Lecturer
1 bulan lalu · 62 view · 3 min baca menit baca · Lingkungan 54870_54704.jpg
wislik.com

Menilik Peluang Kertas bagi Masyarakat

Ketika berbicara mengenai kertas, banyak hal yang perlu kita analisis karena kertas telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Salah satu yang bisa kita analisis adalah bagaimana hubungan antara kertas dengan lingkungan hidup.

Hubungan kertas dengan lingkungan hidup sangat erat, di mana bahan baku pembuatan kertas adalah kayu. Tentu kalau pemakaian kertas tidak diseimbangkan dengan kapasitas daya dukung lingkungan, maka kertas menjadi perusak lingkungan.

Hubungan lain adalah ketika pemakaian kertas meningkat, maka sampah dalam lingkungan sekitar juga akan meningkat. Karena sampah kertas menjadi fenomenal setelah sampah plastik. Memang tidak bisa dimungkiri masyarakat Indonesia rasa-rasanya susah move on dari kertas, karena kertas pembawa kehidupan.

Bahan pembuatan kertas masih didominasi oleh kayu atau pohon. Hampir 90 persen bahan utama pembuatan kertas adalah kayu. Dengan naiknya permintaan kertas, kemungkinan untuk eksploitasi hutan makin meningkat.

Kertas telah menjadi kebutuhan utama bagi manusia atau perusahaan dalam bidang pengarsipan, pengemasan, dan pembuatan alat pembersih. Peningkatan permintaan kertas menjadi bagian dari peningkatan eksploitasi hutan dan pohon, karena bahan utama dalam pembuatan kertas adalah kayu.

Kebutuhan kertas di Indonesia meningkat, bahkan permintaan kertas dunia juga mengalami peningkatan. Tentu dengan naiknnya permintaan kertas dalam dan luar negeri membuat bahan baku pembuatan kertas meningkat.


Penggunaan media online, pada kenyataannya, tidak akan menghambat perkembangan industri pulp dan kertas. Karena penduduk dunia diproyeksikan menjadi 9 miliar orang pada tahun 2050. Dan hampir 60%-70% berada di Asia yang diprediksi masih menggunakan kertas untuk berbagai keperluan. (kontan.id)

Dengan demikian, kertas perlu dimanajemen dengan baik, sehingga kertas tidak menjadi masalah utama pengrusakan lingkungan hidup. Penggunaan kertas telah membuka ruang bahwa kertas makin tidak terlepaskan dari kehidupan manusia, sehingga kertas menjadi barang berharga laiknya emas.

Bukan maksud mau menyamakan antara emas dengan kertas, tetapi kertas memiliki value. Ketika kertas makin kita butuhkan, tentu kita akan menacari bahan-bahan lain untuk pembuatan kertas guna mengurangi ketergantungan kayu dalam pembuatan kertas.

Memang selama ini kita berpikir bahwa kertas menjadi masalah baru dalam pelestarian lingkungan. Namun ketika kita bisa menemukan keseimbangan antara antara kayu dengan kertas dan menemukan bahan-bahan lain dalam pembuatan kertas, maka nilai kertas akan makin meningkat.

Banyak masyarakat berpikir, bahkan saya pernah berpikir kertas menjadi masalah baru untuk lingkungan hidup. Namun setelah saya melihat bahwa daur ulang kertas dan teknologi pembuatan kertas canggih, baru saya sadar, kertas telah menjadi barang berharga dan peluang bisnis.

Cerita kertas ini mengingatkan saya kepada perjuangan untuk mengumpulkan biaya untuk bisa kamp nasional mahasiswa di Kinasi Bogor tahun 2010. Untuk membantu pembiayaan, saya dengan tim mengumpulkan barang-barang rongsokan. Kebanyakan kami kumpulkan adalah kertas. Karena kertas berharga paling mahal.

Kertas dikumpulkan, dipilah menjadi kertas karton dan kertas biasa, dan dijual untuk mendapatkan uang. Kala itu, dalam seminggu, kami berhasil mengumpulkan 800 kg gram kertas dengan harga 1200/kg, sehingga bisa menambah pemasukan biaya untuk bisa pergi ke Bogor.

Artinya, persepsi saya terhadap kertas pada saat itu berubah. Tak selamanya kertas itu menjadi sampah. Kertas juga bisa mendapatkan uang. Kertas bermanfaat ketika dia bisa didaur ulang. 

Dengan daur ulang, maka nilai dari kertas makin meningkat. Ketika nilai kertas makin meningkat, maka kita perlu pikirkan bahan-bahan alternatif dalam pembuatan kertas. Dari beberapa artikel yang saya baca, ternyata kertas juga bisa dibuat dari beberapa tanaman yang ada di lingkungan sekitar. 

Kertas telah merambah ke semua lini kehidupan sehari-hari manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, bisnis, dan lain-lainnya. Itu artinya, menemukan inovasi dan kreativitas dalam pembuatannya dan bahannya menjadi tantangan tersendiri.

Tanaman-tanaman yang dimaksud dapat digunakan sebagai bahan-bahan altenatif dalam pembuatan kertas, sehingga pohon atau kayu sebagai bahan utama kertas dapat dikurangi untuk mengurangi pemakaian kayu sebagai bahan utama pembuatan kertas.


Dalam tulisan sebelumnya, saya menceritakan bagaimana kita bisa menyeimbangkan atau menyelaraskan peningkatan pemakaian kertas yang setiap tahun meningkat. Mencari bahan alternatif pembuatan kertas menjadi solusi untuk menghidupkan bisnis kertas di Indonesia.

Dengan banyaknya bahan-bahan alternatif dalam pembuatan kertas, ini membuat kita menjadi kreatif dan inovatif dalam pemanfaatan tumbuhan yang ada di sekitar kita. Tanaman-tanaman yang menjadi bahan-bahan alternatif pembuatan kertas tidak jauh dari lingkungan sekitar kita.

Tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan-bahan alternatif dalam pembuatan kertas adalah tumbuhan dari family poaceae, seperti batang pisang, eceng gondok, tongkol jagung, jerami, tebu, rumput gajah, saun kirinyuh, tandan kelapa sawit, dan serat aren.

Cerita kertas ini membantu kita memahamkan kepada masyarakat, bagaimana kertas tidak selalu dianggap menjadi tantangan dalam merusak lingkungan hidup, namun bagaimana kertas ini digunakan menjadi peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peluang ini dapat dimanfaatkan para masyarakat dan petani-petani yang ada di Indonesia. Tentu peluang ini harus dibarengi dengan tenaga ahli yang bisa memberikan ilmu dan pemahaman kepada masyarakat serta mengajari masyarakat dalam mengolah sisa hasil pertaniannya untuk dijadikan atau menghasilkan uang. Kertas telah memberikan secercah kehidupan bagi masyarakat Indonesia.

Artikel Terkait