Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bahkan dapat dikatakan sebagai kebutuhan. Begitulah yang saya dapatkan dari dosen Ilmu Pendidikan saya, Ibu Dr. Ribut Purwaningrum, M.Pd. Pendidikan menjadi jembatan bagi banyak insan agar mampu mengembangkan segala potensi dalam diri lewat sebuah proses yang kerap disebut sebagai pembelajaran.

Peradaban suatu bangsa yang maju dan unggul juga dapat diciptakan dengan adanya pendidikan. Akan tetapi, pendidikan tidak akan berbuah kemajuan jika sistem dari pendidikan tersebut cenderung buruk dan tidak tepat meskipun telah terintegrasi dengan era revolusi industri dan penggunaan teknologi. 

Era revolusi industri kini telah mencapai tahap society 5.0 dan globalisasi yang semakin mendunia sehingga berdampak terhadap pendidikan. Dengan dukungan teknologi informasi, sistem pembelajaran mulai terarah ke era digital.

Gaya pendidikan mulai beranjak dari literasi lama yang berporos pada sistem baca, tulis, dan hitung lewat buku juga kegiatan belajar mengajar yang kurang efisien menuju literasi digital yang mengandalkan sistem internet serta kegiatan e-learning yang tidak terpaku oleh jarak dan waktu. 

Berkembangnya sistem pendidikan ini menyebabkan revitalisasi kurikulum dan pemanfaatan teknologi yang tepat. Kedua hal tersebut mengartikan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar menggunakan internet, tetapi juga berhubungan dengan kemampuan analisis siswa dalam menggunakan informasi yang diperoleh secara digital untuk keperluan yang benar dan tak menyimpang.

Artinya, dalam literasi digital ataupun pemanfaatan internet lainnya pada sistem pembelajaran dibutuhkan sikap critical thinking, kreatif, inovatif, dan komunikatif sebab pada saat ini tidak terpaku pada pembelajaran tatap muka, tetapi juga dapat dilakukan lewat media-media internet dan komunikasi.

Permasalahannya, sistem pendidikan pada sekolah dasar dan menengah di Indonesia masih banyak terhalang berbagai kesenjangan. Hal demikian membuat penggunaan teknologi di dunia pendidikan memiliki tantangan berlipat ganda yang harus diatasi guna mencapai tujuan pendidikan yang melahirkan generasi unggul dalam mengaplikasikan teknologi sebagai sebuah sistem dalam kehidupan sehari-hari. 

Peran guru harus ditekankan karena bukan hanya sebagai pentransfer ilmu, melainkan juga sebagai teladan dan pembimbing bagi peserta didik.

Bimbingan teknologi informasi dan komunikasi yang diberikan dalam pendidikan sangat membantu aktivitas belajar mengajar agar tetap terus efisien dengan pengaplikasiannya. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga mempermudah interaksi dua arah antara guru dan peserta didik. 

Jadi, dukungan teknologi untuk pendidikan adalah sebagai media informasi komunikasi serta sebagai alat pembelajaran. 

Pada kenyataannya, masih banyak tantangan pendidikan yang menyebabkan kebutaan terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Kualitas Sumber Daya Manusia pada bangku pendidikan dasar dan menengah di Indonesia yang kurang mendukung dalam penggunaan teknologi menjadi tantangan utama sistem pendidikan yang berporos pada pemanfaatan teknologi.

Rendahnya kompetensi peserta didik dan guru dalam memahami literasi digital menyebabkan kurangnya kualifikasi mereka dalam memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi sebagai acuan pembelajaran.

Tertinggalnya mereka dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pendidikan perlu ditinjau lebih lanjut oleh pemerintah sebagai penyelenggara negara. Pemerintah memainkan peran penting dalam kemajuan peradaban suatu bangsa berikut termasuk sistem-sistem di dalamnya.

Langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mendukung guru dalam penguasaan teknologi serta literasi digital adalah memberi fasilitas seperti program pendidikan lanjut, pelatihan, juga termasuk honor yang menyangkut kesejahteraan guru. 

Program tersebut membantu guru dalam memahami perkembangan teknologi untuk kepentingan pendidikan, sehingga kesenjangan terhadap kompetensi guru dapat teratasi. Setelah guru, pemerintah harus tepat dan tanggap untuk menjalankan program berbasis situs media atau website pada sekolah-sekolah dasar dan menengah di Indonesia karena saat ini literasi digital mulai mendunia.

Apabila penggunaan internet tidak berdasar dengan kemampuan literasi digital yang baik, maka muncul pula tantangan yang berasal dari peserta didik sehingga kemajuan untuk pendidikan terhambat. 

Tetapi, sarana dan prasarana pendidikan berbasis teknologi yang dimiliki sekolah maupun peserta didik juga merupakan permasalahan besar karena fasilitas yang didukung perkembangan teknologi tidak dimiliki secara merata. 

Maka dalam hal memperbaiki kualitas sarana prasarana yang terintegrasi teknologi untuk bangku sekolah dasar dan menengah perlu dukungan dari pemerintah pusat untuk pemerintah daerah agar mampu menyelenggarakan pendidikan yang bermutu.

Pendidikan bermutu didasari juga dengan revitalisasi kurikulum yang diisi materi pembelajaran bermuatan jawaban terhadap tantangan global. Materi yang mengasah kemampuan critical thinking dan problem solving sangat diperlukan untuk era yang terus-menerus mengalami pembaharuan, sebab metode pembelajaran yang digunakan ditekankan pada case-base learning

Di samping itu, critical thinking dan problem solving yang dimiliki juga menjadi dasar kesuksesan literasi digital yang membutuhkan ketelitian kompleks, tinggi, dan kompetitif.

Media sebagai wadah dari sumber literasi digital perlu juga untuk dikreasikan sekreatif mungkin agar para peserta didik dapat tergugah untuk menggunakan teknologi dalam aktivitas pendidikan mereka. 

Teknologi berupa media interaktif dapat merangsang pikiran dan perasaan peserta didik di sekolah dasar dan menengah dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga media tersebut bisa membantu guru dan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. 

Tidak dapat dipungkiri jika guru memang sandaran para siswa dalam menghadapi era serba teknologi. Terlebih bagi para peserta didik di bangku sekolah dasar dan menengah, mereka sangat membutuhkan guru karena tidak semua dari mereka memiliki fasilitas internet dan kemampuan untuk menggunakan teknologi yang sama. 

Oleh karena itu, untuk pendidikan di sekolah dasar dan menengah perlu kerja lebih keras dari guru untuk menciptakan generasi unggul yang tidak buta teknologi, khususnya terhadap teknologi dalam aktivitas pendidikan.

Kualitas pendidikan di Indonesia yang tergolong rendah menjadi penyebab tertinggalnya sistem pendidikan Indonesia oleh negara-negara lainnya. Permasalahan yang muncul bukan hanya akibat penyelenggaraan sistem pendidikan yang belum tepat saja, tetapi juga akibat dari permasalahan-permasalahan pokok lainnya. 

Kebijakan pemerintah dalam mengembangkan penguasaan teknologi harus dilaksanakan secara konsisten agar perkembangan pendidikan dapat meningkat. Selain itu, pemanfaatan internet dalam sistem pendidikan merupakan langkah yang baik untuk generasi penerus bangsa sebab potensi siswa dalam mencari solusi pemecahan masalah akan terus terlatih dapat meningkatkan kualitas pendidikan di negeri kita tercinta. 

Sedikit demi sedikit melalui pemanfaatan teknologi, dunia pendidikan di Indonesia akan mengalami modernisasi berdaya saing global. Teknologi pendidikan yang dijadikan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar dapat diatasi masalahnya dengan kerjasama yang baik antar seluruh lapisan di dalam negeri.

Komponen seperti pemerintah, pendidik, peserta didik, orang tua, serta masyarakat sangat dibutuhkan kerjasamanya agar tujuan pendidikan bermutu dapat dicapai dan sistem pendidikan dasar serta menengah mencapai titik akhir yang maksimal.