Indo-Pasifik merupakan kawasan perairan yang meliputi Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Bukan hanya negara-negara anggota ASEAN saja, kawasan Indo-Pasifik juga melingkupi negara-negara besar seperti Amerika dan Tiongkok.

Hal tersebut merupakan salah satu alasan yang menjadikan kompleksnya kepentingan politik yang dimiliki kawasan Indo-Pasifik. Berbagai sumber daya alam yang dimiliki kawasan Indo-Pasifik tercatat lebih besar melebihi kekayaan alam yang dimiliki kawasan Atlantik Barat.

Kawasan Indo-Pasifik terdiri dari lebih dari 50% populasi di dunia yang terbagi dalam 36 negara. Beberapa negara yang memiliki kapabilitas militer terbesar di dunia berada di kawasan ini. 

Selain itu, pertumbuhan ekonomi negara berkembang tumbuh subur di kawasan ini. Dengan itu, kawasan ini dijadikan sebagai wilayah yang strategis untuk mengembangkan dan memajukan kepentingan nasional bagi negara-negara di wilayahnya. Bagi Indonesia sendiri, Indonesia menjadikan kawasan ini sebagai sebuah konsep wilayah yang melibatkan ASEAN sebagai kawasan yang paling strategis.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan 17.000 lebih pulau yang ada di wilayahnya, mempunyai potensi terhadap jalur perdagangan internasional yang strategis bagi negara-negara lain. 

Potensi maritim yang dimiliki Indonesia tidak lepas dari potensi besar berupa sumber daya alam yang terdapat di bawahnya. Dengan adanya berbagai potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan, Presiden Indonesia, Joko Widodo, menyadari pentingnya potensi maritim Indonesia.

Dengan luasnya wilayah maritim yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu alasan kegigihan Indonesia dalam mempertahankan dan menjaga keamanan maritim dari segala ancaman baik itu dari dalam negeri ataupun luar negeri. 

Oleh karena itu, Indonesia memiliki kebijakan dalam menjaga pertahanan dan keamanan maritimnya, yaitu dengan Kebijakan Poros Maritim Dunia. Kebijakan tersebut difokuskan juga untuk kawasan Indo-Pasifik dengan melakukan Kerjasama maritim yang terus menerus diperkuat dengan negara-negara yang berada di kawasan tersebut, baik melalui kerjasama regional seperti ASEAN, maupun kerjasama internasional dengan negara di luar kawasan.

Indonesia merupakan wilayah yang strategis sebagai jalur persimpangan dari barat ke timur maupun sebaliknya sehingga wilayah Indonesia menjadi jalur transportasi kapal internasional. 

Penjagaan yang ketat secara teratur merupakan hal yang harus dilakukan agar pengaturan serta pemanfaatan laut terhindar dari kerusakan populasi, habitat, dan ekosistem. 

Wilayah laut Indonesia yang strategis ini sangat menguntungkan sehingga dibentuklah Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 sehingga kedaulatan menunjukkan kedaulatan martim Indonesia pada dunia.

Wilayah Indonesia yang sangat luas dan strategis ini membuat Indonesia melakukan segala upaya agar ménage kestabilitasan pertahanan dan keamanan di wilayah perairan.  

Indonesia juga melakukan upaya bersama dengan negara kawasan, berusaha menciptakan keamanan kawasan laut regional, termasuk di Selat Malaka dan Selat Singapura. Hal ini dilakukan karena kedua selat tersebut merupakan salah satu selat terpadat di dunia yang menjadi perhatian masyarakat maritim internasional.

Beberapa negara memiliki kepentingan masing-masing yang dapat mengelola secara legal maupun ilegal perairan di Indonesia yang dapat merugikan dan membahayakan lingkungan maritim. Sector perikanan merupakan sector yang menjadi sumber daya perairan yang dapat menyumbang penghasilan devisa negara dan juga sering mendapatkan ancaman dari negara lain.

Deklarasi Indonesia yang akan menjadi kekuatan maritim global dengan mengedepankan visi menjadi poros maritim dunia disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2014. Global Maritime Fulcrum (GMF) dibuat sebagai bukti bahwa Indonesia meningkatkan kapabilitas keamanan maritimnya. 

Global Maritime Fulcrum hadir dengan tujuan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah-daerah di Indonesia. Melalui peningkatan konektivitas dalam bidang maritim ini, diharapkan nantinya pemerataan ekonomi dan pembangunan akan tercapai di Indonesia.

Namun, ternyata upaya dalam negeri yang dilakukan Indonesia untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan maritim dari berbagai ancaman belum efektif.  Indonesia, sebagai negara berkembang dengan keterbatasan yang ada, perlu menjalin dan memperkuat kerja sama bersama negara maju untuk pengembangan teknologi eksplorasi dan eksploitasi sumber daya laut.

Dalam upaya meningkatkan pertahanan dan keamanan maritim, Indonesia juga menjalin kerjasama dengan negara-negara di kawasan. Kerja sama tersebut dilakukan baik dengan kawasan regional maupun geopolitik yang ada di sekitar Indonesia. 

Salah satu kerja sama yang dijalin yakni dengan terbentuknya kawasan geopolitik Indo-Pasifik. Terciptanya konsepsi Indo-Pasifik ini guna meningkatkan hubungan bilateral antar negara yang terlibat, baik dari aspek ekonomi maupun keamanan negara-negara di kawasan Pasifik Barat dan Lautan Hindia.

Para era kepimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia berinisiatif untuk memperbaiki perekonomian Indonesia melalui bidang maritim. Prinsip politik luar negeri bebas-aktif diterapkan oleh Indonesia sehingga Joko Widodo menetapkan tujuan kebijakan luar negeri berdasarkan visi Poros Maritim Dunia. 

Yakni, mengedepankan identitas sebagai negara kepulauan dalam pelaksanaan diplomasi dan membangun Kerjasama internasional, meningkatkan peran Indonesia secara global melalui diplomasi middle power yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan regional dan kekuatan global dengan memberikan prioritas kepada permasalahan yang secara langsung berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara Indonesia, Memperluas jangkauan keterlibatan regional di kawasan Indo-Pasifik, serta Merumuskan dan melaksanakan politik luar negeri yang melibatkan peran, aspirasi dan keterlibatan masyarakat.

Indonesia saat ini berusaha fokus untuk menggali potensi perairannya dengan menggaungkan kebijakan Poros Maritim Global. Presiden Joko Widodo, menyatakan bahwa kerjasama maritim untuk menciptakan sebuah stabilitas keamanan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia sangat penting sebagai Single Geo-Strategic Theatre. 

Hal ini juga sebagai sebuah perwujudan kebijakan luar negeri Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Oleh karena itu, guna mempertahankan serta meningkatkan eksistensinya dalam bidang maritim, Indonesia melakukan kerja sama dengan negara-negara baik di kawasan/regional seperti ASEAN, maupun di luar ASEAN, seperti menjalin kerjasama dengan membentuk konsep wilayah Indo-Pasifik.