Istilah generasi millennial merupakan julukan atau sebutan untuk remaja jaman jaman sekarang. 

Tidak ada spesifikasi lengkap mengenai arti generasi millenial ini, namun generasi millenial ini merupakan golongan kalangan anak muda saat ini.

Generasi millenial Indonesia saat ini merupakan salah satu kunci kesuksesan bangsa ini pada masa yang akan datang.

Karena para generasi muda ini yang akan terus menjalankan pemerintahan dimasa yang akan datang.

Kenapa Generasi Millenial Harus Mandiri Finansial?

Generasi milenial ini kerap sekali dipandang kesulitan dalam mencapai kemandirian finansial nya. 

Pastinya setiap orang memiliki beragam caranya masing-masing dalam mengatur perihal keuangannya. 

Namun memahami cara dasar mengelola itu sangat penting untuk para generasi millenial saat, apalagi pada masa produktif. 

Pandai mengatur keuangan pada usia produktif sangat penting.

kenapa sangat penting? Karena hal tersebut generasi millenial bisa keuangan sehat, dan gaji yang didapatkan tidak hanya sekadar habis begitu saja untuk bayar cicilan dan hanya menopang biaya kehidupan saja.  

Namun juga memiliki masa depan keuangan yang sehat dan terjamin. 

Diharapkan para generasi muda ini, dengan adanya kesadaran diri untuk mandiri dalam urusan finansial nya. Dapat menghadapi tantangan di masa depan.

Dan seperti yang kita ketahui bahkan Menkeu RI, Sri Mulyani mengatakan bahwa para generasi milenial makin sulit punya rumah karena kenaikan harga rumah yang tidak sebanding dengan pendapatan.

Pastinya seiring perkembangan zaman dan tahun yang selalu diiringi oleh ke kenaikan harga properti seperti rumah. 

Untuk menjawab tantangan di masa depan tersebut apa yang harus dihindari oleh para kaula muda ini? Dan apa yang harus di perhatikan, berikut merupakan rangkumannya. 

Penyebab Kegagalan Finansial Generasi Millenial 

•Yang pertama ialah tidak adanya pengetahuan mengenai dasar-dasar finansial, sehingga para remaja ini mengambil keputusan yang kurang tepat yang pada akhirnya hanya akan membuat kacau finansial kedepannya.

Pentingnya mengetahui asas-asas finansial ini sangat penting untuk para generasi milenial ini. Supaya tidak salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. 

Jadi ketika kita paham mengenai dasar-dasar finansial ini kita dapat pemahaman tentang kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana darurat, proteksi, ataupun cara berinvestasi.

•Yang kedua ialah biaya konsumsif tinggi, banyak generasi muda sekarang ini hanya mementingkan gengsi dibandingkan fungsi.

Banyak bergaya elit namun ekonomi sulit. Dan besarnya biaya konsumsif ini digunakan oleh para remaja untuk hanya sekedar nongkrong di cafe atau di restoran mewah, lalu hanya untuk traveling, kemudian membeli barang yang terbilang hanya karena gengsi. 

•Dan yang ketiga ialah kurang adanya kedisplinan dari para kaum muda untuk menaati rencana keuangan mereka sendiri.

Meskipun telah mempelajari serta memahami dasar-dasar finansial, jikalau tidak adanya kedisplinan dari dalam diri maka akan hanya sekedar wacana saja. 

• Terikat utang. Seperti yang kita ketahui bahwa utang sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan anak muda zaman sekarang. 

Hutang pada masa kini juga cukup bervariasi, ada utang yang berbentuk pinjaman online. Ada utang berupa belanja sekarang bayar dikemudian hari dengan cara cicilan. 

Bahkan menurut survey utang pada masa kini merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan kaum millenial saat ini.

 Para remaja masa kini sangat mudah tergiur dengan utang karena, utang saat ini sangat di permudah oleh penyedia utang. 

Seperti hanya bermodalkan mengisi data diri dan foto KTP saja sudah mendapatkan dana pinjaman. 

Menjadi Generasi Millenial Yang Sehat Finansial 

• Menyadari bahwa memahami tentang dasar-dasar finansial itu penting, kenapa harus ada kesadaran? Jika tidak adanya kesadaran dari dalam diri, maka hal yang dipelajari itu akan sia-sia saja dan muncul rasa disiplin akan mematuhi rencana finansial itu sendiri.

Selain itu jika sudah ada kesadaran diri serta sudah memahami tentang konsep dasar-dasar finansial ini, kita akan tahu cara berinvestasi untuk masa depan. 

Dapat mengambil keputusan finansial yang tidak akan menimbulkan kerugian di kemudian hari.

• Mengurangi biaya hidup yang hedon serta konsumtif yang tinggi. 

Tidak membeli barang jika masih ada. Tidak mengutamakan gengsi pribadi, dibandingkan fungsi dan manfaat mendatang. 

Gaya hidup hedonisme seperti traveling, menonton konser, nongkrong di cafe serta restoran mewah hanya akan membuat permasalahan finansial.

Self Reward memang perlu namun yang perlu diperhatikan ialah lebih besar manfaat yang dihasilkan. 

Dan tidak berlebihan sehingga terbilang berfoya-foya bukan Self Reward.

• Menabung serta berinvestasi sejak muda. Investasi sangat penting untuk para generasi millenial karena investasi yang bisa bersifat jangka pendek, menengah, dan panjang dapat sangat berguna untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. 

Namun yang harus lebih di perhatikan nya lagi ialah memilih investasi yang cocok serta menguntungkan ke depannya. 

Jadi dalam berinvestasi tidak hanya sekedar menanam saham, membeli emas atau menabung uang saja.

 Akan tetapi melihat dari keuntungan jangka mana yang akan kita lihat, serta pintar dalam melihat peluang yang dapat dihasilkan.

Sekali lagi dalam berinvestasi dan menabung diperlukan sikap disiplin dalam menjalani nya.

• Memiliki dana darurat, untuk menghindari atau mengantisipasi hal yang tidak dapat diprediksi. 

Para remaja selain menyiapkan tabungan saja namun menyiapkan dana darurat. 

Semisal kan adanya PHK di kemudian hari jadi tidak perlu pusing karena akan menguras duit tabungan yang sudah ditabung, tapi bisa menggunakan dana darurat.

 Sehingga para anak muda ini tidak perlu mencari pinjaman kesana-kemari, dan dana darurat tersebut dipergunakan untuk membuka usaha.

Sama halnya seperti dengan menabung, namun dana darurat ini dapat lebih kecil uang yang di sisihkan dibandingkan uang untuk ditabung.

 Dan tentunya dana ini dipergunakan hanya saat keadaan darurat saja. 

• Kemudian dapat mengelola dan memanfaatkan utang dengan baik. Memang sebaiknya untuk menghindari utang, namun utang dapat sangat berguna apabila dapat mengelola utang itu dengan baik.

Sebenarnya ada dua jenis utang yakni utang konsumtif dan utang produktif. 

Namun, bagi yang punya visi dan misi untuk mandiri secara finansial umumnya akan memanfaatkan uang pinjaman tersebut sebagai utang produktif. 

Sebab, utang produktif ini dapat menghasilkan pendapatan yang sama bahkan lebih besar dari biaya cicilan yang dibayarkan per bulannya, dan dengan kata lain utang produktif ini dijadikan modal untuk sesuatu yang dapat menghasilkan keuntungan.

Dan saat meminjam atau berhutang ini yang perlu diperhatikan ialah jangan pernah meminjam kepada peminjam yang memberikan bunga perbulan. 

Sebab utang yang memiliki bunga pastinya yang kita kembalikan akan lebih besar daripada yang kita pinjam.

Dari penjelasan yang diberikan penulis di atas merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh para generasi millenial saat ini untuk menghindari serta menjawab tantangan yang akan terjadi dimasa depan.

Menjadi generasi muda yang sehat finansial sangat berguna dimasa depan karena dapat berguna agar terhindar dari stres yang diakibatkan buruknya penataan finansial.

Harus di pahami oleh seluruh generasi milenial saat ini bahwa kesadaran akan penataan finansial sejak dini harus ditanamkan.

Sebagai generasi digital pertama, tentunya itu akan sangat membantu negara jika kaum milenial yang merupakan mayoritas dapat berperan aktif dalam membantu mendukung penciptaan masyarakat melek finansial.

 Tentunya dengan harapan para milenial akan menjadi solusi permasalahan bangsa, dan bukan hanya  menambah beban negara. 

Dan karena mereka generasi muda yang akan meneruskan dan mengembangkan bangsa ini.