"Saat orang-orang menganggapmu tidak bisa apa-apa, jangan pedulikan. Karena yang bisa mengubah nasibmu adalah kamu, bukan orang lain." - Rock Lee

Bagi kalian yang sudah membaca atau menonton seri manga maupun anime berjudul 'Naruto' karya mangaka Jepang; Masashi Kishimoto, pasti sudah tidak asing dengan karakter muda yang bernama Rock Lee.

Saya memiliki beberapa alasan mengapa Rock Lee yang diangkat dalam tulisan ini, kenapa tidak Naruto sang tokoh utama.

Pertama, Naruto dan Rock Lee memang sama-sama berjuang dalam mengubah nasib. Hanya saja, saya rasa perjalanan hidup Rock Lee ini cukup dekat dengan realitas kehidupan "kita" (saya maksudnya). 

Jika ingin membandingkan pahit, perjalanan Rock Lee tidak sebanding pahit dengan perjalanan yang dialami Naruto. Tapi, beda halnya dengan Naruto yang memiliki gen hokage (ninja terkuat) ataupun Sasuke yang terlahir dari klan ternama. Rock Lee lahir dari klan biasa saja, dengan kemampuan biasa saja, juga kecerdasan biasa saja (di bawah rata-rata). Sama seperti saya yang serba biasa-biasa saja.

Logika kilasnya, sebodoh apa pun, jika memiliki aliran darah (baca: gen) yang kuat, maka akan mewarisi sedikit banyak kekuatan tersebut. 

Kedua, Rock Lee memiliki kebiasaan unik (nanti saya bahas). Dari awal masuk akademi, Rock Lee sudah dicap sebagai ninja yang tidak memiliki bakat. Pasalnya, dia tidak bisa menggunakan jurus dasar yang harus dikuasai oleh ninja, yakni; Ninjutsu (jurus yang melibatkan unsur elemen: air, api, tanah, petir, angin) dan Genjutsu (teknik mengecoh musuh menggunakan ilusi). Dia hanya bisa menggunakan satu teknik saja, yaitu Taijutsu (teknik mengoptimalkan kemampuan alami manusia pada umumnya: energi fisik).

Untuk mematahkan anggapan orang-orang, Rock Lee selalu berusaha dan berlatih lebih dari yang lain. Jika orang berlatih 5 jam, maka dia akan berlatih 10 jam. 

Dengan menyadari kekurangannya, Rock Lee memanfaatkan satu bidang; Taijutsu yang bisa ia kuasai. Alhasil; dia bisa lulus akademi, bahkan di era Boruto sekarang ini Rock Lee menjadi salah satu ninja terkuat spesialis Taijutsu di desa Konoha.

Lalu kebiasaan uniknya; saat berlatih, dia selalu menantang dan menghukum dirinya sendiri. Contoh: Saya harus push up 1000x; jika saya gagal, maka saya harus mengelilingi desa 1000x 'menggunakan tangan' (kakinya di atas). Kebiasaan ini dia dapat dari gurunya; Might Guy. Anti mainstream, bukan?

Alasan terakhir, setelah melihat setiap perjalanan banyak karakter, bisa saya katakan "kecerdasan seseorang tidak banyak mempengaruhi nasib yang sudah ditetapkan", baik 'bodoh' maupun 'jenius' tetap saja akan kalah dengan keteguhan 'tekad'.

Meski tidak jenius, tentunya Rock Lee memiliki keteguhan tekad yang luar biasa. Dia ingin membuktikan eksistensinya, bahwa dia bisa menjadi ninja terkuat meski hanya menguasai satu bidang Taijutsu saja. Lalu saya; ingin menjadi kaya hanya dengan kemampuan rebahan saja. Deep.

Memang, di dunia ini bukan Rock Lee seorang yang perjalanan hidupnya penuh dengan perjuangan. Motivasi 'mengubah nasib' bisa kita dapatkan dari mana saja, dari siapa saja dan kapan saja. Sangat banyak tokoh-tokoh luar biasa yang bisa kita  ambil pelajaran hidupnya; baik dari dunia nyata maupun dunia ninja (canda).

Intinya, hidup penuh dengan pelajaran. Dari membaca, menonton, melihat, mendengarkan, apa pun bisa diambil jika mau! Buktinya, saya dapat menulis ini hanya karena menonton anime. Belajar, kan, tidak harus dari buku saja? #curahanhatiparaotaku

Si Jenius dalam Bekerja Keras

Jika ada di dunia nyata, karakter Rock Lee ini tentu merujuk pada aktor legendaris, yakni Bruce Lee. Dalam pembuatan karakter Rock Lee, Masashi Kishimoto sendiri memang terinspirasi dari Bruce Lee.

Baik dari pakaian khasnya, gerakan bela dirinya, gaya rambut, bahkan cedera parah yang dialami Rock Lee pasca melawan Gaara di ujian chunin (kenaikan ninja) sedikit mirip dengan Bruce Lee yang pernah mengalami cedera juga.

Pengalaman cedera adalah masa-masa tersulit bagi Rock Lee, di mana dia dihadapkan dengan nasib yang 90% menuntut Rock Lee untuk menyerah dengan cita-citanya.

Tsunade (hokage ke-5) yang merupakan ninja medis terandal saat itu mengatakan kepada Rock Lee untuk berhenti menjadi ninja. Jauh sebelum itu pun banyak orang yang mengatakan bahwa Rock Lee tidak pantas menjadi ninja. 

Tidak mudah menerima kenyataan dari pandangan orang lain begitu saja. Tekad kuat masih terpatri dalam sanubari Rock Lee. Perhatikan kutipan awal dalam tulisan ini. 

Rock Lee sudah membuktikan bahwa dengan bekerja keras, apa pun yang terlihat tidak memungkinkan akan menjadi mungkin. Bukan masalah jika lahir dari keluarga biasa-biasa saja, tidak memiliki kepintaran, tidak berbakat dan serba kekurangan. Semua bisa diubah!

Genius of hard work adalah julukan bagi Rock Lee. Ibaratnya begini:

Jika orang tidur, aku harus bangun. Jika orang bangun, aku harus berdiri. Jika orang berdiri, aku harus berlari. Dan jika orang diam, aku harus belajar. Jika orang belajar, aku harus produktif. Berani coba?