Konflik yang terjadi di antara Rusia dan Ukraina ialah konflik yang sedang menjadi pembahasan di seluruh dunia saat ini. Konflik antara kedua negara ini sebenarnya memang sudah terjadi sejak lama.

Pada awal tahun 2014 lalu, telah terjadi konflik bersenjata yang berlangsung di Ukraina Timur. Hal ini menunjukkan bahwa kedua negara memang sudah memiliki konflik dari lama.

Awalnya, Rusia, Ukraina, dan beberapa negara Belarusia merupakan negara adidaya pada abad pertengahan. Dimana sebagian besar mencakup wilayah Eropa Timur.

Saat ini, perang yang terjadi di antara Rusia dan Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda berakhirnya peperangan antara kedua negara. Sebagian besar wilayah Ukraina juga masih terlibat kontak senjata dengan Rusia.

Perang yang dimulai sejak 24 Februari ini tentu membawa dampak di berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut antara lain aspek politik, aspek ekonomi di dunia, terorisme, pengendalian senjata, dan masih banyak lagi. Perang ini juga memiliki resiko terhadap memburuknya hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat.

Sejak memanasnya perang antara Rusia dan Ukraina, hal ini menempatkan status keamanan Rusia menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan ini berdampak pada menurunnya secara drastis jumlah kunjungan wisatawan ke Rusia.

Meskipun perang di antara kedua negara ini tidak bertempatkan di wilayah Rusia, namun perang antara Rusia dan Ukraina ini berdampak besar terhadap status keamanan Rusia. Dimana hal tersebut dapat dilihat pada perkembangan sektor pariwisata di Rusia.

Sektor pariwisata Rusia sendiri ialah sektor yang memiliki perkembangan yang cukup pesat di Rusia. Bagaimana tidak, sektor pariwisata di Rusia berkontribusi besar terhadap perekonomian di Rusia.

Selain jumlah wisatawan yang berkunjung ke Rusia menurun secara drastis, akibat lain dari konflik ini ialah mencakup seluruh dimanika sektor pariwisata di Rusia. Hal tersebut juga termasuk pada pendapatan atau Gross Domestic Product (GDP).

Negara Uni Eropa dan Amerika tentu tak tinggal diam, reaksi keras pun dimunculkan oleh negara-negara tersebut akibat menurunnya sektor pariwisata Rusia ini. Konflik yang terjadi menimbulkan berbagai kerusuhan di berbagai aspek, terutama keamanan. Rusia yang sepatutnya menjaga kestabilan kedamaian di sekitar wilayahnya, justru dengan lantangnya mengirimkan pasukan bersenjatanya ke Ukraina.

Konflik ini mengakibatkan negara-negara Uni Eropa dan Amerika kemudian mengeluarkan kebijakan luar negeri. Kebijakan tersebut ialah sanksi ekonomi dan travel warning. Terdapat empat sanksi yang dikenakan pada Rusia.

Pertama, adanya larangan pinjaman uang bagi bank negara milik Rusia dari Uni Eropa. Kedua, adanya larangan ekspor peralatan militer. Ketiga, pemberhentian sementara kerjasama senjata Uni Eropa dan Rusia. Keempat, akan dihentikannya kegiatan ekspor oleh Rusia pada industry minyak Rusia. 

Intervensi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina, selain mendapat sanksi ekonomi dari sejumlah negara juga mendapat travel warning yang merupakan kebijakan luar negeri beberapa negara Uni Eropa dan Amerika.

Kebijakan ini ditujukan kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Rusia, dimana diberikan sebuah peringatan untuk mengunjungi Rusia dikarenakan status keamanan Rusia sedang dalam keadaan tidak stabil.

Perang yang terjadi di antara Rusia dan Ukraina ditambah dengan adanya sanksi dari berbagai negara telah memberikan dampak kepada sektor pariwisata di Rusia. Berdampaknya sektor pariwisata ini disebabkan oleh pemerintah Rusia yang tidak bisa mengendalikan stabilitas politik dan ekonomi.

Pada tahun 2020, kedua negara mewakili 3% dari pengeluaran global untuk pariwisata. Pengeluaran kedua negara diperkirakan akan menurun, mempengaruhi beberapa negara, terutama yang terletak di Asia Tengah dan Kaukasus.

Beberapa negara lain telah mengurangi jumlah penerbangan secara substansial, termasuk Finlandia, Moldova, Latvia, Swedia, Ceko, dan Slovenia.

Baru-baru ini beberapa negara Eropa melarang atau berencana melarang visa turis. Negara-negara tersebut antara lain, Finlandia, Latvia, Estonia, Republik Ceko.  Selain itu, terdapat pula tekanan untuk memperpanjang larangan visa ini di semua negara Uni Eropa.

Beberapa negara hanya membatasi kunjungan warga negara Rusia ke instalasi militer sementara yang lain tidak sejalan dengan gagasan larangan visa ke Rusia. Salah satu negara yang melakukan hal tersebut ialah Jerman.

Banyak negara yang terpengaruh akan pembatasan perjalanan ke Rusia ini. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk bagi Rusia sendiri. Adapun dampak tersebut seperti, inflasi tinggi dan harga bahan bakar, penurunan kepercayaan konsumen, dan pembatasan udara yang diberlakukan di Rusia.

Sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) negara Rusia juga mengalami penurunan akibat berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Rusia. Jumlah kunjungan yang menurun ini juga berpengaruh terhadap visitor exports.

Pecahnya konflik yang terjadi di antara Rusia dan Ukraina yang menyebabkan menurunnya jumlah visitor export diakibatkan oleh banyaknya wisatawan yang memutuskan untuk menunda perjalanannya ke Rusia.

Menurunnya jumlah pengunjung wisatawan ke Rusia juga berasal dari Uni Eropa dan Amerika. Dimana hal ini mengakibatkan menurunnya jumlah visitor exports dan kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian Rusia.

Sektor pariwisata sendiri mengalami kerugian sebesar 20% - 30% yang diakibatkan oleh menurunnya jumlah pengunjung yang berasal dari Amerika.

Hubungan antara Rusia dan Ukraina yan memburuk mempengaruhi sektor pariwisata Rusia secara signifikan. Reaksi oleh berbagai pihak yang ditujukan ke Rusia akibat konflik ini justru menempatnya kondisi pariwisata dalam keadaan yang sulit.