut adalah doa baik yang diselipkan orang tua kepada kita. Jika kita menanamkan mindset bahwa menjadi harapan keluarga adalah sebuah beban maka hal tersebut akan menghambat langkah kita dan akan membuat kita semakin lelah secara mental.

Beberapa pendapat yang saya dapat dari beberapa teman saya tentang pertanyaan, “apakah menjadi harapan orang tua adalah sebuah beban?”, dapat saya simpulkan bahwa mereka tidak menganggap hal tersebut beban.

Hanya saja, dalam mewujudkannya yang cukup terbebani adalah mental, namun mereka menganggap itu adalah cambuk untuk dapat lebih maju dan baik. Dalam menjalaninya tidak perlu dipikir terlalu keras, jalani saja dan nikmati saja prosesnya. Percayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil. 

Orang tua pasti memiliki harapan terhadap anaknya. Menurut Leung dan Shek (2011) dalam penelitiannya, harapan orang tua mencakup empat dimensi yakni, harapan agar anaknya berprestasi dalam akademis, harapan agar anaknya dapat mandiri, harapan agar anaknya memiliki pekerjaan, dan harapan agar anaknya berkelakuan baik. Harapan-harapan tersebut akan menjadi sebuah pertimbangan bagi seorang anak dalam menjalani hidupnya.

Orang tua memiliki harapan-harapan ideal pada anaknya merupakan suatu hal yang wajar. Harapan-harapan tersebut memiliki arti bahwa orang tua memberikan kepercayaannya kepada anaknya bahwa mereka yakin anaknya mampu menjadi orang yang baik dan sukses. Orang tua juga akan mendukung anaknya dalam setiap langkahnya.

Jadi, ketika kamu merasa menjadi sebuah harapan keluarga janganlah kamu merasa terbebani. Anggap saja semua harapan tersebut adalah doa yang baik dari orang tua untuk kita. Terdapat beberapa cara agar saat merasa menjadi harapan keluarga kita tidak merasa lelah dan terbebani.

Pertama, ubah mindset kita tentang menjadi harapan keluarga merupakan sebuah beban, anggap semua yang telah kita lakukan adalah hal baik untuk diri kita sendiri.

Kedua, tanamkan dalam diri kita bahwa maksud dari harapan orang tua adalah mereka hanya ingin melihat yang terbaik dari dirimu. 

Ketiga, ketika kita memiliki keinginan sendiri komunikasikan dengan orang tua dengan baik agar orang tua juga dapat memahami, karena ketika kita melakukan sesuatu dengan alasan untuk kepuasan diri sendiri, maka akan terasa lebih menyenangkan dan tidak begitu lelah dibandingkan terlalu menjadikan harapan keluarga sebuah patokan.

Saran saya tetap semangat walaupun memang terkadang terasa lelah dalam menjalani hidup. Tetap bangga pada diri kita sendiri karena telah melakukan yang terbaik dan jangan menyakiti diri sendiri dengan memaksakan untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sukai dan di luar kemampuan.